Usaha Toko Sembako/Kelontong: Peluang, Modal, Kiat Sukses

Untung usaha toko sembako boleh jadi kecil, tapi bisnis ini menjanjikan karena produknya selalu dibutuhkan. Para pemula layak mencobanya!

Coba hitung ada berapa toko kelontong di daerah Anda. Kami yakin, meskipun jumlah yang jualan banyak, tetap saja ada pembeli yang mampir ke warung tersebut.

Hal ini karena apa yang mereka jual selalu dibutuhkan setiap hari. Meski sekarang sudah marak penjualan sembako online. Faktanya, masih banyak orang yang memilih beli di toko terdekat. Khususnya bila masih tetanggaan.

Apalagi jika Anda hidup di pedesaan di mana masih banyak orang yang belum melek digital dan masih menganggap tabu penjualan online. Tentu kans untuk mendapatkan pelanggan semakin besar.

Terlebih warga desa biasanya lebih guyub dan mengutamakan tetangga terdekat. Mereka lebih senang beli di area yang dekat dengannya dibanding harus berjalan jauh.

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan membahas tuntas mengenai bisnis rumahan ini. Simak lengkap sampai selesai.

Peluang usaha toko sembako

  Peluang usaha toko sembako

Ada beberapa hal yang membuat bisnis ini bisa laku keras dan menguntungkan buat pelaku usaha, di antaranya adalah:

  1. Risiko barang untuk tidak laku sangat kecil.
  2. Pangsa pasar luas karena produk dibutuhkan oleh semua orang dari segala jenis kelamin dan usia.
  3. Barang yang dijual biasanya tipe fast move atau cepat berputar. Ini memungkinkan perputaran modal juga ikut cepat.
  4. Barang-barang yang dijual adalah keperluan sehari-hari.
  5. Waktu untuk membuka warung sangat fleksibel. Bisa setengah hari, bisa seharian penuh. Disesuaikan dengan lokasi usaha yang dipilih.

Risiko toko sembako / kelontong

Selain peluang di atas, Anda juga harus hati-hati dengan kemungkinan risiko yang akan timbul pada bisnis ini. Di antara resikonya adalah:

Profit margin atau keuntungannya sangat kecil

Seperti yang disampaikan di atas, keuntungan usaha toko sembako ini mayoritas minim. Bila Anda mengambil margin yang besar, maka akan langsung terlihat / terasa. Calon pembeli bisa jadi lebih memilih toko lain.

Margin besar hanya datang saat ada gejolak harga naik turun di pasar. Jadi ini dipengaruhi langsung oleh kondisi ekonomi negara atau saat ada momen tertentu.

Pada musim tertentu, harga sembako bisa naik turun

Pada saat musim lebaran misalnya, harga sembako cenderung sensitif. Polanya naik turun tanpa sebab yang jelas.

Pesaingnya lumayan banyak

Dalam radius 1 kilometer di daerah Anda, ada berapa pemilik usaha toko sembako / kelontong?

Biasanya, toko seperti ini pesaingnya sangat banyak. Bahkan dalam 1 blok di perumahan, bisa jadi ada 3 orang yang jualan. Belum lagi satu kampung, bisa jadi ada puluhan, bahkan ratusan.

Kiat sukses usaha kelontong untuk pemula

Meski saingannya banyak dan ada risiko lain yang menghampiri, bisnis ini nyatanya tetap bisa memberikan penghasilan tambahan. Jadi, kalau Anda adalah pemula dalam dunia bisnis, coba ikuti kiat sukses di bawah ini agar produknya bisa laku keras:

  1. Atur lokasi toko supaya bisa dekat dengan para pelanggan dengan akses yang mudah.
  2. Pastikan produk yang dijual lengkap. Minimal ada sembako (kebutuhan sehari-hari), gas LPG, dan galon.
  3. Layanan adalah kunci. Sebab dari layanan yang brilian muncul pelanggan-pelanggan yang loyal.
  4. Bekerja samalah dengan supplier agar bisa tahu saat ada kenaikan dan penurunan harga. Cari supplier yang mau memberikan harga termurah agar Anda bisa memainkan harga dan mendapatkan laba.
  5. Jangan mengambil keuntungan terlalu tinggi. Cek harga normalnya di pasar atau cari toko yang paling ramai di daerah Anda lalu samakan harganya.
  6. Promosikan via grup PKK/RT dan langsung ke rumah-rumah tetangga. Pastikan mereka tahu bahwa Anda jualan. Minimal tetangga kanan kiri sebanyak 100 KK tahu tentang bisnis yang Anda jalankan saat ini.
  7. Bersikap baiklah dengan tetangga dekat. Ini adalah kunci yang paling penting dalam kesuksesan sebuah usaha.
  8. Memanfaatkan teknologi dengan menjadi agen BRI link, mitra bukalapak, atau penjualan-penjualan online. Siapa tahu dengan fasilitas ini, toko Anda jadi unik sehingga bisa diingat oleh warga sekitar.
  9. Atur desain toko kelontong dengan baik dan rapi.

