Peluang Usaha Ternak Puyuh dan Analisa Usahanya

Peternakan dan pertanian merupakan usaha yang kembali dilirik oleh orang banyak, terutama di masa-masa pandemi.  Salah satu usaha ternak yang cukup menjanjikan untuk Anda tekuni adalah usaha ternak puyuh. Selain karena ukuran puyuh lebih kecil dari ayam (yang berarti menghemat tempat), usaha ternak puyuh juga menjanjikan karena persaingan belum sebanyak persaingan usaha ternak lain seperti ternak ayam, kambing, atau sapi.

Pada kesempatan ini, Angkasa akan mengupas tuntas mengenai peluang usaha ternak puyuh, jenis burung puyuh, cara merawat burung puyuh, dan analisis usahanya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Peluang Usaha Ternak Puyuh

Sebelum memulai bisnis, ada baiknya kita memahami peluang usaha serta resiko usaha agar kita tahu apa saja yang harus disiapkan agar usaha kita lebih untung. Pada bagian ini akan dijelaskan alasan kenapa harus memilih usaha ternak puyuh beserta resikonya.

Alasan Kenapa Memilih Usaha Ternak Puyuh

Berikut ini alasan kenapa Anda harus memilih puyuh sebagai hewan yang Anda ternakkan, yaitu:

1. Permintaan burung puyuh selalu tinggi

Kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap telur puyuh sangat tinggi, berbanding terbalik dengan persediaan telur puyuh yang ada. Dari permintaan (demand) sebanyak 11 juta butir telur, Indonesia baru mampu memenuhi persediaan (supply) sebanyak 3,5 juta butir telur. Tentunya kekurangan ini menjadi prospek usaha yang bagus bagi para peternak karena persaingan yang masih sedikit.

2. Limbah kotoran burung puyuh bisa dimanfaatkan sebagai pupuk/pakan ternak

Selain permintaan telur puyuh yang sangat tinggi seperti di jelaskan pada poin pertama, burung puyuh termasuk unggas yang bernilai sangat ekonomis. Mulai dari bulu, daging, hingga limbah kotorannya bisa dimanfaatkan. Limbah kotoran puyuh bisa diolah menjadi pupuk organik untuk kemudian disalurkan ke petani-petani yang memerlukan pupuk.

Feses puyuh ini juga bisa diolah menjadi pakan sapi dan pakan ayam. Feses puyuh mengandung protein, nitrogen, fosfor, kalium, dan unsur-unsur bermanfaat lainnya untuk pembuatan pakan ternak. Namun dalam prosesnya, limbah kotoran ini harus difermentasi terlebih dahulu dan ditangani agar tidak membahayakan kesehatan ternak.

3. Puyuh yang tidak bertelur lagi bisa dimanfaatkan dagingnya

Untuk puyuh yang sudah tidak produktif lagi, Anda bisa memanfaatkan dagingnya untuk dijual. Ada banyak restoran-restoran tertentu yang menjual sajian puyuh, atau Anda juga bisa menjualnya di pasar daging. Kandungan gizi yang terdapat pada puyuh juga banyak seperti seng, kaolin, zat besi, protein, dan lainnya. Kandungan nutrisinya yang banyak ini membuat daging puyuh diklaim bagus untuk Ibu hamil dan untuk tumbuh kembang otak.

 4. Penyakit puyuh lebih sedikit dibanding unggas lainnya

Salah satu penyakit yang bisa menyerang puyuh adalah Snot dan ND. Snot adalah penyakit saluran pernapasan akut pada puyuh, disebabkan oleh udara dingin dan sirkulasi udara yang kurang lancar. Ciri-ciri puyuh yang tertular Snot yaitu terjadinya pembengkakan di sekitar mata, hidung, dan paruh.

Selain Snot, ada ND atau Newcastle Disease. Memiliki nama lain tetelo, penyakit ini merupakan salah satu penyakit dengan angka kematian tertinggi. ND menyerang saluran pernapasan, pencernaan, dan juga sistem saraf. ND dapat menular dengan cepat melalui sisa kotoran, telur tetas, atau bekas kandang puyuh yang tertular.

5. Puyuh masih dibudidayakan oleh UMKM

Meskipun tergolong ternak dengan permintaan tinggi, usaha ternak puyuh belum dilirik oleh perusahaan berskala besar yang menjual daging kalengan atau frozen food. Tidak seperti ayam, sapi, dan kambing yang pasar tertentunya juga disasar oleh perusahaan sebesar PT, usaha ternak puyuh masih didominasi oleh UMKM. Oleh karena itu, berbisnis puyuh masih tergolong menguntungkan dan persaingan pun masih tergolong sehat.

