Peluang Usaha Ternak Ikan Cupang Serta Analisa Bisnisnya, Untung Hingga Puluhan Juta per Bulan!

Ternak ikan cupang merupakan salah satu bisnis yang berdaya tahan tinggi (sustain) karena banyak orang senang memelihara ikan kecil ini. Pilihan warna yang beragam dan harga yang beragam pula membuat orang senang mengoleksi ikan cupang. Ada yang memelihara untuk koleksi, sebagai hobi, maupun prestise.

Kisaran harganya benar-benar beragam dan menyentuh semua kalangan. Dari cupang murah di kisaran harga puluhan ribu hingga cupang berharga puluhan juta. Selain harganya yang beragam, ikan cupang juga memiliki daya tahan yang cukup kuat dibanding ikan jenis lain. Cupang bisa hidup di tempat dengan volume air sedikit dan tanpa aerator (sirkulasi udara).

Hmm, apa lagi ya kira-kira yang membuat bisnis ikan cupang ini layak menjadi bisnis pilihan? Kali ini, Angkasa akan membahas peluang bisnis ternak ikan cupang, jenis ikan cupang, dan analisa bisnisnya. Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

Peluang Usaha Ternak Ikan Cupang

usaha ternak ikan cupang

Sebelum memulai usaha, mungkin Anda bertanya-tanya apa alasan Anda memilih ternak ikan cupang sebagai bisnis yang Anda lakoni. Selain alasan yang sudah dijelaskan di atas, berikut ini alasan-alasan lain kenapa Anda harus memilih usaha ternak ikan cupang dan risiko dari usaha ternak ikan cupang.

Kenapa Memilih Usaha Ternak Ikan Cupang

Pastinya karena untung dan bisa menjadi ladang pencaharian. Tapi ada alasan-alasan lain yang mungkin membuat Anda tidak sabar memulai bisnis ini, antara lain:

1. Hobi sembari Bisnis atau Bisnis sembari Hobi

Mau hobi sembari bisnis atau bisnis sembari hobi, dua-duanya menguntungkan sekaligus menyenangkan. Dalam bekerja dan berusaha pasti ada tidak enaknya, kerja keras, keringat, dan juga investasi uang dan waktu. Ketika Anda bekerja sembari melakukan hobi, semua tantangan dalam memelihara ikan cupang terasa lebih seru dan menyenangkan karena Anda menikmatinya.

2. Memelihara Ikan Cupang Lebih Mudah Karena Daya Tahan Ikan Cupang yang Tinggi

Seperti yang dijelaskan di atas, ikan cupang memiliki daya tahan yang tinggi. Perawatan ikan cupang cukup low maintenance karena bisa dipelihara di kolam kecil, biaya pakan yang murah, dan cupang tahan tidak makan beberapa hari jadi bisa dikirim ke tempat-tempat yang jauh. Kemudahan perawatan ikan cupang juga menjadi alasan untuk Anda yang tidak ingin memiliki usaha yang “merepotkan”.

3. Tidak Memerlukan Area yang Luas

Tidak seperti budidaya ikan nila, ikan lele, atau ikan konsumsi lainnya, budidaya ikan cupang tidak memerlukan area yang luas karena bisa dilakukan di akuarium. Cukup beberapa akuarium dan toples kaca kecil, Anda sudah bisa menjalani ternak ikan cupang.

4. Permintaan Ikan Hias yang Tinggi

Permintaan terhadap ikan hias cukup tinggi, salah satunya ikan cupang. Selain sebagai hobi, ikan cupang seringkali dipajang di akuarium pada tempat-tempat yang memerlukan estetika seperti lobi hotel, akuarium di restoran, maupun di lobi gedung. Selain itu, ikan cupang juga merupakan salah satu dari banyak jenis ikan hias yang di ekspor ke negara-negara Asia hingga Amerika Serikat.

