Usaha Ternak Sapi, Modal Puluhan Jadi Miliaran Saat Qurban

Modal usaha ternak sapi memang tak kecil. Tapi bila sudah masanya, Anda bisa panen miliaran uang per bulan. Kisah sukses ini bahkan sudah dibuktikan oleh seorang warga Malaysia yang hanya lulusan SD.

Untuk memulai usaha apa pun, kunci utamanya adalah ulet dan mau bekerja keras. Ketelatenan dan kerendahan hati adalah kunci untuk mencapai sukses di bidang bisnis.

Tak peduli sekecil atau sebesar apa pun modal usahanya. Bila dijalankan setengah-setengah, hasilnya juga tidak akan maksimal.

Sebaliknya, bila bisnisnya dijalankan dengan kesungguhan hati, maka hasilnya juga akan mengikuti demikian. Sungguh usaha tak pernah mengkhianati hasilnya.

Begitu juga dengan bisnis ternak sapi, yang bisa dijalankan dalam dua pilihan utama. Pertama, ternak sapi perah untuk diambil susunya. Kedua, ternak sapi potong untuk diambil dagingnya.

Dari kedua opsi ini, banyak kisah sukses yang datang dari para pebisnis sapi potong. Mereka bisa mengembangkan dari satu hingga ratusan sapi dengan keuntungan yang awalnya hanya dalam hitungan juta, kini sudah mencapai miliaran.

Oleh karena itu, pembahasan kita kali ini akan fokus pada sapi potong. Selamat menyimak.

Peluang Usaha Ternak Sapi yang Menjanjikan

Jika dilihat secara sekilas, bisnis ini memang membutuhkan modal yang tak kecil. Bayangkan saja, untuk membeli satu ekor sapi saja dibutuhkan uang jutaan rupiah. Meski begitu, saat modal yang dikeluarkan bisa diputar dengan lancar, peluang untungnya juga besar.

 Peluang Usaha Ternak Sapi yang Menjanjikan

Beberapa alasan kenapa anda harus menjadi peternak sapi adalah:

  1. Profit marginnya cukup besar.
  2. Peminatnya memiliki kelas khusus dan harganya juga mahal.
  3. Bisa dijual langsung ke perorangan dengan sistem pesan atau ke pedagang daging di pasar (tengkulak-tengkulak lainnya).
  4. Perawatannya sangat mudah, cukup dikasih makan rumput dan dibersihkan kandangnya.
  5. Untuk menghasilkan jutaan rupiah, tak perlu punya banyak sapi. Jadi, bisa dimulai dari usaha yang kecil.
  6. Bisa dikawin suntik dengan biaya yang relatif kecil.

Itulah beberapa peluang yang bisa dikembangkan dari bisnis ini.

Resiko Usaha Ternak Sapi

Selain peluang di atas, sebagai pebisnis Anda juga harus siap dengan resiko yang mungkin terjadi. Di antara risiko bisnis ternak sapi adalah:

  1. Modal yang cenderung besar.
  2. Harus menyiapkan kandang yang lumayan besar, kecuali mau memulainya dari skala kecil dulu.
  3. Pas musim kemarau kadang sulit mencari pakan rumput.
  4. Pengendalian penyakit yang harus dilakukan dengan intensif.

Itulah beberapa resiko yang harus diantisipasi sebelum Anda memulai usaha ternak sapi.

Strategi Bisnis Peternakan Sapi

Strategi Bisnis Peternakan Sapi

Setelah melihat beberapa peluang dan resiko di atas, Anda harus melakukan beberapa trik strategi supaya bisnis ini berhasil. Berikut ini adalah strategi yang dapat dilakukan:

Pemilihan jenis sapi

Sebelum memulai bisnis, ada beberapa jenis sapi pedaging di Indonesia yang menjadi pilihan karena populer dan kualitasnya baik, di antaranya adalah:

  1. Limousin, jenis sapi ini berasal dari luar negeri namun mampu hidup di iklim tropis Indonesia. Jenis pertama ini dikenal dengan dagingnya yang banyak sehingga banyak yang suka.
  2. Brahman, jenis kedua ini memiliki ciri tubuh yang bongsor, gendut, atau besar. Warnanya mayoritas kecokelatan dengan pertumbuhan daging yang sangat cepat. Selain limousin, brahman juga jadi pilihan sebagian besar orang.
  3. Madura, sapi ini memiliki pertumbuhan yang lambat. Meski begitu, bila tujuannya untuk menambah keuntungan, sapi ini cukup bisa diandalkan.
  4. Bali, hal yang dapat diandalkan dari jenis ini adalah kualitas dagingnya yang lembut dan tidak mengandung banyak lemak. Selain itu, kemampuan adaptasinya juga bagus sehingga cukup mudah diternak di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya wilayah timur Indonesia.

Setelah memahami beragam jenis sapi di atas, seorang peternak harus memilih mana yang paling menguntungkan karena bisa menghasilkan banyak daging.

Memilih lahan dan persiapan konsep kandang

Jika sudah memilih jenisnya, sekarang saatnya memilih lokasi usaha ternak sapi yang luasnya sudah disesuaikan dengan jumlah sapinya.

Kalau memang di awal masih memakai sedikit sapi, maka pertimbangkan untuk memilih area luas agar nantinya kalau sudah berkembang biak Anda tak perlu mencari lahan tambahan.

Lagi pula, saat mempersiapkan lahan Anda juga harus menghitung bagaimana konsep kandangnya. Mulai dari tempat pemberian pakan, pembuangan kotoran, hingga sanitasi lainnya.

Sebaiknya, pilihlah lahan yang jaraknya lumayan jauh dari penduduk (minimal diberi jarak 10 meter) agar tidak mengganggu lingkungan. Cocoknya dijadikan sebagai bisnis di pedesaan.