Resiko Usaha Ternak Puyuh

Beberapa resiko dalam beternak puyuh antara lain:

1. Resiko puyuh terserang penyakit

Seperti usaha ternak lainnya, resiko terkena penyakit menular merupakan momok bagi peternak. Sekali tertular dan jika tanpa pencegahan serta penanganan yang benar, resiko rugi cukup tinggi. Semakin banyak puyuh yang terserang penyakit, maka akan semakin sedikit produksi dan tentunya akan menyebabkan kerugian.

Untuk mencegah penyakit, ketahui apa saja vaksin yang harus dijalankan untuk puyuh-puyuh Anda. Selain itu, Anda juga harus rutin membersihkan kandang, menjaga kelembaban dan kehangatan kandang pada suhu yang dianjurkan, serta menyiapkan obat-obatan yang memang perlu untuk penyakit tertentu.

2. Lingkungan sekitar kandang puyuh berbau menyengat

Ini merupakan resiko sosial. Untuk memelihara puyuh, pilihlah kawasan tanah yang berjarak cukup jauh dari tetangga sekitar agar tidak mengganggu dengan polusi bau serta juga mencegah kecemburuan sosial. Meskipun Anda tidak perlu tanah yang sangat luas untuk memelihara puyuh-puyuh ini, yang paling penting pastikan aroma menyengat tidak sampai ke kawasan pemukiman penduduk.

Jenis Burung Puyuh

Setelah membahas peluang bisnis puyuh, kini kita beralih ke pembahasan tentang jenis-jenis burung puyuh yang bisa Anda ternakkan. Apa saja? Mari kita cek satu per satu.

1. Puyuh Jepang (coturnix japonica)

usaha ternak puyuh

Puyuh Jepang merupakan salah satu jenis puyuh yang sering dibudidayakan sebagai puyuh petelur. Jumlah telurnya per tahun pun cukup banyak, yaitu sekitar 250-300 butir per ekor setiap tahunnya. Ciri-ciri puyuh Jepang yang paling mencolok adalah bulunya berwarna cokelat muda pada bagian atas kerongkongan. Jika Anda menginginkan puyuh produktif, maka puyuh yang memiliki nama latin coturnix japonica inilah jawabannya.

2. Puyuh Pepekoh (coturnix chinensis)

ternak puyuh

Selain puyuh Jepang, puyuh lainnya yang sering dibudidayakan sebagai puyuh petelur adalah puyuh Pepekoh. Puyuh mungil ini memiliki panjang sekitar 15 cm. Berasal dari hutan dan biasa hidup berkoloni, puyuh ini juga diintroduksi sebagai puyuh budidaya. Puyuh Pepekoh bertelur sekitar 200 hingga 280 butir telur per ekor setiap tahunnya.

Persiapan Memulai Usaha Ternak Puyuh

ternak puyuh

Sebelum memulai usaha ternak puyuh, tentunya Anda harus menyiapkan beberapa hal seperti lahan yang sesuai, kandang, jenis pakan, jenis obat dan vaksin, hingga cara memilih bibit atau puyuh yang berkualitas untuk diternakkan.

1. Menyiapkan Lahan

Siapkan lahan seukuran 15 m x 15 m untuk lokasi kandang puyuh. Jika Anda ingin mengolah feses puyuh menjadi pupuk organik dan pakan ternak, siapkan lahan tambahan secukupnya. Pastikan lahan ini memiliki lokasi yang aman, kering, bebas banjir dan cukup jauh dari tetangga, minimal aroma-aroma tidak enak tidak sampai ke kawasan pemukiman penduduk.

Kenapa lahan harus kering dan bebas banjir? Karena puyuh rentan terhadap udara dingin dan situasi yang lembab. Beberapa penyakit puyuh disebabkan oleh cuaca, selain oleh virus. Dengan menyiapkan lahan yang memenuhi kriteria-kriteria tadi, Anda sudah mencegah beberapa permasalahan yang bisa saja timbul di kemudian hari.

2. Kandang

Untuk kandang, sebaiknya ukurannya sesuai, tidak terlalu luas dan juga tidak terlalu sempit. Kandang yang terlalu sempit akan membuat puyuh stress. Buatlah kandang yang disesuaikan dengan ukuran puyuh agar puyuh tidak terlalu sering melompat-lompat, tapi juga tidak stress. Buatlah kandang sebanyak empat tingkat untuk memaksimalkan hasil produksi puyuh.