5. Anda Bisa Melakukan Semuanya Sendiri

Saat merintis usaha ternak cupang ini, Anda bisa melakukan semuanya sendirian. Anda bisa memelihara sendiri, melakukan pemijahan sendiri, dan panen sendiri tanpa harus menyewa tenaga kerja lain. Jikapun Anda kerepotan, Anda bisa meminta tolong orang lain dalam beberapa jam saja, jadi Anda tidak perlu membayar biaya tambahan untuk menggaji orang lain.

Potensi Kerugian Usaha Ternak Ikan Cupang

Selain memahami potensi keuntungan, kita juga harus memahami potensi kerugian sebelum memulai usaha ini. Dengan memahami potensi kerugian, kita lebih siap terhadap situasi dan kondisi tidak terduga. Apa saja sih kekurangan usaha ternak ikan cupang? Yuk, simak penjelasannya.

1. Ikan Cupang Merupakan Ikan Musiman

Sama seperti ikan hias lainnya, mereka yang hobi membeli ikan cupang juga musiman. Sesuai dengan namanya, saat memang sedang musim memelihara ikan cupang, peminat ikan cupang juga tinggi dan pembeli akan banyak. Sebaliknya, saat musim ikan hias atau musim ikan cupang berakhir, peminatnya juga turun.

Anda bisa melihat tren musim ikan cupang tahunan dan memastikan bulan apa saja serta pada musim apa biasanya ikan cupang digemari oleh pecinta ikan hias. Pastikan pola yang Anda lihat tersebut berulang jadi Anda bisa memulai ternak dan memastikan waktu panen tepat dengan trend ikan cupang.

2. Tidak untuk Dikonsumsi

Seperti mayoritas ikan hias lainnya, ikan cupang bukanlah ikan konsumsi. Karena bukan ikan konsumsi, maka kemungkinan untung lebih banyak ketika ikan cupang sedang trend. Meskipun harga ikan cupang lebih tinggi dibanding ikan konsumsi, namun ikan konsumsi merupakan kebutuhan sehari-hari sehingga permintaannya akan selalu ada. Jadi, harus pandai-pandai mencari peluang saat memutuskan memelihara ikan mungil ini.

Setelah Anda memahami potensi keuntungan ternak ikan cupang serta potensi kerugiannya, Anda bisa memutuskan sendiri apakah ternak ikan cupang cocok untuk Anda. Untuk potensi kerugiannya sendiri, Anda bisa mengatasinya dengan membuat perencanaan bisnis yang matang dan sigap terhadap kesempatan yang tersedia.

Jenis-jenis Ikan Cupang

Setelah memahami peluang usaha ternak ikan cupang, saatnya memahami jenis ikan cupang apa saja yang kira-kira bisa Anda pilih untuk Anda ternakkan. Berikut ini jenis ikan cupang yang Angkasa rekomendasikan untuk Anda pelihara dalam usaha Anda.

1. Ikan Cupang King Crown Tail

ternak ikan cupang king crown tail

Istilah lain dari King Crown Tail ini adalah Ikang Cupang Raja Serit. King Crown Tail merupakan salah satu cupang mahal dan berpotensi untuk diekspor bahkan hingga ke benua lain seperti benua Amerika. Tampilan ekornya memukau seperti mahkota raja dengan warna-warna gelap nan anggun seperti hitam dan biru malam, menjadikan King Crown Tail cupang favorit pecinta ikan hias.

Sama seperti nama dan juga pamornya, harganya pun bervariasi. Dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, King Crown Tail berpotensi mendulang untung banyak. Modalnya cukup aman di kantong meskipun harga pejantannya tergolong mahal sesuai dengan kelas cupang yang ingin dikembangbiakkan.

