Musim Idul Adha, Cari Tau Potensi Bisnis Ternak Kambing Menguntungkan

Kambing adalah salah satu jenis hewan yang banyak diternakan dan mudah kita temui di negara kita. Walaupun hewan kambing baunya terkesan tidak sedap, namun pangsa pasarnya dapat dikatakan tidak pernah sepi. Terlebih lagi ketika memasuki momen-momen tertentu seperti hari raya Idul Adha permintaannya dapat meningkat tajam.

Karenanya ketika akan memasuki hari raya Idul Adha tidak jarang akan muncul banyak peternak kambing dadakan. Karenanya beternak kambing merupakan salah satu jenis bisnia yang mempunyai prospek yang baik dan banyak diminati.

Tidak hanya permintaan akan daging kambing saja yang tinggi, namun produk lain dari kambing yaitu susu kambing juga tinggi peminatnya. Namun begitu belum banyak peternak yang menernakan kambing untuk dimanfaatkan susunya.

Sebenarnya beternak kambing untuk diambil daging maupun susunya tidak sulit bahkan cenderung mudah untuk dilakukan. Beternak kambing juga tidak memerlukan teknik khusus sehingga bisa dilakukan oleh orang awam sekalipun.

Bahkan beternak hewan seperti kambing juga masih dapat memberikan keuntungan lainnya selain dari penjualan daging maupun produk susunya. Bahkan kotoran kambing juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman. Dengan kemudahan perawatan dan banyaknya keuntungan yang bisa didapatkan tentu Anda mulai tergiur bukan.

Bila Anda mulai tergiur untuk menernakan kambing, maka langkah pertama yang harus Anda persiapkan adalah persiapan lahan untuk beternak kambing. Sebaiknya lahan untuk beternak kambing berada cukup jauh dari tempat penduduk agar pertumbuhan kambing tidak terganggu.

Selain itu Anda harus tahu apa saja faktor yang bisa membuat pertumbuhan kambing menjadi maksimal dan perkembangbiakkan juga lancar. Dengan begitu tentu usaha beternak yang Anda lakukan tidak akan mengalami kerugian.

Usaha beternak kambing mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan hewan ternak lainnya. Beberapa prospek baik dalam beternak kambing adalah sebagai berikut :

1. Waktu Panen yang Relatif Singkat

Meskipun perawatan kambing cukup mudah, namun disini Anda dituntun untuk telaten dalam merawatnya. Jadi dapat dikatakan perawatan kambing itu susah-susah gampang, daerah pedesaan merupakan daerah yang tepat untuk menernakan kambing. Dengan pertumbuhan dan perkembangbiakkan yang optimal, Anda bisa memanen 25 ekor anakan kambing dalam setahun. Hal ini dengan catatan indukan awalnya paling tidak 3 betina dan 2 jantan.

2. Mempunyai cita Rasa Khas dan Bergizi

Dengan banyaknya bisnis yang berkecimpung dalam dunia kuliner khususnya olahan kambing seperti sate kambing, gulai hingga akikah membuat permintaan akan daging kambing tidak pernah surut. Dengan pengolahan yang tepat dan porsi yang sesuai daging kambing dapat memberi asupan protein, lemak dan kalori yang dibutuhkan tubuh. Meskipun dikenal memiliki kolesterol yang tidak baik untuk penderita darah tinggi, namun masakan olahan daging kambing selalu ramai peminat.

Jika Anda tidak diperbolehkan mengkonsumsi dagingnya, maka produk susu kambing bisa menjadi solusinya. Bahkan kandungan protein, kalsium, lemak, Vitamin A dan B kompleksnya hampir menyamai ASI, namun tidak semua kambing bisa menghasilkan susu seperti ini. Hanya jenis kambing etawa yang mempunyai kualitas susu terbaik untuk dikonsumsi.

3. Tidak membutuhkan banyak modal dan pemasaran yang mudah

Kambing merupakan salah satu komoditas yang mudah untuk dipasarkan atau diperjual belikan. Bahkan tidak sedikit pembeli yang akan langsung mendatangi peternakan untuk memilih dan membeli kambing. Bahkan modal yang diperlukan untuk beternak kambing juga bisa dimulai hanya dengan 4 sampai 5 ekor indukan jantan dan betina.

Akan tetapi diperlukan perawatan yang baik meskipun cukup mudah dilakukan dan lahan peternakan yang sesuai. Beternak kambing juga bisa menjadi investasi yang menjanjikan karena perkembangbiakkannya yang cukup cepat. Akan tetapi sekali lagi, Anda dituntut untuk telaten dan ulet ketika memulai bisnis beternak kambing.