Untuk dinding kandang, pilihlah kawat strimin atau belahan bambu. Jangan buat kandang terlalu rapat untuk menjaga sirkulasi udara di dalam kandang. Sedangkan untuk alasnya, buatlah dengan kawat strimin dan kemudian lapisi dengan penampung kotoran yang mudah dilepas untuk dibersihkan.

Pada bagian tepi luar kandang, buatlah tempat pakan dan minum puyuh. Buat serapi mungkin dan usahakan pakan serta tempat minum tidak membuat makanan berceceran.  Kalau perlu, bagian tempat pakan juga bisa dilepas pasang agar gampang dibersihkan.

3. Jenis Pakan untuk Ternak Puyuh

Ada beberapa jenis pakan yang bisa diberikan pada puyuh petelur, yaitu bekatul atau dedak padi, sorgum, jagung, dedak gandum, singkong, tepung tulang, dan pelet pakan puyuh. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Untuk pemberian pakan bekatul atau dedak padi, jangan berikan bekatul yang disimpan terlalu lama karena memiliki kandungan lemak yang tinggi.
  • Untuk sorgum, berikan sorgum yang memiliki kandungan tanin rendah. Kandungan tanin bisa dilihat dari warna sorgum yang mencolok, jadi pastikan untuk memberikan sorgum yang tidak berwarna.

Jika Anda ingin praktis dan lebih cepat, sebaiknya cukup berikan pelet pakan puyuh karena sudah memenuhi nutrisi puyuh yang Anda ternakkan.

4. Obat dan Vaksin

Untuk obat, Anda bisa memberikan suplemen tambahan ataupun vitamin larut lemak. Jangan lupa siapkan antibiotik untuk penyakit tertentu, dan konsultasikan dengan dokter hewan terdekat sebelum Anda menyiapkan obat-obat ini.

Vaksinasi pada burung puyung sebenarnya bisa saja dilakukan dan bisa saja tidak tergantung dari kebutuhan dan kondisinya. Jika didaerah pertenakan burung puyuh memiliki resiko tinggi penyakit dari virus atau bakteri maupun ditemukan adanya burung puyuh yang mati mendadak karena infeksi maka vaksinasi sangat perlu untuk dilakukan. Beberapa jenis vaksin untuk burung puyuh tersebut diantaranya seperti :

  • Vaksin kolera. Kolera merupakan penyakit pencernaan menular yang disebabkan oleh bakteri.
  • Vaksin ND-AI untuk mencegah Newcastle Disease (Tetelo) dan penyait AI.
  • Vaksin AI subtipe H5N1 untuk mencegah penyakit H5N1 (flu burung) yang bisa menular ke manusia.

5. Memilih Bibit Puyuh Betina

Berikut ini hal-hal yang harus Anda perhatikan dalam memilih bibit puyuh betina petelur berkualitas, yaitu:

  • Cari bibit puyuh dari tempat terpercaya

Perhatikan apakah sebelumnya peternakan tersebut pernah menjual bibit yang tidak berkualitas dengan bertanya pada peternak-peternak lain. Sebaiknya, Anda langsung membeli ke peternakan puyuh yang memang terkenal memiliki kualitas puyuh dan telur yang baik.

Jangan membeli bibit burung puyuh petelur di pasar burung. Meskipun mungkin harganya lebih murah, namun belum bisa dipastikan kualitas telurnya seperti apa. Saat membeli di peternak, Anda bisa langsung melihat proses peternak puyuh memelihara puyuhnya.

  • Pastikan usianya sekitar tiga minggu

Jangan anggap remeh usia bibit karena bibit yang terlalu muda atau terlalu tua akan mempengaruhi kualitas telur yang dihasilkan. Pilihlah calon bibit yang berusia sekitar tiga minggu. Jangan membeli di pasar burung karena penjual bisa saja menjual bibit puyuh yang sudah tua, apalagi jika Anda masih pemula. Mengajak teman atau rekan yang berpengalaman dalam usaha ternak puyuh merupakan salah satu cara mencegah penipuan usia puyuh.

  • Pahami ciri-ciri bibit puyuh unggul

Beberapa ciri-ciri fisik bibit burung puyuh unggul sebagai berikut.

  • Lincah dan aktif bergerak. Jika bibit yang akan Anda beli diam saja, kemungkinan sedang terserang penyakit.
  • Bentuk tubuh sempurna, simetris, dan anggota tubuhnya lengkap.
  • Warna bulunya cerah dan tidak kusam.

Jika bibit burung tidak memenuhi ketiga ciri tadi, sebaiknya carilah bibit di tempat lain.

  • Pilihlah bibit puyuh betina

Budidaya puyuh petelur tentunya dihasilkan oleh puyuh betina. Nah, bagaimana cara membedakan puyuh betina dan puyuh jantan?