2. Ikan Cupang Halfmoon Giant

ternak ikan cupang halfmoon giant

Sekilas melihat cupang Halfmoon Giant pasti langsung bergumam, “Cantik sekali.” Ya, Halfmoon Giant merupakan ikan cupang cantik lainnya yang mengandalkan sirip cantik melebarnya yang serupa dengan bulan sabit atau mengingatkan kita pada bagian bawah dress zaman Victoria. Warnanya cerah dan cantik-cantik, tidak heran untuk kualitas supernya dihargai ratusan ribu hingga satu juta lebih per ekornya.

3. Ikan Cupang Koi Tiger

cupang koi tiger

Ikan cupang Koi Tiger memiliki belang seperti macan dengan harga ratusan ribu hingga satu jutaan, tergantung kualitas. Merupakan salah satu jenis cupang yang banyak diekspor ke mancanegara, Koi Tiger mungkin merupakan jenis cupang paling favorit di Amerika. Warnanya bermacam-macam, ada merah dengan totol kehitaman, ada kuning, putih, dan totol kehitaman, ada pula dengan totol warna biru.

Ada banyak jenis ikan cupang lainnya dan ketiga cupang di atas merupakan cupang favorit yang tembus ke pasar ekspor. Anda bisa menambah variasi cupang Anda dengan cupang kelas high end seperti cupang Fancy, atau bahkan sekelas Kochen Warachai jika Anda memang ingin berbisnis sembari mengagumi cupang peliharaan Anda. Anda juga bisa menjual cupang murah seperti Halfmoon dan Double Tail, tergantung budget modal Anda.

Memulai Usaha Ternak Ikan Cupang

pemijahan cupang ternak ikan cupang

Pada bagian ini akan dibahas hal-hal penting yang perlu Anda ketahui sebelum memulai usaha ternak ikan cupang. Mulai dari cara membedakan cupang jantan dan betina, menentukan indukan cupang berkualitas, proses pemijahan hingga perawatan ikan cupang.

1. Cara Membedakan Cupang Jantan dan Betina

Cara membedakan jenis kelamin cupang susah-susah gampang karena sekilas keduanya terlihat mirip. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membedakan cupang jantan dan betina, antara lain:

1. Warna: Cupang jantan memiliki warna yang lebih cerah dibanding cupang betina, meskipun cupang betina bisa saja berwarna-warni.

2. Garis Vertikal: Jika masih ragu dengan melihat warna cupang saja, periksa garis vertikal pada tubuh cupang. Cupang betina siap kawin memiliki garis-garis vertikal di tubuhnya, sedangkan cupang jantan tidak.

3. Bentuk Tubuh: Cupang betina bertubuh lebih pendek dan lebih lebar dibanding cupang jantan. Ikan cupang jantan bertubuh lebih memanjang, lebih rata dari sisi ke sisi.

4. Sirip: Cupang jantan memiliki sirip yang lebih panjang, hingga tiga atau empat kali panjang sirip betina. Ciri ini termasuk ciri yang paling mudah untuk dikenali.

5. Bintik Telur: Cupang betina dewasa memiliki bintik telur di antara sirip perut dan dubur yang tidak dimiliki oleh cupang jantan.

6. Jenggot: ikan cupang memiliki selaput di bawah penutup pelat insang yang disebut sebagai membran operkular. Membran ini mirip jenggot saat ikan cupang mengibarkan pelat insangnya. Jenggot cupang jantan terlihat lebih besar dan terlihat saat cupang jantan tidak melebar. Cupang betina memiliki jenggot yang lebih kecil dan tidak terlihat saat cupang betina tidak melebar.

2. Cara Menentukan Indukan Ikan Cupang Berkualitas

Setelah belajar menentukan jenis kelamin ikan cupang, saatnya kita membahas indukan mana yang akan menghasilkan ikan cupang berkualitas, sehat, dan layak jual bahkan layak ekspor. Berikut ini hal-hal yang harus Anda perhatikan saat memilih cupang berkualitas, baik cupang jantan maupun cupang betina.

