Memulai Usaha Frozen Food: Peluang, Perencanaan, dan Analisa Bisnis Frozen Food

Bisnis frozen food merupakan salah satu bisnis yang tergolong “untung” bahkan di masa pandemi sekalipun. Frozen food menjamin makanan memiliki kualitas terjamin karena aman, terjaga kebersihannya, serta cukup awet untuk disimpan dalam waktu lama sebagai stok makanan. Frozen food sendiri memiliki variasi makanan yang cukup beragam, mulai dari bakso, daging beku, ikan beku, dimsum, nugget, hingga sayuran dan buah beku.

Namun, “menguntungkan” karena mempertahankan kualitas makanan lebih lama saja tidak cukup. Sebelum memulai bisnis frozen food ini, ada baiknya kita menganalisis peluang serta menyiapkan sumber daya yang dibutuhkan. Nah, kali ini Angkasa akan mengulas peluang, persiapan, strategi pemasaran, hingga perhitungan estimasi modal dan keuntungan.

Peluang Usaha Frozen Food

peluang usaha frozen food
Peluang usaha frozen food cukup besar.

Sayuran dan daging beku menawarkan beberapa kelebihan dibandingkan dengan sayuran dan daging yang tidak dibekukan. Dalam hal nutrisi dan rasa, makanan beku tetap terjaga nutrisi dan citarasanya karena makanan beku merupakan daging dan sayuran segar yang langsung dibekukan agar vitamin dan kesegarannya tetap terjaga.

Selain nutrisi dan citarasa, berikut ini merupakan kelebihan makanan beku yang membuat peluang bisnis frozen food menguntungkan:

  • Kualitas: seperti yang dijelaskan di atas, makanan beku cenderung memiliki kualitas yang sama seperti daging dan sayuran segar karena vitamin dan kesegarannya terjaga sejak dibekukan.
  • Praktis: mudah disajikan karena sudah dikemas sesuai dengan kebutuhan.
  • Selalu tersedia: terutama sayuran dan buah, tidak lagi tergantung dengan musim.
  • Harga yang cenderung stabil: karena selalu tersedia, harganya pun cenderung stabil dan lebih murah.
  • Bebas pemborosan: bagi konsumen, frozen food bisa disajikan sesuai dengan kebutuhan dan kemudian sisanya cukup disimpan untuk dimakan nantinya.
  • Merupakan solusi di masa pandemi: sebagai makanan yang bisa disimpan cukup lama, frozen food sangat membantu di masa penerapan social distancing.

Meskipun memiliki peluang yang sangat besar, Anda tetap harus mempertimbangkan banyak hal sebelum mulai terjun ke bisnis ini. Persiapan yang matang, riset pasar dan strategi marketing yang tepat, serta pemilihan jenis frozen food dan positioning produk yang tepat akan membuat bisnis Anda lancar bahkan di masa setelah pandemi sekalipun.

Hal yang Harus Disiapkan Saat Memulai Bisnis Frozen Food

yang disiapkan
Perhatikan hal-hal yang harus Anda siapkan saat memulai bisnis frozen food.

Beberapa hal harus Anda siapkan secara matang sebelum memulai bisnis frozen food, antara lain:

Melakukan Riset Pasar

Riset pasar merupakan hal yang harus pertama kali Anda lakukan sebelum memulai bisnis ini. Perhatikan dan amati lingkungan di sekitar Anda, kebutuhan masyarakat, bahkan adat istiadat di daerah Anda memulai bisnis. Area mana saja yang kira-kira akan tertarik dengan frozen food? Perlukah Anda menyiapkan jasa pengantaran frozen food ke area-area tersebut?

Selain pertanyaan tersebut, ketika melakukan riset pasar, pastikan jenis produk frozen food apa yang paling menarik dan mungkin akan laku di daerah Anda. Kalau perlu, Anda bisa berkeliling pasar lokal dan melihat jenis makanan apa yang paling laku dan dibutuhkan, atau melihat tren jajanan. Jangan menjual makanan yang jelas-jelas jarang dimakan atau makanan yang tergolong “tabu” untuk dimakan di daerah Anda.

Menentukan Jenis Produk

Ada banyak sekali jenis makanan beku yang bisa Anda jual. Mulai dari sayuran dan buah beku, beragam jenis daging, beragam jenis ikan, sampai pada makanan olahan siap masak seperti bakso, nugget, sosis, siomay, risol, empek-empek, kebab, bahkan kue seperti donat. Carilah produk yang sesuai dengan riset pasar yang sudah Anda lakukan sebelumnya.