Anda bisa langsung memperhatikan alat kelamin puyuh. Jika terdapat benjolan seperti kelereng pada bagian pantatnya, berarti itu puyuh jantan. Puyuh jantan juga bisa berkokok dan ukurannya lebih kecil dibanding puyuh betina. Puyuh betina selain berukuran lebih besar, juga memiliki garis atau bercak hitam pada dadanya. Tapi perbedaan betina atau jantan ini tidak menjadi masalah jika Anda ingin beternak puyuh pedaging.

Selain memahami kelima persiapan yang sudah dijelaskan, Anda juga bisa membeli buku terkait budidaya puyuh sebagai tambahan referensi terkait cara membuat kandang, memilih bibit puyuh yang unggul, serta peternak puyuh mana yang kira-kira bisa Anda hubungi untuk membeli bibit puyuh.

Cara Merawat Burung Puyuh

Saat memutuskan merawat burung puyuh, Anda harus memilih lahan di tempat yang jauh dari kebisingan. Selain sensitif pada kelembaban dan kedinginan, puyuh juga sensitif terhadap suara bising. Pastikan kondisi peternakan tenang dan jika mulai musim hujan, Anda juga bisa menambahkan lampu pada kandang puyuh.

Selain memberi makan secara teratur, Anda bisa memberikan puyuh-puyuh Anda suplemen atau vitamin agar kualitas telur yang dihasilkan bagus dan puyuh selalu sehat. Selain faktor nutrisi, bagian alas kandang dan tempat makan juga harus selalu dibersihkan setiap hari. Selain itu, gantilah air minum dengan rutin sekitar satu sampai dua kali sehari.

Puyuh sudah bisa bertelur pada usia 45 hari. Sekali bertelur, puyuh bisa menghasilkan 10 hingga 20 telur dan memiliki umur sekitar 2 hingga 3 tahun. Jika puyuh dirasa sudah mulai tua, Anda bisa memanfaatkan dagingnya untuk dijual.

Analisa Usaha Ternak Puyuh

Ini dia analisa usaha ternak puyuh mulai dari modal, biaya operasional, hingga estimasi keuntungannya.

Modal

Sewa lahan: Rp. 5.000.000,-* per tahun
Kandang: Rp. 5.000.000,-
Bibit puyuh betina 1000 ekor: Rp. 8.000,- x 1000 ekor = Rp. 8.000.000,-
Biaya pengiriman bibit: Rp. 500.000,-*
Nipple otomatis: Rp. 5.000,- per buah x 50 buah = Rp. 250.000,-
Pipa untuk sistem minum puyuh: Rp. 300.000,-
Tempat pakan: Rp. 250.000,-
Pelet untuk 1 bulan pertama: 22kg x 30 hari: 660kg, Rp. 4.520.000,- (per kg Rp. 7.000,-)
Listrik dan air satu bulan pertama: Rp. 300.000,-
Total: Rp. 24.120.000,-

Sewa lahan dan biaya pengiriman bibit bervariasi tergantung kesepakatan.

Biaya Operasional per Bulan

Listrik dan air: Rp. 300.000,-
Pakan per bulan: Rp. 4.520.000,-
Vitamin, obat, vaksin: Rp. 500.000,-
Gaji pekerja: Rp. 1.000.000,-
Total: Rp. 6.320.000,-

Estimasi Untung

Produksi telur per hari 90%, 900 butir x 500** = Rp. 450.000,-
Per bulan = Rp. 450.000,- x 30 = Rp. 13.500.000,-

Untung per bulan:
= Rp. 13.500.000,- – Rp. 6.320.000,-
= Rp. 7.180.000,-

**: Harga telur puyuh Rp. 500,- per butir berdasarkan riset harga puyuh di pasaran saat ini.

Dengan untung sebesar Rp. 7.180.000,- per bulan, maka balik modal akan tercapai di bulan keempat. Meskipun puyuh tergolong binatang unggas yang kecil, namun puyuh memiliki potensi yang sangat bagus untuk diternakkan. Anda juga masih bisa menambah penghasilan dengan menjual pupuk organik dan pakan ternak hasil olahan limbah puyuh.

Jika puyuh sudah tidak lagi produktif bertelur, Anda bisa menjual dagingnya dan menetaskan bibit-bibit puyuh petelur secara pribadi tanpa harus membeli bibit lagi pada peternak.

Itu dia pembahasan peluang usaha, tata cara ternak puyuh, hingga analisa usahanya. Selain rutin memberi makan dan membersihkan kandang, puyuh juga secara rutin divaksinasi agar terhindar dari penyakit yang berbahaya. Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat berbisnis!