Indukan Cupang Jantan

  • Sehat, tidak cacat, dan berasal dari induk yang tidak cacat pula.
  • Ekor dan sirip panjang mengembang seperti kipas.
  • Warna cerah mengilap.
  • Bentuk badan panjang dan ramping.
  • Jenggot panjang.
  • Umur 5-6 bulan.
  • Ciri induk jantan siap dipijah: ada garis putih vertikal di badan dan insang, warna lebih cerah dari biasanya, bagian perut membesar dan lunak saat dipegang, titik putih di bagian perut (alat kelamin cupang) lebih menonjol, dan gerakannya pasif.

Indukan Cupang Betina

  • Sehat, tidak cacat, dan berasal dari induk yang sehat serta tidak cacat juga.
  • Ekor dan sirip mengembang meskipun tidak semengembang jantan.
  • Bentuk badan pendek dan gemuk.
  • Umur 4-6 bulan.
  • Ciri induk betina siap dipijah: ada garis putih pada insang, warna cerah, gerakan agresif, dan mengumpulkan busa untuk menempelkan telur.

3. Proses Pemijahan

Setelah mengetahui ikan cupang mana saja yang layak untuk dijadikan indukan, saatnya kita melakukan proses pemijahan/kawin. Setiap kali kawin, ikan cupang bisa menghasilkan 1000 butir telur yang akan menetas dalam waktu 24 jam. Meskipun jumlah telur 1000 butir, yang benar-benar bisa dipanen hanya sekitar 30-50 ekor ikan cupang hidup.

Apa saja alat yang harus Anda siapkan dan tahapan pemijahan ikan cupang? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Alat yang Perlu Anda Siapkan

  • Baskom/wadah/akuarium berukuran 20 x 20 x 20 cm.
  • Siapkan gelas plastik untuk ikan cupang betina.
  • Siapkan tumbuhan air seperti Java fern, Java moss, lumut tanduk, atau anacharis (gulma air).

Tahap Pemijahan Ikan Cupang

  • Isi baskom/wadah/akuarium yang sudah disiapkan tadi dengan air sungai yang jernih atau air tanah. Endapkan dulu air tersebut hingga satu malam. Hindari air yang berbau zat kimia tambahan atau air dalam kemasan.
  • Setelah air siap, tambahkan tanaman air yang sudah Anda siapkan. Tanaman air ini berfungsi sebagai tanaman pelindung anak-anak ikan nantinya. Tempatkan secukupnya saja, jangan terlalu padat.
  • Masukkan indukan ikan cupang jantan yang siap kawin dan biarkan berada di dalam wadah selama satu hari. Ikan cupang jantan ini akan membuat gelembung-gelembung udara untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi.
  • Setelah satu hari, masukkan indukan cupang betina. Pemijahan biasanya terjadi pada pagi pukul 7-10 atau pukul 4-6 sore. Ikan cupang cukup sensitif jadi tempatkan wadah pemijahan di tempat yang tenang.
  • Jika sudah ada telur-telurnya, ikan cupang betina diangkat dari kolam. Saat mengangkat, usahakan bawa sedikit air agar proses pengangkatan tidak merusak sirip ikan. Ikan betina diangkat dari wadah pemijahan agar tidak memakan telur-telurnya.
  • Setelah tiga hari, telur-telur ikan akan menetas. Berikan kutu air dalam jumlah sedikit sebagai makanan anak-anak ikan cupang.
  • Dua minggu setelah menetas, angkat indukan cupang jantan. Caranya sama seperti cara mengangkat indukan betina. Anak-anak cupang juga dipindahkan ke kolam yang lebih besar dan berikan kutu air atau larva nyamuk.
  • Setelah 1,5 bulan, anak-anak ikan cupang sudah bisa dipilah berdasarkan jenis kelaminnya. Pisah ikan-ikan tersebut sesuai dengan jenis kelamin.