Untuk menentukan jenis makanan beku ini, Anda juga bisa berkreasi dengan menjual makanan versi siap sajinya. Selain itu, ada beberapa hal yang harus Anda pikirkan dalam menentukan jenis frozen food yang akan Anda jual. Pertimbangkan alasan mengapa Anda memilih jenis makanan ini, bagaimana pengemasan dan distribusinya, didapat dari mana jenis makanan tersebut, serta tentukan brand apa yang akan Anda pakai.

Memilih Target Pasar

Pemilihan siapakah target pasar dilakukan bersamaan dengan pemilihan jenis produk. Produk yang dipilih tergantung dari siapakah target pasar yang akan Anda sasar. Berdasarkan riset pasar Anda, siapakah target pasar Anda? Ada tiga pilihan tergantung situasi dan kondisi di daerah Anda:

  1. Perorangan/konsumsi rumah tangga. Yang tergolong ke dalam kategori ini adalah ibu rumah tangga atau mereka yang lebih senang memasak sendiri.
  2. Toko sayuran/toko daging. Bisa berupa toko sayuran/toko daging, kios sembako, maupun toko-toko di pasar lokal atau minimarket. Pertimbangkan bagaimana konsep kerjasamanya jika Anda akan mengantar frozen food ke toko-toko ini. Apakah Anda harus menyiapkan kulkas penyimpan makanan bekunya atau tidak, serta tetapkan harga dan jasa pengantaran (jika ada).
  3. Restoran/warung makan. Restoran atau warung makan di sekitar Anda tidak harus menjadi sasaran utama Anda. Anda bisa menjual dengan target pasar utama perorangan atau toko, dan kemudian sekaligus menawarkan produk frozen food Anda pada restoran dan warung makan di sekitar area Anda.

Selain menentukan target pasar, tentukan juga segmentasi konsumen. Apakah konsumen Anda orang yang sibuk sehingga Anda perlu bekerjasama dengan pihak lain dalam pengantaran, atau Anda juga menyediakan jasa pengantaran? Hitung baik-baik jasa pengantaran ini jika memang diperlukan dan lebih menjangkau konsumen. Pertimbangkan juga penyediaan platform online untuk pemesanan dan berikan pelayanan terbaik.

Pilihlah Lokasi yang Strategis

Anda perlu lokasi strategis agar bisnis frozen food Anda segera dikenali oleh orang banyak. Meskipun basis utama frozen food ketika masa pandemi ini via platform online, misalnya, tetap saja usahakan toko Anda terletak di tempat strategis yang mudah diingat orang banyak.

Bukan hanya karena harus diingat orang banyak, tapi lokasi tersebut nantinya akan menjadi tempat dimana konsumen mudah menemukan frozen food yang Anda jual dan cukup mencolok hingga mereka singgah ke toko Anda sepulang dari bekerja. Tentunya Anda harus memikirkan ini karena Anda tidak ingin bisnis Anda meredup pasca pandemi karena kendala lokasi, bukan?

Minta Izin Edar dari BPOM atau Surat Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga

Ini penting, yang paling penting sebelum memulai bisnis frozen food Anda. Jika Anda memilih membeli sendiri dagingnya kemudian mengolah dan membekukan semuanya sendiri (baik dalam skala industri maupun skala rumahan), Anda harus memperoleh izin dari pihak terkait. Sudah banyak kasus dimana bisnis frozen food-nya sudah sukses, namun masuk penjara karena lupa minta surat izin edar dari BPOM.

Pelajari cara mengurus surat izin ini melalui lembaga terkait di daerah sekitar Anda, atau kunjungi situs berikut ini dan Anda bisa mengajukan izin secara daring melalui situs tersebut. Situs tersebut merupakan situs resmi BPOM dan juga terdapat ebook yang bisa Anda download terkait cara mengurus surat izin pengolahan pangan.

Peralatan yang Harus Anda Siapkan

Berikut ini daftar peralatan utama yang harus Anda siapkan sebelum memulai bisnis frozen food:

  • FreezerHarga freezer untuk frozen food bervariasi, mulai dari Rp. 2jutaan hingga Rp. 12jutaan, tergantung kapasitas dan kebutuhan Anda. Pastikan kualitas barang dan brand freezer sesuai dengan yang Anda inginkan. Untuk membeli freezer, Anda bisa membeli lewat tokopedia melalui link ini.
  • Generator. Freezer yang bagus dengan kapasitas penyimpanan daging beku atau makanan beku lainnya yang lumayan banyak tentu memerlukan arus listrik yang stabil. Generator menjaga freezer Anda bekerja sebagaimana mestinya dan menjaga kualitas frozen food Anda. Mulai dari satu jutaan hingga 10jutaan, berikut ini link tokopedia untuk generator freezer Anda.
  • Timbangan. Timbangan perlu untuk menimbang makanan beku yang Anda jual. Sediakan beberapa timbangan jika perlu.
  • Mobil atau motor pengantar. Jika Anda berminat untuk menyediakan jasa pengantaran frozen food ke tempat konsumen, siapkan pula alat transportasinya.
  • Peralatan lainnya. Peralatan lain ini seperti meja, pisau, talenan, baskom, mesin pencetak kadaluarsa dan lain sebagainya. Detil mengenai peralatan lain ini akan dibahas pada analisis modal dan keuntungan bisnis frozen food.

