Peluang Usaha Ternak Lele Pemula di Rumah Laba 2 Jt/Bulan

Coba perhatikan area rumah Anda, berapa jumlah warung makan? Hitung lagi berapa yang menyediakan lauk atau lalapan pecel lele? Di sekitar sini, lebih dari 50%. Artinya, usaha ternak lele sangat menjanjikan karena pembelinya banyak.

Selain restoran, pelanggan lainnya juga berasal dari ibu rumah tangga dan para penjual sayur keliling yang akan menjualnya lagi.

Lalu bagaimana caranya?

Budidaya lele dapat dimulai oleh siapa saja. Pemula yang 0 pengetahuan perikanan juga bisa. Yang penting ketekunan.

Peluang Bisnis Budidaya / Ternak Lele

  Peluang Usaha Ternak Lele untuk Pemula di Rumah

Selain karena jangkauan konsumennya yang luas, ada banyak alasan lainnya untuk menjadi peternak lele.

  1. Konsumennya luas. Pembeli datang dari berbagai elemen. Tengkulak, penjual di pasar, pemilik rumah makan, tukang sayur, dan ibu rumah tangga.
  2. Ikan lele banyak penyukanya. Saking banyaknya, sampai ada pengusaha yang membuat waralaba pecel lele dan sukses besar.
  3. Kandungan gizinya lumayan tinggi, terutama protein.
  4. Bisa memulai dengan modal kecil jika menggunakan sistem kolam terpal karena luas kolam menyesuaikan jumlah bibit yang mau diternak.
  5. Bisa dimulai dari halaman rumah seluas 3×3 m.

Resiko Usaha Ternak Lele

Adapun risiko bisnis yang sering menjadi kendala adalah :

  1. Usia panen 3 bulan. Hal ini relatif. Namun, jika dibandingkan dengan usaha ternak ayam potong misalnya, maka usia panen ikan lele jadi lebih lama 50-60 hari.
  2. Budidaya ikan butuh perawatan yang telaten. Jadwal pemberian makan dan obat-obatan harus tepat waktu. Kalau kebanyakan memberi pakan, bisa kegemukan ikannya dan tidak laku dijual.
  3. Kolam butuh perawatan ekstra. Jika tidak hati-hati ikannya menjadi amis dan ikannya juga ikut amis.
  4. Lele ada yang bersifat kanibal. Ikan yang kecil akan kalah dan dimakan ikan besar. Harus rajin memilih dan mengelompokkan sesuai usia dan ukurannya.
  5. Pesaingnya banyak. Tapi sebanding dengan jumlah konsumennya yang melimpah.

Strategi Bisnis Peternakan Lele

Pemilihan Kolam

Ada 3 tipe kolam ikan lele. Kolam tanah, kolam semen, dan kolam terpal. Untuk ternak lele pemula non pengalaman, ada baiknya memilih kolam terpal. Bisa memakai tipe standar, bisa juga yang bioflok.

Kolam Terpal Bioflok untuk Budidaya Ikan Lele

Keunggulan kolam bioflok adalah kebersihan air terjaga karena ada sistem pembuangan kotoran dan aerasi air. Ikan lele juga lebih bersih dan tidak berbau amis.

Biayanya juga tidak terlalu besar dan bisa dipindah. Selain itu, perawatannya juga lebih mudah. Baik untuk merawat dari bau amis, maupun kotoran dan jamur di kolam.

Pemilihan Bibit

Rata-rata pemilik usaha ternak lele menggunakan bibit dengan ukuran 4 cm. Namun Anda bisa memilih yang lebih kecil mulai 2 cm, atau yang lebih panjang sampai 7 cm.

Pemilihan bibit ini akan mempengaruhi berapa lama jangka waktu panen Anda.

Pertumbuhan Ikan

Anda perlu memantau perkembangan ikan dengan seksama. Segera pisahkan ikan yang ukurannya kecil karena pasti akan kalah dan dimakan yang besar.

Berikan obat dan vaksinasi secara teratur agar bebas dari penyakit.

Penjualan

Umumnya, usia panen adalah 3 bulan. Namun, ada beberapa peternak yang memilih menjualnya di usia 2 bulan.

Alasannya karena kebutuhan pasar. Banyak pembeli yang lebih menyukai lele ukuran sedang. Mereka agak “gimana gitu” kalau memakan ukuran jumbo.

Jadi, Anda perlu memantau juga. Seperti apa ukuran ikan lele yang banyak disukai masyarakat sekitar.