4. Perawatan Ikan Cupang

Dalam merawat ikan cupang, Anda harus memperhatikan kebersihan air akuarium. Gantilah air dua hari sekali dengan air sungai atau air tanah endapan semalam sekitar dua hari sekali. Saat memindahkan ikan, jangan gunakan tangan atau jaring agar sirip ikan tetap indah.

Untuk makanannya sendiri, lebih baik menggunakan jentik nyamuk atau kutu air dibandingkan dengan pelet kering. Untuk menjaga kesehatan ikan cupang Anda, masukkan daun ketapang ke dalam akuarium. Anda juga bisa menambahkan garam khusus ikan hias di akuarium agar ikan cupang tetap sehat.

Jika sirip atau ekor ikan cupang patah, Anda tidak perlu panik. Berikan metil biru secukupnya pada air akuarium untuk mempercepat proses penumbuhan sirip.

Analisa Bisnis Ternak Ikan Cupang

ternak cupang hias

Berikut ini perhitungan bisnis ternak ikan cupang, dari modal, biaya operasional, hingga perkiraan keuntungannya.

Modal Awal

Indukan cupang betina: Rp. 400.000,-
Indukan cupang jantan: Rp. 500.000,-
Akuarium untuk pemijahan, 3 buah: Rp. 45.000,- x 3 = Rp. 135.000,-
Akuarium untuk jantan, 3 buah: Rp. 35.000,- x 3 = Rp. 105.000,-
Akuarium untuk betina, 3 buah: Rp. 35.000,- x 3 = Rp. 105.000,-
Akuarium untuk anak-anak cupang, 3 buah: Rp. 35.000,- x 3 = Rp. 105.000,-
Akuarium soliter (untuk pajangan siap jual), 5 buah: Rp. 80.000,- x 5 = Rp. 400.000,-
Drum 120L untuk menyimpan air endapan, 2 buah: Rp. 155.000,- x 2 = Rp. 310.000,-
Tanaman air: Rp. 50.000,-
Baskom, gayung: Rp. 40.000,-
Selang air: Rp. 50.000,-
Alat pembersih akuarium: Rp. 20.000,-

Total: Rp. 2.200.000,-

Biaya Operasional

Garam ikan hias: Rp. 10.000,-
Vitamin ikan hias: Rp. 25.000,-
Metil biru: Rp. 50.000,-
Jentik nyamuk: Rp. 300.000,-
Listrik: Rp. 100.000,-
Air*: Rp. 800.000,- *(asumsi jika Anda harus membeli air)

Total: Rp. 1.285.000,-

TOTAL MODAL:
= Modal awal + Biaya operasional
= Rp. 2.200.000,- + Rp. 1.285.000,-
= Rp. 3.485.000,-

Keuntungan Usaha

Dengan asumsi harga cupang Rp. 100.000,- setelah berusia 4 bulan dan jumlah anakan 150 anakan cupang, maka hasil penjualan di bulan ke empat maksimal mencapai Rp. 15.000.000,-. Selain itu, Anda bisa mengawinkan indukan cupang berkali-kali. Indukan betina bisa kawin lagi setelah dua minggu, dan indukan jantan bisa kawin lagi setelah 7 hari.

Anda juga bisa menjual ikan-ikan cupang anakan dengan harga Rp. 7.000,- hingga Rp. 35.000,- tergantung harga pasar dan usia. Setelah melewati masa panen awal di bulan ke empat, penghasilan Anda akan lebih stabil selama Anda memiliki strategi dan catatan masa pemijahan cupang-cupang Anda. Dengan strategi tertentu, penghasilan kotor Anda bisa mencapai 40 jutaan per bulan.

Itu dia analisis dan peluang usaha ternak cupang. Semoga bermanfaat dan selamat beternak ikan mungil ini. Jangan lupa untuk sabar dan telaten, dan jika Anda merasa info di sini masih kurang lengkap, Anda bisa menambah bahan bacaan Anda melalui buku budidaya ikan cupang yang tersedia di toko buku. Semoga sukses!