Budidaya Jamur Tiram, Modal <2 Juta Omset 4 Jutaan

Siapa sangka jika dengan budidaya jamur tiram seseorang bisa mendapatkan omset jutaan rupiah. Padahal, modal awalnya sangat sedikit, yakni kurang dari 2 juta rupiah.

Kalau Anda baru mau mulai terjun ke bisnis pembudidayaan, maka usaha jamur tiram ini sangat direkomendasikan.

Salah satu alasannya adalah karena pangsa pasarnya luas. Jamur tiram merupakan salah satu olahan yang sangat digemari, tak hanya di kota tetapi juga di desa.

Tanaman ini dapat diolah menjadi camilan (jamur crispy) hingga sayuran (oseng-oseng). Anda dapat menjualnya langsung ke end-user (pengguna terakhir seperti ibu rumah tangga) atau membuat koneksi untuk menjualnya dengan sistem partai besar ke pengepul.

Apapun pilihan yang Anda ambil, yang jelas bisnis ini akan mendatangkan rupiah jika dilakukan dengan cara yang benar.

Maka dari itu, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan ringkasan mengenai peluang, tantangan, strategi dan cara, serta perhitungan modal awal yang perlu dikeluarkan sampai estimasi BEP-nya.

Jadi, kalau Anda masih semangat membudidayakannya, silakan simak ulasan ini sampai selesai.

Peluang usaha budidaya jamur tiram

Sebagaimana diulas sekilas dalam pembahasan di atas, bisnis ini memang cukup menguntungkan mengingat pangsa pasarnya yang luas.

 Peluang usaha budidaya jamur tiram

Nah selain alasan tersebut, di bawah ini ditulis beberapa daftar alasan kenapa Anda harus memilih jamur tiram sebagai pilihan budidaya yang menjanjikan kini dan di masa depan.

  1. Pangsa pasarnya sangat luas dan menjadi salah satu olahan favorit di warung dan rumah tangga.
  2. Masa tunggunya terbilang tidak terlalu lama (dari awal pembibitan sampai siap panen hanya butuh waktu sekitar 4 bulan. Ini pas produktif-produktifnya).
  3. Dapat dilakukan di lahan sempit, bahkan dari rumah sekalipun.
  4. Modal yang diperlukan cenderung sangat kecil sehingga bisa langsung dieksekusi.
  5. Panen bisa setiap hari sehingga perputaran uang atau penghasilannya cukup cepat.
  6. Mudah dikembangkan dari ratusan baglog menjadi ribuan dalam waktu singkat.
  7. Bisa dijalankan sebagai sampingan. Misalnya, oleh ibu rumah tangga sambil mengurus keluarga, karyawan, atau bahkan mahasiswa.

Selain alasan di atas, tentu masih banyak lagi hal lain yang seharusnya dapat membuat Anda makin yakin untuk memulai usaha ini. Kalau mau tahu apa, mulai saja dulu!

Tapi sebelum itu, cek juga kelemahan dan tantangan yang perlu disiapkan solusinya dalam bisnis budidaya ini.

Resiko, tantangan, dan kelemahan budidaya jamur tiram

Resiko, tantangan, dan kelemahan budidaya jamur tiram

Untuk mengambil peluang usaha yang menjanjikan ini, Anda harus siap dengan tantangan dan resikonya. Di antara tantangan, kelemahan, dan risiko tersebut adalah:

  1. Pembuatan baglog harus dilakukan dengan hati-hati dan benar. Jika tidak, bisa jadi akan gagal panen atau hasilnya tidak akan bagus.
  2. Bila jamur sudah berhasil tumbuh, pemilik harus merawatnya dengan baik. Salah perawatan juga akan berimbas pada hasil panen.
  3. Apabila sudah gagal dari awal, maka harus rela kehilangan modal sebab mungkin sudah tidak bisa diperbaiki lagi.
  4. Pengelolaan ruang di musim kemarau yang cukup sulit.
  5. Harganya agak murah yakni Rp 8.000,- – Rp 10.000,- per kg saat dijual.

Dari ulasan resiko di atas, sudah jelas bahwa bisnis ini ditentukan oleh ketrampilan dalam pengelolaannya.

Jadi, Anda memang harus benar-benar mengerti cara budidaya jamur tiram dengan sangat baik. Pelajari dengan membaca artikel, menonton video, atau bertanya langsung pada petani jamur yang sudah sukses.

Untuk dapat menguasai ketrampilan tersebut dibutuhkan ketelatenan. Sama halnya dengan saat seseorang membuka usaha fotocopy, di mana ketelatenan untuk mengelola bisnisnya sangat diperlukan agar berhasil.

Strategi dan cara budidaya jamur tiram di rumah

Strategi dan cara budidaya jamur tiram di rumah

Berikut ini kami sajikan beberapa strategi dan cara mudah supaya bisnis ini benar-benar menghasilkan:

Kuasai teknik budidaya jamur tiram

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menguasai teknik budidaya jamurnya. Mulai dari saat pembuatan baglog, pembibitan, persiapan ruangan, perawatan, hingga cara panennya.

