Peluang Usaha Ternak Kroto, Modal <5Juta Laba Belasan Juta

Meski terlihat sepele, ternyata ternak kroto sangat menguntungkan. Dengan modal awal di bawah 5 juta, omset bulanannya bisa puluhan juta rupiah apabila ditelateni.

Sudah banyak orang yang membuktikannya sendiri. Bahkan, para petani yang suka mencari kroto di alam liar pun mengakui bahwa pendapatannya besar. Apalagi yang membudidayakannya sehingga dapat diatur sendiri masa panennya.

Sudah banyak kisah sukses peternak kroto yang berhasil membeli rumah, mobil, bahkan meluaskan usahanya di peternakan lainnya hanya dari anakan semut rangrang ini. Untuk itu, usaha ini sudah pasti berpeluang besar dan menjanjikan di masa depan.

Kami akan mengulasnya dalam artikel ini. Jadi, selamat menyimak sampai akhir untuk inspirasi usaha di desa Anda.

Peluang usaha ternak kroto

Sebagaimana disebutkan di atas, peternakan kroto termasuk yang menjanjikan. Salah satu alasannya adalah kebutuhan kroto yang terus meningkat dari para peternak burung berkicau, burung biasa, dll.

 Peluang usaha ternak kroto

Sebagai pakan, kroto dipercaya dapat membuat kicauan burung makin bagus dan mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan oleh para burung.

Agar lebih jelas mengenai peluangnya, berikut ini disajikan beberapa daftar peluang yang dapat dimaksimalkan saat sedang mengelola bisnis ini:

  1. Pangsa pasar yang luas (bisa seindonesia).
  2. Permintaan yang sangat tinggi.
  3. Keberadaan kroto di alam liar makin langka karena banyak pepohonan ditebang untuk dijadikan perumahan.
  4. Jumlah larva rangrang di pedesaan memang masih ada, tapi untuk mencarinya sekarang sudah cukup sulit.
  5. Harganya sangat mahal, per kilogram bisa Rp 200.000,-.
  6. Bisa dijalankan dari rumah sehingga tak perlu biaya sewa tempat.
  7. Modal yang dibutuhkan kecil.
  8. Peluang untungnya besar karena bisa jual krotonya langsung dan atau bibitnya.
  9. Persaingan tak terlalu banyak.
  10. Peternakannya tak memakan tempat, dari ruangan kecil pun bisa dimulai asalkan sirkulasi udaranya bagus, dll.

Dengan beragam alasan dan peluang di atas, sudah jelas sekali bahwa bisnis ini dapat memberikan dampak luar biasa bisa dilakukan secara teliti dan telaten.

Kelemahan atau resiko bisnis ternak kroto

Selain peluangnya, usaha ternak kroto ini tentu memiliki kelemahan yang harus dihadapi oleh semua pebisnis. Sebagai pemula, Anda harus menyiapkan diri.

Di antara risiko bisnis peternakan telur dan larva rangrang ini adalah:

  1. Hanya bisa dilakukan bila Anda sudah tahu cara peternakan dan perawatannya. Kalau belum mengerti caranya, biasanya para pemula mengikuti kursus atau pelatihan singkat.
  2. Kesalahan dalam perawatan bisa membuat kroto tidak berkembang dengan baik.
  3. Suasana rumah jadi banyak semut apabila dilakukan secara personal.
  4. Tidak bisa langsung rekrut karyawan karena sebaiknya ditangani sendiri agar lebih mengerti tata cara ternaknya.

Dari ulasan di atas, secara plus minus memang bisnis ini banyak kelebihannya. Meski begitu, Anda tetap harus menerapkan strategi jitu agar bisnisnya dapat berjalan lancar dan sukses.

Strategi usaha ternak kroto dan caranya supaya menghasilkan

Strategi usaha ternak kroto dan caranya supaya menghasilkan

Berikut ini adalah panduan untuk memulai bisnis ternak kroto sekaligus strategi untuk menjalankannya:

Cari tahu dengan jelas cara ternak yang tepat / kuasai skill

Yang paling penting dalam peternakan adalah skill dari si pemilik. Usaha ini belum banyak yang menjalankan, tapi Anda bisa menemukan cara ternaknya di mana saja. Misalnya lewat Google, Youtube, atau semacamnya.

Jangan malas untuk browsing dan mencari tahu lebih banyak. Kemudian, jangan segan untuk mencobanya. Yakinlah. Anggap saja itu sebagai bentuk investasi masa depan.

Selain cara di atas, Anda juga dapat mengetahui tata cara peternakannya dengan mengikuti pelatihan. Sayangnya, pelatihan semacam ini tak selalu diadakan. Jadi, pas ada momennya, segera tangkap kesempatan tersebut.

