Analisa Usaha Penggergajian Kayu Beromzet Puluhan Juta

Tidak banyak pesaing dan peluangnya menjanjikan, itulah usaha penggergajian kayu. Bisnis ini cocok dilakukan di desa, di mana upah karyawan dan sewa tempat tak terlalu besar.

Artinya, apabila dijalankan dengan benar, perhitungan modalnya sangat kecil tapi perolehan pendapatannya sangat besar. Itulah yang membuat usaha ini direkomendasikan buat para pemula atau pengusaha profesional yang sedang mencari ide bisnis terbaru.

Namun perlu diketahui bahwa di balik keuntungan besar yang ditawarkannya, usaha ini ternyata juga memiliki tantangan yang cukup berat. Bila tantangan ini mampu dilewati dengan baik, seluruh peluang usahanya baru dapat dimaksimalkan dengan baik pula.

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai peluang, tantangan, strategi, dan analisa modal bisnis penggergajian kayu. Simak sampai akhir bila tertarik menjalankan bisnis ini.

Peluang usaha penggergajian kayu

Lewat ringkasan ulasan di atas tentu dapat digambarkan betapa peluang usaha ini cukup menjanjikan, apalagi bila dijalankan di desa.

 Peluang usaha penggergajian kayu

Namun agar lebih yakin, berikut ini disajikan beberapa poin yang membuat bisnis ini akan mudah berkembang dan mendatangkan rupiah dalam jumlah banyak buat para pelakunya:

Minimnya persaingan

Sampai saat ini, masih banyak orang yang memandang bisnis ini sebelah mata. Itulah mengapa tak banyak orang yang menjadi pelaku usahanya.

Artinya, sampai kini usaha penggergajian kayu ini hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu saja sehingga persaingannya sangat kecil.

Saking minimnya, dalam satu kecamatan mungkin hanya ada satu sampai dua orang yang membuka usaha ini. Hal ini tentu jauh berbeda dengan usaha ternak atau budidaya yang sangat ramai peminat. Bahkan bisa puluhan orang dalam satu kecamatan.

Sebagai contoh, bisnis budidaya yang cukup banyak peminatnya adalah budidaya jamur tiram.

Pangsa pasar yang luas

Karena minimnya persaingan, seluruh masyarakat yang ada di desa dapat dimaksimalkan untuk diri sendiri. Tak perlu berbagi dengan orang.

Padahal, masyarakat desa biasanya perlu melakukan pemotongan kayu untuk renovasi rumah pribadi. Atau kadang, panggilan pemotongan kayu juga datang dari kalangan corporate. Di mana pemotongan kayu wajib dilakukan sebelum kayu-kayunya dibawa ke kota untuk diproduksi menjadi berbagai macam perabot, kusen, dll.

Modalnya cenderung kecil

Banyak yang mengira bahwa mesin pemotong kayu harganya sangat mahal sehingga takut untuk mencobanya. Padahal dari pantauan kami, alat-alat ini dapat dibeli secara online dan harganya tidak terlalu mahal.

Upah penggergajian yang tergolong mahal

Upah penggergajiannya juga tergolong mahal dan dihitung berdasarkan volume kubik kayu yang digergaji. Kadang, diterapkan juga sistem borongan namun nominalnya juga mencapai jutaan rupiah untuk satu pelanggan saja.

Mudah dikembangkan ke usaha lain

Usaha ini dapat dikembangkan ke bisnis lainnya dengan cepat dan mudah. Anda tinggal pilih, hanya mau menerima jasa di rumah atau menerima pemotongan kayu ke rumah-rumah (door to door).

Selain itu, bisnis ini juga dapat dikembangkan ke perusahaan mebel, yakni pembuatan perabot-perabot rumah, pembuatan kusen, dll.

Tantangan dan resiko bisnis jasa penggergajian kayu

Selain peluang di atas, Anda harus menyiapkan diri akan kemungkinan resiko dan tantangan yang akan dihadapi. Berikut ini disajikan beberapa hal krusial yang harus diperhatikan:

  1. Kayu merupakan benda yang dilindungi di Indonesia karena berhubungan dengan hutan. Maka dari itu, sebaiknya Anda mencari izin untuk melakukan bisnis ini agar tetap aman.
  2. Terjadinya kecelakaan kerja bisa berakibat fatal buat para pegawai. Misalnya, tangan terpotong.
  3. Modal boleh kecil, tapi harga perawatan alatnya cukup besar agar performanya dapat terus terjaga.
  4. Untuk mencari pegawai, Anda perlu benar-benar melakukan seleksi. Pertama, carilah yang benar-benar mampu dan berani mengoperasikan alat. Kedua, bersiaplah dengan jumlah peminat yang sedikit.

Itulah beberapa risiko yang harus dihadapi, jadi siapkan strateginya dari sekarang.