Memilih Kambing yang Cocok

Setelah mengetahui bagaimana prospes dalam beternak kambing, selanjutnya Anda juga harus tahu jenis kambing yang baik untuk diternakkan. Untuk lebih jelasnya berikut adalah beberapa jenis kambing yang umum dibudidayakan :

1. Etawa

Jenis kambing etawa mempunyai perawakan yang cukup besar. Kambing jantanya bisa mempunyai tinggi hingga 90 cm – 127 cm, sedangkan untuk kambing betinanya sekitar 92 cm. Untuk bobotnya sendiri kambing etawa jantan bisa mencapai 91 kg, sedangkan betinya bisa mencapai 63 kg. Jenis kambing banyak diternakkan untuk diambil susunya, dalam sehari setiap ekor kambing etawa umumnya bisa menghasilkan hingga 3 liter susu.

2. Domba

Bagi orang awam mungkin akan menganggap bahwa domba dan kambing sama, padahal keduanya berbeda. Popularitas domba masih kalah dengan kambing, padahal kandungan gizi domba jauh lebih banyak. Dalam daging domba lebih kaya akan kandungan zat besi, vitamin B1, fosfor dan sebagainya.

Daging domba banyak dikonsumsi bagi mereka yang menjalani program diet namun tetap ingin menyantap daging. Jenis domba tidak hanya bisa dimanfaatkan dagingnya saja, namun bagian bulu dan kulitnya juga bisa diolah menjadi produk yang mempunyai nilai jual.

3. Jawa

Jenis kambing jawa merupakan jenis kambing yang mendominasi di pasaran karena harganya yang murah. Jenis kambing ini juga banyak diternakan oleh banyak peternak pemula yang baru memulai usaha peternakan kambing. Setelah mereka berhasil dengan kambing jenis barulah mereka memulai dengan jenis kambing lainnya.

4. Domba Garut

Jenis domba garut merupakan jenis kambing yang sering diikut sertakan dalam kontes hewan ternak dan termasuk dalam domba premium. Pada dasarnya perawatan domba garut hampir sama dengan jenis kambing lainnya. Akan tetapi bila akan diikutsertakan dalam kontes, domba garut membutuhkan perawatan khusus agar selalu terlihat cantik. Untuk bobotnya sendiri, domba garut jantan bisa berbobot mencapai 60 – 80 kg sedangkan betinanya sekitar 30 – 50 kg.

Kiat Sukses Beternak Kambing

Bila Anda benar-benar ingin memulai bisnis peternakan kambing, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda ikuti :

1. Buat Perencanaan yang Matang

Sebelum memulai berbisnis kambing buatlah perencaan tentang tempat, anggaran hingga pemasaran yang matang. Sebagai gambarannya, berikut adalah modal minimal untuk beternak kambing selain lahan :

  • Anakan kambing 5 ekor seharga Rp 600.000/ekor = Rp 3.000.000
  • Biaya pembuatan kandang sekitar Rp 1.000.000
  • Pakan hijau Rp 60.000/bulan (paling tidak selama 5 bulan) = Rp 300.000
  • Pakan konsentrat Rp 150.000/bulan (paling tidak untuk 5 bulan) = Rp 750.000
  • Biaya lainnya sekitar Rp 1.000.000
  • Total biaya sekitar Rp 6.050.000

2. Buat Kandang yang Nyaman

Kambing bisa diternakan pada kandang yang sederhana hingga dibebaskan dengan cara digembala. Kandang bisa didesain secara panggung dengan tinggi kolong 1 meter yang didasari menggunakan terpal agar tidak mencemari tanah.

Agar pembuangan kotoran mudah dilakukan pastikan dibuat secara bersambung dan mudah dibersihkan. Kandang juga harus mempunyai luas yang ideal jangan terlalu padat. Pastikan pula jarak kandang dengan perumahan minimal adalah sekitar 10 meter.

3. Pembibitan Kambing

Bibit kambing yang baik untuk diternakan mempunyai ciri sebagai berikut :

  • Umurnya sekitar 8 hingga 12 bulan
  • Bulunya bersih mengkilap.
  • Mempunyai garis pinggang dan punggung yang lurus.
  • Tidak cacat, buta, dengan hidung dan anus yang bersih.

4. Pemberian Pakan Berkualitas

Jenis pakan yang diberikan tentu akan sangat berpengaruh pada kualitas panen nantinya. Secara umum kambing membutuhkan pakan daun yang dijemur selama 2 – 3 jam. Selain itu itu kambing juga membutuhkan pakan konsentrat seperti bekatul, singkong cacah, ampas tahu untuk memaksimalkan pertumbuhannya.

Tambahkan dengan probiotik kambing GDM yang memaksimalkan bobot kambing secara optimal. Selain itu pembesaran bobot daging yang maksimal, akan memberikan hasil panen dan mendatangkan keuntungan yang maksimal.