Siapkan Data Kontak Supplier Frozen Food

Persiapan satu ini tidak kalah penting dari persiapan-persiapan lainnya. Apapun jenis frozen food yang akan Anda jual, Anda harus memiliki kontak supplier agar Anda tahu dimana membeli frozen food yang murah, berkualitas, dan sesuai dengan budget Anda.

Di era internet seperti sekarang, mencari data kontak supplier frozen food tergolong mudah. Tidak masalah dengan adanya pandemi, Anda bisa mencari kontak supplier frozen food melalui link ini. Ada banyak ragam pilihan makanan beku dari sosis hingga sea food. Jika Anda masih takut memulai sendiri bisnis Anda, Anda juga bisa menjalin kerjasama dengan sistem franchise atau waralaba dari supplier makanan beku.

Strategi Pemasaran Bisnis Frozen Food

strategi pe,masaran frozen food
Gunakan strategi pemasaran, salah satunya dengan menggunakan media sosial sebagai sarana promosi frozen food Anda.

Persiapan yang matang, sudah. Daftar kontak penyuplai makanan beku juga sudah. Nah, kini saatnya Anda memikirkan strategi bagaimana caranya agar bisnis frozen food Anda dapat sustain atau bertahan dan bahkan untung. Berikut ini strategi yang bisa Anda pakai, di antaranya adalah:

Memanfaatkan Media Sosial

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa bisnis yang maju biasanya selain offline, juga tersambung dengan platform online seperti akun instagram, facebook, dan memiliki nomor whatsapp yang selalu aktif agar dapat menerima pesanan konsumen sesegera mungkin. Buatlah list media sosial yang akan Anda perlukan dalam bisnis Anda. Pertimbangkan dengan kebiasaan orang-orang di daerah Anda.

Anda bisa saja membuat sebuah akun facebook dan sebuah laman facebook untuk mempromosikan makanan beku Anda. Anda juga bisa masuk ke grup-grup forum jual beli kota Anda dan mempromosikan makanan beku Anda di sana. Selain masuk ke dalam grup, Anda bisa memasang iklan pada akun instagram yang memang banyak dilihat orang sebelum membeli makanan.

Selain berjualan, Anda bisa mengisi laman facebook atau akun instagram Anda dengan konten-konten terkait makanan atau makanan beku sesekali, baik itu foto makanan jadi dari makanan beku Anda maupun tips seputar makanan dan nutrisi. Konten media sosial yang menarik tidak akan membuat para pelanggan kabur. Gunakan media sosial sebagai alat promosi utama Anda.

Pengemasan yang Aman dan Menarik

Semua usaha promosi yang gencar dan persiapan matang akan percuma jika pengemasan Anda kurang aman. Makanan beku perlu dikemas sedemikian rupa agar kebersihannya tetap terjaga. Pastikan Anda mengemas frozen food Anda secara rapat dan kedap udara. Kemasan yang tertutup rapat menjaga keawetan makanan lebih lama. Gunakan plastik yang memang sering digunakan dalam bisnis frozen food, seperti plastik nylon.

Selain aman, gunakan juga kemasan yang menarik yang membuat makanan beku Anda terlihat lebih mencolok dibandingkan makanan beku kompetitor. Tidak ada salahnya berinvestasi pada desain. Selain menarik, desain yang cantik juga membuat produk Anda lebih berkesan di hati pelanggan.

Jangan lupa untuk memuat informasi-informasi penting pada label Anda seperti berat bersih, tanggal kadaluarsa, jenis produk, dan kandungan gizi (jika perlu). Cantumkan pula nomor izin BPOM agar produk Anda tidak bermasalah di kemudian hari.

Selalu Menjaga Kualitas

Selalu jaga kebersihan, baik ketika Anda menjual frozen food melalui toko fisik, maupun dalam proses pengantaran. Selain menjaga kebersihan, pilihlah daging yang benar-benar segar dan jangan sesekali berbohong pada konsumen Anda. Kepercayaan merupakan aset terbaik dalam bisnis. Menjaga kualitas merupakan investasi agar bisnis frozen food Anda tetap untung dan stabil dalam kondisi apapun.