Analisis Bisnis dan Simulasinya

Analisa Usaha Ternak Lele Cepat Balik Modal

Sebagai contoh simulasi dan analisa usaha ternak lele, akan disajikan sebuah perhitungan dengan skala 1 kolam terpal. Asumsi yang digunakan yaitu tanpa sewa/beli tanah karena memakai halaman rumah yang menganggur, tanpa karyawan, usia panen 3 bulan, dan 20% lele tidak bisa dijual karena mati dan tidak layak.

Investasi Awal dan Modal Usaha Ternak Lele

Berikut ini adalah rincian modal yang perlu Anda keluarkan untuk membuat 1 buah kolam ikan lele dengan terpal.

  1. Kolam terpal bioflok lingkaran (terpal, bambu, paku, plastik, aerasi) diameter 3 m, tinggi 1,2 m : Rp 2.205.000,-.
  2. Sistem pipa air : Rp 215.000,-.
  3. pompa air di sini : Rp 565.000,-.
  4. Peralatan (Bak, Jaring, Selang, Sikat, Tali, dll) : Rp 215.000,-.

Total investasi awal yang harus Anda siapkan untuk membangun tempat budidaya ikan ini adalah Rp 3.200.000,-. Ini belum termasuk beli bibit karena Anda harus membelinya lagi setiap kali siklus dimulai.

Biaya Operasional

Pada bagian ini akan dijelaskan seluruh elemen biaya yang perlu Anda belanjakan setiap memulai ternak. Alokasinya untuk 3 bulan pemakaian dengan alasan siklus 1 kali panen membutuhkan waktu 90 hari.

Apa saja?

  1. 5000 Ekor bibit Lele 3cm @ Rp 175 = Rp 875.000,-.
  2. 300kg Pelet Pakan Ikan Lele @ Rp 9.000/kg = Rp 2.700.000,-.
  3. Obat = Rp 245.000,-.
  4. Listrik Rp 80.000/bulan x 3 bulan = Rp 240.000,-.
  5. Penyusutan kolam dan peralatannya untuk 3 tahun pemakaian, Rp 89.000/bulan x 3 bulan = Rp 267.000,-.

Jumlah biaya operasional adalah Rp 4.327.000,-. Ingat, ini tanpa gaji karena Anda sendiri yang akan menangani semuanya. Kecuali jika Anda langsung membuat 15 kolam, maka mengangkat karyawan bantu sangat disarankan.

Jadi, untuk memulai pertama kali, besarnya kebutuhan dana yang perlu Anda rogoh dari tabungan adalah senilai investasi awal ditambah operasional pertama kali yaitu Rp 7.527.000,-.

Pendapatan

Pada simulasi perhitungan ternak lele ini diputuskan bahwa lele akan dijual di usia 3 bulan dan total ikan yang dapat dijual sejumlah 4000 ekor. Isi lele per kg adalah 8 ekor. Sehingga total pendapatannya :

4000 ekor : 8 ekor x Rp 25.500 = Rp 12.750.000,-.

Sedangkan laba bersih yang akan Anda peroleh adalah :

Rp 12.750.000 – Rp 7.527.000 = Rp 5.223.000,-.

Atau jika dirata-rata setiap bulan, maka untung bersihnya adalah Rp 1.741.000,-. Keuntungan ternak lele 1000 ekor adalah Rp 1.044.600,-.

Estimasi BEP

Asumsikan bahwa perolehan laba Anda stabil di Rp 5.223.000,- setiap panen, maka break event point (balik modal) dari investasi awal akan tercapai tepat di siklus panen pertama Anda atau dibulan ke-3.

Ulangi 3 sampai 4 kali panen dan simpan keuntungannya untuk membuat kolam lagi di tahun berikutnya. Maka ditahun ke-2, Anda sudah bisa membuat 3 kolam budidaya lele bioflok baru.

Jika Anda melakukannya lagi (terus menginvestasikan kembali laba ke usaha budidaya lele) selama 5 tahun, maka di awal tahun ke-5 Anda sudah memiliki 121 kolam baru yang siap Anda nikmati hasilnya.

Tentu, itu hanya perhitungan matematis yang bisa terjadi tanpa Anda mengambil sepeser pun uang untuk dimakan. Jika memasukkan unsur kehidupan manusia yang penuh kebutuhan dadakan, di tahun ke-5 Anda bisa memiliki 30-50 kolam lele.

Nah, jika Anda lagi bingung mencari usaha karena belum ada pekerjaan atau baru saja kena PHK karena pandemi, maka peluang usaha ternak lele ini menjadi pilihan yang jitu untuk dikerjakan di rumah. Di kota bisa, bisnis di desa juga oke. Simulasi di atas juga cocok untuk pemula dan sudah disesuaikan dengan harga kekinian tahun ini.