Berikut ini adalah beberapa trik budidaya yang dapat dilakukan:

  1. Siapkan ruang yang aman dari cahaya matahari secara langsung, juga tidak terkena hujan saat musimnya tiba.
  2. Buatlah rak-rak sebagai tempat baglog. Buatlah tingkah 2 sampai 3, letakkan berjajar agar ada lorong untuk perawatan.
  3. Atur dengan benar suhu ruangan sehingga jamur dapat tumbuh dengan baik. Pastikan ruangan tetap lembap tapi tak terlalu basah.
  4. Biasanya, dalam satu rak berisi 70 sampai 80 baglog.
  5. Pilihlah bibit jamur terbaik atau unggul.
  6. Biasanya baglog terbuat dari bekatul, serbuk gergaji kayu, dan kapur. Ada juga yang memakai tepung jagung, dlsb.
  7. Bersihkan kumbung dan rak dari kotoran sebab bagaimanapun jamurnya nanti akan dikonsumsi oleh banyak orang. Jadi, higienis adalah kunci untuk menjaga kualitas produk Anda.
  8. Semprot dengan air dua kali sehari jika memang kelembapannya kurang.
  9. Saat membuat baglog, pastikan dia padat agar pertumbuhan jamurnya baik.
  10. Untuk menjaga lokasi tetap steril, setiap kali masuk ruangan, gunakanlah masker.

Selain hal-hal di atas, Anda juga perlu tahu timeline budidaya jamur tiram sebagai berikut:

  1. Pembuatan baglog biasanya membutuhkan waktu 7 hari.
  2. Inkubasinya 30 hari.
  3. Jamur tumbuh hingga dapat dipanen memerlukan waktu sekitar 80 hari.

Secara total, ada sekitar 117 hari atau mudahnya dibulatkan menjadi 4 bulan.

Promosi dan jalin koneksi

Setelah mengerti caranya untuk budidaya, kini saatnya Anda memikirkan bagaimana pemasarannya. Trik promosi yang dapat dilakukan adalah dengan:

  1. Memasarkan secara online dan offline.
  2. Menawarkan ke tengkulak atau pedagang sayur.
  3. Membawa ke pasar.
  4. Bekerja sama dengan rumah makan, restoran, atau yang lainnya.

Yang paling penting dalam pemasaran adalah menjalin kerja sama dengan para pembeli, tengkulak, dll. Anda juga perlu memastikan alat transportasi siap saat dibutuhkan untuk pengantaran.

Buatlah pembukuan yang jelas

Agar dapat sukses, Anda harus mengatur keuangan dengan sangat rinci. Pembukuan memegang peran penting untuk melihat alur kas masuk dan keluar. Juga memberikan perhitungan secara gamblang mengenai kondisi usaha Anda. Menyangkut modal hingga laba bersihnya.

Rincian modal budidaya jamur tiram, pendapatan, dan estimasi BEP

Selanjutnya, mari kita buat perhitungan dalam usaha ini agar semakin jelas kebutuhan modal dan estimasi baliknya.

Modal yang dibutuhkan

Berikut ini adalah perlengkapan, alat, dan bahan yang diperlukan untuk bisnis ini berikut estimasi harganya:

  • Pembuatan rak untuk meletakkan baglog butuh uang Rp 400.000,-.
  • Termometer Rp 70.000,-.
  • Pembuatan baglog secara lengkap (dedak, pipa, plastik, kapur, dll) Rp 1.100.000,- (minimal 1000 baglog).
  • Air dan listrik Rp 200.000,-.

Secara total, modal awal yang diperlukan adalah Rp 1.770.000,-.

Dengan modal ini, Anda akan memperoleh pendapatan seperti di bawah ini.

Keuntungan budidaya jamur tiram

Asalkan bisa mengelolanya dengan baik dan tahu cara pemasarannya, Anda akan memperoleh keuntungan yang cukup besar.

Misalnya, setiap baglog dalam sekali panen menghasilkan jamur tiram seberat 6 ons. Dengan perhitungan ada yang gagal sebanyak 10%, maka yang bisa dipanen hanya 900 baglog saja.

Dengan begitu, perhitungan pendapatannya adalah 900 x 0,6 kg = 540 kg.

Jika 1 kg dikulak dengan harga Rp 8.000,-, maka hasilnya adalah:

540 x Rp 8.000,- = Rp 4.320.000,-.

Dalam satu periode panen, Anda akan mendapatkan laba atau keuntungan sebesar:

Rp 4.320.000,- – Rp 1.770.000,- = Rp 2.550.000,-.

Padahal, satu baglog bisa dipanen sebanyak 5-8 kali. Kalau sudah tidak produktif, silakan buat jadi pupuk.

BEP

Perhitungan di atas sekaligus menegaskan bahwa jika dilakukan dengan benar, usaha budidaya jamur tiram dapat langsung BEP saat masa panen tiba, yakni di bulan kelima. Jadi, memang sangat direkomendasikan.