Pembuatan kandang

Perhatikan pembuatan kandang, apakah sejajar atau berhadap-hadapan. Ini berkenaan dengan bagaimana nanti perawatannya.

Saat membuat kandang, pastikan bahwa sirkulasi udaranya bagus sehingga mereka bisa mendapatkan cahaya, lokasi tak lembap, dan nyaman agar mereka selalu sehat.

Pemilihan bibit unggul

Pilihlah sapi yang bagus dan berkualitas dengan ciri di bawah ini:

  1. Matanya jernih dan cerah.
  2. Tidak ada lendir di sekitar hidung yang menandakan tak ada gangguan pernafasan.
  3. Kulit atau bulunya tidak rontok.
  4. Kukunya tak panas bila disentuh.
  5. Cek bagian dubur, pastikan dia tidak sedang sakit perut atau menunjukkan gejala diare.

Pemberian pakan

Makan rumput sebenarnya cukup untuk nutrisi usaha ternak sapi. Tapi bila tujuannya untuk mendapatkan dagingnya dengan cara menggemukkan, Anda butuh pakan lainnya seperti ampas tahu, kulit kacang kedelai, kulit nanas, atau yang lainnya.

Makanan-makanan yang mengandung konsentrat mampu membuat daging tumbuh dengan cepat sehingga hewannya bisa gemuk dalam waktu yang relatif singkat.

Yang perlu diperhatikan adalah ukuran pakan yang diberikan. Akan sangat baik jika ukurannya 2,5% dari berat total sapinya.

Selain pakan, siapkan juga vitamin, protein, dan mineral tambahan untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak sehingga tidak mudah sakit.

Perawatan sapi

Rawat sapi secara teratur. Bila ada yang baru, silakan dikarantina dulu sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam kandang bersama yang lainnya. Jangan lupa beri vaksinasi agar tidak terserang cacing.

Pemeliharaan ternak yang baik dan benar

Pelihara sapi dengan baik. Kotorannya jangan langsung dibuang. Jadikan pupuk kompos sehingga bisa menambah penghasilan.

Bagaimanapun, kotoran ini terus ada setiap hari sehingga pasokan pupuknya juga bertambah setiap harinya.

Analisis Bisnis dan Simulasinya

Analisa usaha kali ini menyajikan usaha ternak sapi potong di perkampungan secara mandiri.

Analisis Bisnis dan Simulasi Usaha Ternak Sapi

Investasi Awal dan Modal Usaha Ternak Sapi

  • Beli sapi : Rp 10.000.000,- x 5 = Rp 50.000.000,-.
  • Sewa Tanah : Rp 4.000.000,- per tahun.
  • Membuat kandang : Rp 7.000.000,-.
  • Peralatan (tempat makan minum, pembersih, selang, timba, dll) : Rp 1.200.000,-.

Jumlah Rp 62.200.000,-

Biaya Operasional

Biaya untuk penggemukan sapi atau perawatannya:

  • Makanan tambahan senilai Rp 15.000,- per hari, sebulan Rp 450.000,-.
  • Konsentrat Rp 100.000,- per hari, sebulan Rp 3.000.000,-.
  • Vaksin Rp 15.000,- per hari, sebulan Rp 450.000,-.
  • Vitamin sekitar Rp 20.000,- per hari. Sebulan Rp 600.000,-.
  • Obat sekitar Rp 20.000,- per hari. Sebulan Rp 600.000,-.
  • BBM, air, listrik, dll misalnya Rp 1.000.000,-.
  • Kawin dianggarkan Rp 150.000,-
  • Biaya lain-lain Rp 300.000,-.

Jumlahnya Rp 6.550.000,-.

Total modalnya adalah Rp 62.200.000 + Rp 6.550.000,- = Rp 68.750.000,-.

Pendapatan

Sapi bisa dikembangkan selama sekitar 6 sampai 12 bulan. Bisa juga memakan waktu sekitar 3 tahun jika memang bibit yang diambil masih kecil.

Dengan perkiraan sapi siap jual setelah 6 bulan, maka pendapatannya adalah:

  • Misalnya satu ekor sapi dihargai Rp 25.000.000,-, dikali 5 = Rp 125.000.000,-.
  • Kotoran sapinya 20 kg per hari x 30 x 5 ekor = 3.000 kg.
  • Dengan estimasi harga per kg kotorannya adalah Rp 1.500,-, maka kotorannya akan mendapatkan uang sebesar 3.000 x Rp 1.500,- = Rp 4.500.000,-.
  • Dengan demikian, total pendapatannya adalah Rp 129.500.000,-.
  • Keuntungannya adalah Rp 129.500.000,- – Rp 68.750.000,- = Rp 60.750.000,- per 6 bulan.

Estimasi pendapatan di atas, hanya berlaku jika Anda mulai beternak dengan 5 ekor sapi. Bisa semakin banyak jika ternaknya banyak.

Anggap saja jumlahnya 20, maka dalam 6 bulan ada sekitar 1,2 Milyar rupiah. Inilah yang dilakukan oleh pria asal Malaysia dengan 19 ekor sapinya yang diawali dengan jumlah ternak yang kecil.

Estimasi BEP

Dengan perhitungan sederhana di atas, maka BEP akan terjadi di bulan ke-7 bila Anda memelihara 5 ekor sapi.

Terakhir, modal awal bisnis ini memang tinggi, tapi hasilnya besar. Kalau mau mengawali bisnisnya dari modal yang rendah dan panennya cepat bisa coba usaha ternak lele dulu.

Itulah trik, strategi, dan perhitungan modal usaha ternak sapi. Perhitungan di atas hanya estimasi dan bisa jadi keliru karena ada perbedaan rentang harga dan kebutuhan-kebutuhan tertentu.