Selain kiat-kiat dan tips membuka usaha kelontong untuk pemula di atas, masih banyak lagi hal lain yang perlu disiapkan. Berimprovisasilah sambil belajar pelan-pelan.

Kami telah merumuskan 5 pilar utama yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan sebelum membuka warung sembako, yakni:

  1. Keahlian.
  2. Lokasi usaha.
  3. Modal.
  4. Pemasaran.
  5. Persaingan.

Berikut ini ulasan lengkapnya:

Keahlian atau skill

Meski sepertinya hanya jualan biasa, bisnis ini membutuhkan keahlian. Khususnya dalam hal berkomunikasi dengan para pelanggan agar layanan yang diberikan bisa maksimal.

Pilihan lokasi usaha

Lokasi yang dipilih harus strategis, mudah dijangkau, dan diakses. Kecuali jika memang dananya minim, maka sebaiknya dilakukan di rumah dengan memaksimalkan kebutuhan para tetangga.

Modal usaha

Besaran modal yang dikeluarkan harus ditentukan di awal. Sebab ini akan mempengaruhi skala usaha Anda. Apakah akan menjadi modern, grosir, atau warung sembako sederhana. Berikut penjelasannya:

Usaha toko kelontong sederhana

Bila bisnisnya di rumah dan hanya menyasar para tetangga, maka pilihan ini cocok untuk Anda. Modalnya juga tak terlalu besar. Sekitar 5 juta rupiah sudah cukup untuk membuka usaha ini.

Usaha toko kelontong grosir

Modalnya sudah lumayan besar. Untuk membuka toko ini, Anda harus menyiapkan lokasi di area pinggir jalan raya sehingga para pelanggan yang datang untuk membeli barang bisa memarkir kendaraannya dengan nyaman.

Hal ini karena toko grosir biasanya dipakai untuk kulakan oleh warung-warung yang skalanya lebih kecil di sekitarnya.

Usaha toko kelontong modern

Modal usaha toko kelontong modern

Warung ini modalnya juga besar. Pertama, karena produk yang dijual harus lengkap. Kedua, usaha toko sembako ini harus ditata menyerupai minimarket. Jadi, konsepnya pembeli bisa mengambil sendiri produk yang ingin dibeli kemudian membawanya ke kasir.

Pemasaran

Pemasaran produk rumahan biasanya dari mulut ke mulut. Apalagi jika penjualannya dilakukan di desa. Mereka cenderung mau memberikan testimoni dan rekomendasi ke tetangga lainnya untuk beli di toko A, B, atau C bila merasa puas dengan layanan dan produk yang dijual.

Karena hal inilah warung sembako skala kecil menjadi salah satu peluang usaha yang cocok di desa.

Persaingan

Siasati persaingan ini dengan tetap berikhtiar dan lakukan persaingan yang sehat. Ini secara tidak langsung akan memberikan dampak positif buat usaha toko sembako Anda.

Modal dan analisa bisnis usaha toko kelontong / sembako

Berikut ini adalah perhitungan modal dan analisa bisnisnya. Perhitungan ini bersifat umum, bukan perhitungan yang mendetail.

Modal dan analisa bisnis usaha toko kelontong sembako

Isi warung sembako

Sebelum mulai menentukan modal, terlebih dulu Anda harus tahu produk yang akan dijual di toko tersebut. Beberapa pilihan produk yang bisa dijual adalah beras, gas LPG, galon, minyak goreng, gula pasir, telur, jajan anak-anak, dll.

Semua isi ini bisa dilengkapi secara bertahap. Pada masa awal, silakan lengkapi yang diperlukan setiap hari dulu.

Perhitungan modal dan analisa BEP

Perhitungan modal awal khusus untuk usaha rumahan (tidak butuh sewa tempat) terdiri dari peralatan dan kulakan isi warung sembako.

Misalkan untuk membuat etalase, timbangan, meja, dan kantong plastik dibutuhkan modal 1-2 juta. Sedangkan warungnya diisi dengan produk senilai 3 juta. Maka jelas secara total modalnya adalah 5 juta saja.

Dengan modal ini, analisa BEP-nya sebagai berikut:

Misalnya pendapatan per hari adalah Rp 300.000,-, maka pendapatan per bulannya adalah Rp 9.000.000,- kemudian biaya pokok sembako per hari adalah Rp 240.000,-, maka dalam sebulan harus mengeluarkan uang senilai Rp 7.200.000,-.

Artinya dalam sebulan laba yang didapatkan adalah Rp 9.000.000 – Rp 7.200.000 = Rp 1.800.000,-

Dengan laba ini, modal akan kembali hanya dalam waktu 3 bulan saja.

Terakhir, perlu diingat bahwa perputaran uang dalam usaha toko sembako / kelontong ini sangat cepat. Setelah kulakan, produk terjual, harus kulakan lagi dengan item yang berbeda-beda. Jadi, kadang rasanya seperti tidak memegang uang karena uangnya sudah jadi barang semua.