Siapkan pakan terbaik

Untuk mendapatkan kroto berkualitas baik, Anda harus memberikan pakan terbaik. Umumnya, para peternak memberikan ulat hongkong, jangkrik, belalang, atau serangga lainnya.

Ketahui masa panen pertama dan seterusnya

Setelah pembelian bibit, masa panennya umumnya setelah 4-6 bulan. Setelah panen pertama ini, Anda bisa memanennya dalam hitungan 20-25 hari. Tapi mayoritas peternak memanennya sebulan sekali.

Lokasi

Pemilihan tempat harus tepat, cari ruangan yang memiliki sirkulasi udara bagus dengan kondisi yang baik buat kroto. Lokasi juga harus dipastikan aman dari predator.

Promosi

Berikut ini adalah teknik promosi yang dapat dilakukan:

  1. Tawarkan kepada para pemilik burung berkicau secara langsung. Biasanya mereka membutuhkan kroto untuk memastikan kicauannya bagus sehingga bisa menang lomba.
  2. Menjualnya secara online dengan pengemasan yang aman.
  3. Langsung tawarkan ke pengepul.
  4. Tawarkan kepada penjual di pasar hewan.
  5. Buatlah banner di rumah agar orang-orang tahu Anda peternak kroto. Banner ini dapat menjadi media promosi pasif.

Selain strategi di atas, Anda bisa melakukan improvisasi sesuai dengan perkembangan yang terjadi di lapangan.

Analisa modal usaha ternak kroto dan estimasi BEP-nya

Setelah mengetahui peluang, kelemahan, dan strateginya sekarang saatnya untuk melakukan perhitungan modal awal hingga estimasi balik modalnya.

Analisa modal usaha ternak kroto dan estimasi BEP-nya

Secara umum, bisnis ini bisa dimulai dengan modal kurang dari 5 juta rupiah dengan penghasilan puluhan juta rupiah per bulan.

Lebih jelasnya, silakan simak perhitungan di bawah ini:

Estimasi modal bisnis ternak kroto dan investasinya

Untuk memulai usaha ini, Anda perlu menyiapkan:

  • 200 toples bibit @Rp 25.000,- = 200 x Rp 25.000,- = Rp 500.000,-.
  • Rak kayu (kandang) seharga Rp 500.000,-

Total biaya investasi di awal adalah Rp 1.000.000,-.

Selanjutnya, Anda perlu menyiapkan biaya operasional seperti pakan dan vitamin.

  • Pakan per bulan sekitar Rp 150.000,-.
  • Gula atau madu sekitar Rp 200.000,-
  • Biaya lain-lain Rp 250.000,-.

Secara total, biaya operasional bulanannya adalah Rp 600.000,-.

Anggap saja Anda melakukan pengembangbiakan di rumah, maka total modal dan investasi yang dikeluarkan di awal adalah Rp 1.600.000,-.

Perkiraan pendapatan yang diperoleh

Sebagaimana dituliskan di atas, setelah dari bibit ke panen pertama, dibutuhkan waktu sekitar 4-6 bulan. Mari kita ambil rata-rata 5 bulan, maka selama 5 bulan, Anda harus menyiapkan uang Rp 600.000,-.

Secara total biaya yang harus disiapkan sejak awal adalah Rp 1.000.000 + (5 x Rp 600.000) = Rp 4.000.000,-.

Setelah dapat memanen pertama kali, katakan satu toples bisa memperoleh kroto sebanyak 1 ons (jumlah minimal), maka perhitungan pendapatan pas pertama kali panen (dianggap panen bersamaan):

200 x 1 ons x Rp 20.000,- = Rp 4.000.000,-

BEP (break event point)

Perhitungan di atas untuk estimasi harga per ons Rp 20.000,- atau satu kilo Rp 200.000,-. Dari sini saja, modal awal sudah langsung kembali di panen pertama. Berbeda dengan usaha warung kopi yang BEP-nya di bulan kedua atau ketiga.

Karena sudah BEP di bulan pertama, maka panenan berikutnya secara otomatis merupakan laba bersih yang Anda peroleh, yakni minimal Rp 4.000.000,- per bulan.

Hasil di atas adalah angka minimal jika Anda tidak mengembang biakkan kroto menjadi beberapa toples.

Jika perkembangbiakan dilakukan, yakni dengan memisah 1 toples bibit menjadi 4 toples bibit-bibit baru, maka 200 toples pun bisa menjadi 800 toples.

Dengan kata lain, pendapatannya adalah 800 x Rp 20.000,- (1 ons) = Rp 16.000.000,-.

Pendapatan ini berpotensi naik setiap bulan dengan cara ternak kroto yang benar dan perawatan yang bagus.