Analisa Bisnis Oleh-Oleh Khas Daerah, Untungnya Capai 50%

Bisnis oleh-oleh khas daerah sangat menjanjikan. Pembelinya berasal dari seluruh Indonesia, bahkan dunia. Sementara untungnya antara 20% sampai 50%.

Seperti diketahui, setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan sendiri-sendiri. Keunikan ini terlihat dari budayanya, bahasanya, pakaiannya, hingga makanannya.

Yang menarik, setiap kali ada orang yang berwisata ke satu daerah. Ada budaya “pulang membawa oleh-oleh” untuk keluarga di rumah. Inilah yang kemudian membuka peluang besar bagi para pebisnis untuk memulai usaha toko oleh-oleh.

Ada banyak sekali jenis toko oleh-oleh, tergantung dari ciri daerah masing-masing. Sebagai contoh, untuk wilayah Tuban yang dekat dengan Pantura. Oleh-oleh yang terkenal adalah hal-hal yang berhubungan dengan hasil laut. Di antaranya adalah terasi, ikan kering, dan ikan asap.

Tak hanya itu, Tuban juga punya Batik Gedog, kecap laron, dan beberapa jenis oleh-oleh lainnya.

Dari satu kota saja, kita sudah bisa menjual banyak jenis produk oleh-oleh. Mulai dari makanan hingga garmen.

Maka dari itu, saat Anda mau membuka usaha ini, seleksi dulu mau jual produk apa. Kami akan mengulas panduannya secara lengkap dalam artikel ini. Selamat menyimak.

Peluang usaha toko oleh-oleh

Sebagai pebisnis, peluang usaha ini memang tidak bisa dilewatkan. Sebab secara perhitungan, pangsa pasarnya memang sangat luas.

 Peluang usaha toko oleh-oleh

Bayangkan saja, buah tangan dibutuhkan oleh para wisatawan yang akan kembali ke kota asalnya. Di samping itu, para pemudik yang hendak kembali ke perantauan biasanya pun akan membutuhkan buah tangan untuk teman-temannya.

Belum lagi, kebutuhan ini tak hanya berlaku di Indonesia. Para turis yang datang ke Indonesia juga akan membeli buah tangan sebagai kenang-kenangan.

Selain pangsa pasarnya yang luas, ada beberapa alasan lain yang membuat bisnis ini menguntungkan:

  1. Persaingannya terbilang cukup sedikit. Hanya beberapa toko di jalan protokol yang menjual produknya. Juga di pusat oleh-oleh yang ada di sebuah tempat wisata.
  2. Bisa dibuat sendiri, tidak harus kulakan asalkan kreatif.
  3. Profit marginnya beragam, mulai dari 20% sampai 50%.
  4. Modalnya fleksibel. Bisa dimulai dari modal kecil dengan skala usaha yang kecil pula.
  5. Kini bisa dijual secara online.

Poin-poin di atas bisa menjadi komponen yang dapat dimaksimalkan untuk membuka dan mengembangkan usaha ini.

Risiko dan tantangan bisnis oleh-oleh khas daerah

Meski peluang usaha ini sangat besar, tapi jangan pungkiri bahwa setiap bisnis pasti punya risiko, tantangan, atau kelemahan.

Mengetahuinya sejak awal akan membuat Anda lebih siap untuk memulai usahanya. Jadi, pada saat membuka toko, Anda tidak akan kaget. Justru mungkin sudah siap dengan strategi terbaik untuk mengatasinya.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda siapkan solusinya saat membuka toko oleh-oleh:

  1. Lokasinya harus strategis. Tidak bisa dijalankan dari rumah.
  2. Peluangnya segmented. Semakin maju pariwisata di daerah tersebut, semakin banyak pembelinya. Artinya, kalau segmen pariwisata di satu daerah sepi, maka bisnis ini juga ikut sepi.
  3. Perlu branding besar-besaran.
  4. Pengunjung meningkat hanya saat musim liburan. Khusus untuk daerah yang wisatawannya membludak.
  5. Persaingan di area wisata cukup ketat.

Selain 5 risiko di atas, ada satu risiko yang cukup penting untuk diketahui. Di mana apabila bisnis ini dimulai dari skala kecil, maka ada kecenderungan kalah dengan bisnis skala besar. Hal ini karena biasanya oleh-oleh dibeli dalam skala besar, tidak hanya satu dua.

Cara memulai bisnis oleh-oleh khas daerah

Cara memulai bisnis oleh-oleh khas daerah

Agar dapat sukses di bidang ini, Anda harus melakukan tips dan strategi yang tepat. Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin bisa menjadi solusi untuk setiap risiko yang dipaparkan di atas sekaligus memaksimalkan peluangnya:

Siapkan modalnya

Modal adalah satu hal yang pasti harus disiapkan sejak awal. Baiknya, tak seperti usaha toko bangunan yang harus dimulai dengan modal besar, bisnis oleh-oleh khas daerah dapat dimulai dari modal yang kecil.

Skala usahanya nanti akan ditentukan berdasarkan modal yang dikeluarkan. Semakin besar modalnya, semakin banyak dan lengkap pula produk yang dapat dijual.