Menggunakan Teknologi Digital

Jika Anda tinggal di kota besar dengan jumlah kompetitor yang lumayan banyak, mungkin Anda tertarik menjajaki kerjasama dengan beberapa aplikasi pengantar makanan seperti GoFood ataupun GrabFood. Atau mungkin Anda tertarik untuk mengembangkan aplikasi pemesanan frozen food. Tergantung kebutuhan Anda, penggunaan teknologi digital ini bisa Anda pakai atau tidak.

Mengamati Perkembangan Kompetitor

Hmm, yang satu ini susah-susah gampang. Sebetulnya, Anda tidak harus menjadi jahat atau menjatuhkan kompetitor Anda. Mengamati disini maksudnya adalah metode ATM: Amati, Tiru, dan Modifikasi.

Amati perkembangan kompetitor. Jika kompetitor menggunakan teknologi atau teknik terbaru, Anda boleh saja menconteknya. Kenapa tidak, selama itu merupakan hal yang bagus. Tapi perlu diperhatikan, sebelum Anda meniru, Anda harus benar-benar mencari tahu apakah teknologi baru tersebut Anda butuhkan atau tidak, sesuaikah dengan karakteristik pelanggan Anda atau tidak.

Jika kemasan kompetitor kita lebih modern misalnya, jangan seratus persen ditiru karena itu merupakan plagiat. Anda bisa mengubah desain Anda juga namun sesuaikan dengan visi misi perusahaan Anda. Selain itu, carilah sebuah nilai unik yang sulit untuk kompetitor Anda tiru namun merupakan kelebihan perusahaan frozen food Anda.

Analisisa Bisnis Frozen Food

analisis bisnis frozen food
Estimasi modal dan keuntungan bisnis frozen food Anda sebelum memulai.

Nah, setelah kita memahami peluang bisnis, riset pasar, melakukan persiapan, dan memahami strategi pemasaran, saatnya kita menghitung estimasi modal, keuntungan, serta BEP usaha frozen food. Berikut ini penjelasannya.

Peralatan yang Diperlukan

  • Etalase produk (dilengkapi freezer)*: Rp. 9.500.000,-
  • Talenan, pisau, baskom: Rp. 250.000,-
  • Timbangan: Rp. 400.000,-
  • Sendok: Rp. 100.000,-
  • Pengangkat makanan: Rp. 100.000,-
  • Nampan, serbet: Rp. 50.000,-
  • Tempat sampah: Rp. 15.000,-
  • Mesin kode kadaluarsa: Rp. 400.000,-
  • Mesin vakum sealer: Rp. 300.000,-
  • Freezer (150 Liter): Rp. 2.500.000,-
  • Genset: Rp. 3.000.000,-

Total modal peralatan: Rp. 13.615.000,-

*Catatan: etalase produk diperlukan untuk toko offline. Sebaiknya pilih etalase dengan pendingin.

Biaya Kebutuhan Operasional per bulan

  • Kebutuhan makanan beku (tergantung jenisnya): Rp. 3.000.000,- s.d. Rp. 5.000.000,-*
  • Sabun cuci: Rp. 150.000,-
  • Sewa tempat: Rp. 1.500.000,-
  • Air+listrik: Rp. 1.200.000,-
  • Gaji karyawan (2 orang): Rp. 2.000.000,-*
  • Bensin (jika perlu pengantaran): Rp. 1.300.000,-
  • Kemasan: Rp. 500.000,-

Total biaya operasional per bulan: Rp. 6.650.000,-

*Catatan: untuk kebutuhan makanan beku, bisa saja lebih tergantung jenis produk yang dijual, begitu pula dengan gaji karyawan.

Pendapatan dan Keuntungan

  • Harga jual per produk: Rp. 20.000,- x target penjualan (target per hari (50 produk) x 30 hari)
          • Rp. 20.000,- x 1.500 produk per bulan
          • Rp. 30.000.000,- (Keuntungan Kotor per bulan)
  • Keuntungan bersih per bulan: Keuntungan Kotor – Biaya Operasional
            • Rp. 30.000.000,- – Rp. 6.650.000,-
            • Rp. 23.350.000,- (Keuntungan Bersih per bulan)

Jika Anda memproduksi sendiri daging bekunya dari daging mentah, Anda bisa balik modal sejak bulan pertama sampai bulan kedua. Estimasi biaya ini hanya berupa contoh, di lapangan, semua biaya ini tergantung dengan kebutuhan Anda dan harga bahan makanan mentah yang akan Anda olah menjadi bahan makanan beku.

Nah, itu dia peluang usaha dan analisis bisnis frozen food. Lumayan menguntungkan dan tergolong stabil bahkan di masa pandemi sekalipun. Tapi tetap siapkan yang terbaik agar bisnis Anda tetap stabil bahkan setelah pandemi berakhir.