Strategi usaha penggergajian kayu agar sukses

Strategi usaha penggergajian kayu agar sukses

Dapat diamati dalam tantangan di atas, bahwa mayoritas resikonya datang dari faktor luar. Maka dari itu, yang perlu dilakukan adalah melakukan strategi dan cara di bawah ini:

Pilih mesin yang terbaik

Tanpa mesin, usaha ini tidak akan berjalan dengan baik. Maka dari itu, penting sekali untuk menemukan mesin yang awet dan berkualitas. Salah satu tujuannya adalah agar biaya perawatan tidak menguras kantong.

Seleksi karyawan yang memiliki kecakapan dan keberanian

Pilihlah karyawan terbaik yang mudah belajar dan berani melakukan semua hal dengan sangat baik. Pastikan mereka tahu cara bekerja dengan alat-alat yang dibutuhkan dan dapat merawat alatnya.

Untuk menyiasatinya, Anda bisa membagi tugas para karyawan. Mana yang khusus untuk memotong kayu, mana yang tugasnya mengangkat kayu, dll. Jadi, job desc mereka jelas.

Melakukan reboisasi untuk turut merawat hutan Indonesia

Selain mendapatkan izin, Anda juga bisa menyumbang tanaman berkambium pada dinas hutan terkait. Dengan begini, Anda berarti turut menjaga agar hutan tidak gundul.

Promosi

Meski minim persaingan bukan berarti Anda dapat santai tanpa promosi. Bagaimanapun, Anda harus dikenal oleh orang dari desa-desa lain secara luas.

Maka dari itu, silakan manfaatkan sosial media dan lakukan promosi secara masif agar saat pelanggan butuh jasa penggergajian kayu, mereka dapat langsung menghubungi nomor HP Anda.

Pelayanan yang maksimal

Memberikan pelayanan terbaik akan memberikan dampak luar biasa ke depan.

Misalnya, Anda pernah dipanggil ke salah satu rumah di salah satu desa. Apabila mereka merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, mereka tak akan segan merekomendasikan kepada orang di kampung tersebut.

Hal ini berlaku juga untuk perusahaan yang bekerja sama dengan Anda. Jadi, berikan pelayanan terbaik agar mudah diingat orang.

Analisa usaha gergajian kayu: modal, pendapatan, dan BEP

Analisa usaha gergajian kayu modal, pendapatan, dan BEP

Selanjutnya mari bahas secara sekilas bagaimana perhitungan modal, pendapatan, dan proses balik modalnya. Apakah BEP-nya cepat atau tidak? Temukan jawabannya dalam analisa dan perhitungan di bawah ini:

Modal usaha penggergajian kayu

Modal utama yang diperlukan untuk menggergaji kayu adalah alat atau mesin. Selain itu, diperlukan juga tempat usaha yang cukup jauh dari pemukiman karena suara mesin yang bising kadang mengganggu banyak orang.

  • Alat dan perlengkapan (circular, chain, table saw, dll.) Rp 10.000.000,-.

Modal di atas sudah cukup untuk membeli beberapa mesin. Misalnya chain yang dapat digunakan untuk memotong kayu glondongan dan table saw yang bisa memotong kayu jadi balok-balok.

Selanjutnya, siapkan biaya bulanannya:

  • Perawatan bulanan untuk mesin Rp 2.000.000,-.
  • Sewa tempat Rp 7.200.000,- : 12 = Rp 583.500,-.
  • Gaji karyawan @ Rp 2.500.000,- x 3 = Rp 7.500.000,-.
  • Transportasi Rp 1.000.000,-.
  • Lain-lain Rp 500.000,-.

Secara total, uang bulanan yang dibutuhkan adalah Rp 11.583.500,-.

Total modal awal yang dibutuhkan plus biaya investasi adalah Rp 21.583.500,-.

Pendapatan dan keuntungan penggergajian kayu

Dengan estimasi orang yang menggergaji per bulan ada 10 orang, masing-masing memberikan upah borongan Rp 8.000.000,- untuk 2-3 hari pengerjaan full. Maka berikut ini adalah omset yang akan diperoleh:

Rp 8.000.000,- x 10 = Rp 80.000.000,-.

Dengan omset 80 juta per bulan, Anda akan mendapatkan laba bulanan sekitar:

Rp 80.000.000,- – Rp 11.583.500,- = Rp 68.416.500,-.

Jumlah keuntungan di atas tentu saja menggiurkan. Anda bisa langsung beli alat yang lebih besar dan berkualitas untuk mengembangkan usahanya. Jangan lupa tambahkan juga pegawai-pegawai yang cakap.

BEP (break event point)

Dari perhitungan di atas, usaha pengolahan kayu ini ternyata dapat mengembalikan modal dengan cepat, bahkan langsung di bulan pertama.

Demikian analisa usaha penggergajian kayu. Perhitungan di atas bisa berubah sewaktu-waktu tergantung hal-hal yang terjadi di lapangan. Jadi, teruslah berusaha dengan telaten dan selalu berikan yang terbaik agar berhasil.