Anda dapat memperoleh modal dengan beberapa cara:

  1. Mengumpulkan uang sendiri.
  2. Cari angel investor.
  3. Pinjam di bank, dll.

Saran kami, jika masih pemula. Usahakan jangan meminjam di bank sebab akan menambah beban biaya bulanan untuk mengangsur pembayaran.

Cari lokasi yang strategis

Selanjutnya, carilah lokasi yang strategis. Bisa di lapak yang disediakan oleh pengelola sebuah tempat wisata atau memilih jalan protokol yang sering dilewati oleh para wisatawan.

Teuku Wisnu misalnya, membuka Malang Strudel di wilayah Karang Lo – Karang Ploso Malang. Yang mana jalanan ini digunakan oleh wisatawan saat hendak menuju ke Batu.

Pilih jenis produk yang mau dijual

Seperti yang dipaparkan di atas, ada banyak sekali jenis produk yang dapat dijual. Mulai dari pakaian hingga makanan. Sebaiknya Anda fokus di satu jenis produk. Kalau makanan ya makanan. Kalau pakaian ya pakaian.

Makanan dan pakaian ini tidak bisa digabung jadi satu. Kecuali Anda memang membuka pusat oleh-oleh berskala besar layaknya supermarket.

Promosi besar-besaran (branding)

Untuk dapat menarik perhatian wisatawan, Anda harus melakukan promosi besar-besaran. Apalagi jika produk dijual baru dikenalkan.

Misalnya, di Malang ada keripik buah (apel, nangka, dll.). Tapi begitu Teuku Wisnu masuk membawa produk oleh-oleh baru, promonya begitu gencar dilakukan. Hasilnya, kini banyak wisatawan yang datang ke Malang dan pulang membawa Malang Strudel selain keripik buah.

Berpikirlah untuk membuat sendiri produknya

Apabila membuka tokonya perlu dana yang sangat besar, cobalah untuk melirik bisnisnya dari sisi produksi.

Untuk pembuatan bakpia Jogja misalnya, Anda bisa membuatnya dalam skala kecil kemudian menyetorkan atau konsinyasi dengan toko oleh-oleh orang lain. Biasanya, merekalah yang akan memberikan brand pada produk Anda.

Tapi perlu diketahui bahwa tak semua produk bisa diberlakukan demikian. Sirup Kawista dari Rembang misalnya. Produk ini sangat unik dan belum ada pesaingnya sama sekali karena produksinya tidak bisa sembarangan.

Pasarkan secara online

Penjualan oleh-oleh secara online kini sudah semakin berjaya. Hal ini dibuktikan dengan adanya jastip (Jasa Titip) di masing-masing wilayah.

Sebagai pemilik toko, Anda pun bisa menjualnya di Shopee, Tokopedia, Bukalapak, atau marketplace lain. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan website untuk membuat usahanya makin terlihat profesional.

Analisa usaha toko oleh-oleh: modal, keuntungan, dan BEP

Analisa usaha toko oleh-oleh modal, keuntungan, dan BEP

Berikut ini adalah analisa bisnis oleh-oleh khas daerah. Perhitungan di bawah ini berupa gambaran umum:

Modal

Modal ini tergantung pada harga barang yang mau dijual dan di mana lokasinya. Berikut ini estimasi dana yang diperlukan:

  • Etalase kaca Rp 1.500.000,-.
  • Rak Rp 800.000,-.
  • Lain-lain Rp 500.000,-.
  • Modal untuk kulakan barang Rp 10.000.000,-.

Biaya bulanan yang diperlukan:

  • Sewa tempat Rp 15.000.000,- atau Rp 1.250.000,- per bulan.
  • Listrik dan air per bulan Rp 300.000,-.
  • Gaji pegawai Rp 2.000.000,- untuk 2 orang.
  • Lain-lain Rp 200.000,-.

Dengan perhitungan di atas, nominal modal awal adalah Rp 12.800.000,-. Sementara biaya bulanannya adalah Rp 3.750.000,-.

Pendapatan dan keuntungan

Sebagaimana disebutkan di atas, margin yang dapat diambil berkisar di angka 20% sampai 50%. Tergantung jenis produk yang dijual. Maka dari itu, kami mengambil rata-ratanya, yakni 35%.

Apabila diasumsikan dalam dua minggu perputaran uangnya adalah Rp 10.000.000,- (sesuai modal awal untuk kulakan), maka dalam dua minggu Anda akan memperoleh uang:

35% x Rp 10.000.000,- = Rp 3.500.000,-.

Artinya, dalam satu bulan Anda akan memperoleh sekitar 7 jutaan rupiah.

Biaya ini harus dikurangi dengan biaya bulanan untuk mendapatkan keuntungan bersih:

Rp 7.000.000,- – Rp 3.750.000,- = Rp 3.250.000,-.

BEP

Dengan perhitungan umum di atas, modal awal yang dikeluarkan secara total dapat kembali dalam 4 bulan.

Selanjutnya, bisnis oleh-oleh khas daerah ini bisa dikembangkan dengan menambahkan jumlah stok dan melengkapi produknya agar makin besar. Tetap semangat dan telaten agar rezekinya makin mengalir.