Modal Usaha Menjahit <4 Juta, Langsung BEP Bulan Pertama

Tahun 2020, usaha menjahit ternyata makin berpeluang besar. Semakin banyak orang yang melek fashion dan ingin membuat baju yang langsung pas di badan.

Tak heran, banyak sekali kursus menjahit di kalangan ibu-ibu yang ada di kota. Biasanya, kursus ini diadakan oleh kelompok PKK atau organisasi penggerak kewanitaan lainnya.

Nah, apabila Anda sudah punya dasar dan tahu cara menjahit baju, melirik dan memulai usaha ini bisa menjadi satu solusi yang pas. Sebab ada banyak peluang yang dapat dioptimalkan.

Usaha ini dapat dijalankan baik di kota maupun di desa. Namun, pada kesempatan kali ini kami akan fokus pada pembahasan bisnis di pedesaan karena modalnya pasti sangat kecil dengan pendapatan yang maksimal. Jadi, selamat menyimak sampai selesai.

Peluang usaha menjahit dengan profit besar

Ada banyak orang yang memandang sebelah mata pekerjaan penjahit. Saking dianggap sepele, saat ada kursus ketrampilan jahit banyak orang yang enggan mengikutinya.

 Peluang usaha menjahit dengan profit besar

Usaha ini memang tidak membutuhkan ijazah dari perguruan tinggi. Cukup dengan ketrampilan menjahit, Anda bisa membuka usahanya.

Ilmunya juga sangat beda jauh dengan materi pelajaran di bangku kuliah. Sehingga banyak yang gengsi untuk membuka usahanya.

Padahal jika mau mencoba, peluangnya yang besar dapat dioptimalkan. Apa saja peluang yang dimaksud?

  1. Semakin ke sini banyak orang yang ingin punya baju langsung pas di badan. Sebab baju yang dibeli ukurannya kebanyakan all size. Artinya, pangsa pasarnya semakin luas.
  2. Bisa jual jasa jahit pada konveksi besar.
  3. Menjual jasa jahit online.
  4. Bisnis di bidang jasa untungnya tinggi, profit marginnya bisa sampai 80 % karena operasionalnya kecil. Uang atau pendapatannya khusus untuk diri sendiri atas ketrampilan yang dimiliki.
  5. Modalnya kecil karena perlengkapan yang dibutuhkan hanya sedikit.
  6. Bisa dilakukan di rumah.
  7. Tidak butuh ruangan yang sangat luas.
  8. Fleksibel, bisa dikerjakan sesuai dengan waktu yang dimiliki.
  9. Bisa sampingan permak.
  10. Pesaingnya tidak terlalu banyak.

Itulah beberapa hal yang membuat peluang usaha menjahit ini patut diperjuangkan dan layak buat dicoba.

Resiko atau kelemahan usaha menjahit

Lantas, apakah bisnis ini punya resiko? Jelas ada, semua bisnis punya risiko. Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat mengatasinya dengan baik sehingga sukses di bidang ini.

Resiko atau kelemahan usaha menjahit

Berikut ini adalah kelemahan dan risiko yang mungkin dihadapi saat Anda membuka usaha ini:

  1. Harus selalu mengikuti trend. Jadi, modenya cepat berubah.
  2. Saat ada pelanggan yang datang membawa model baju baru untuk dicontoh, Anda benar-benar harus memberikan yang terbaik. Apabila tidak, mereka akan kecewa dan tidak akan jadi pelanggan. Sebaliknya, mereka akan memberikan testimoni negatif kepada tetangga-tetangganya yang lain sehingga ikut enggan memakai jasa Anda.
  3. Persaingan ongkos yang tinggi.
  4. Skill-nya harus benar-benar mumpuni.

Itulah beberapa risiko yang harus benar-benar dipersiapkan solusinya sejak sekarang apabila membuka bisnis jahit.

Strategi atau tips membuka usaha menjahit

Setelah paham apa saja peluang dan resikonya, kini saatnya memantapkan strategi agar sukses di bisnis bidang jasa ini. Berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan:

Skill adalah kunci, kuasai dengan baik

Penjahit diupah berdasarkan keterampilannya. Jadi, bisnis ini hanya bisa berjalan bila Anda tahu cara menjahit. Tak hanya sekedar tahu, Anda juga haru menguasai dengan baik berbagai macam tekniknya.

Mulai dari pengukuran, penggambaran pola, pemilihan bahan, pemilihan benang, hingga proses menjahit dan finishing agar hasil jahitan terlihat rapi.

Anda harus benar-benar menguasai setiap hal yang berhubungan dengan proses jahit dari awal sampai akhir.

Sebab nantinya, Anda tidak akan berhubungan dengan satu dua pola saja, melainkan berbagai pola dengan ukuran yang unik.

Pertahankan kualitas

Utamakan untuk memberikan kualitas terbaik kepada seluruh pelanggan. Jangan pandang bulu. Kualitas yang baik akan mendatangkan banyak pelanggan, sekarang dan nanti.

Atur jadwal dengan baik agar bisa menepati janji

Saat menjahitkan baju, orang-orang biasanya akan bertanya kapan bajunya akan selesai dijahit. Anda harus benar-benar memanajemen waktu agar bisa memperkirakan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal.

Penuhi janji dan berikan kelonggaran 1-2 hari dari jadwal yang sudah disepakati. Waktu ini dipakai untuk memperbaiki jahitan bilamana ada yang kurang dan pelanggan merasa tidak sreg.

Tetapkan ongkos yang pantas

Karena usaha menjahit ini dijalankan di desa, Anda tidak bisa mematok harga terlalu tinggi. Karena bila ini yang terjadi, orang-orang akan kapok dan tidak kembali lagi.

Maka dari itu, cobalah survei bagaimana pesaing mematok harga jasa jahitnya. Perhatikan juga kualitasnya. Jangan jadikan harga pesaing sebagai patokan, melainkan kualitasnya.

Jika merasa kualitas jahitan Anda lebih baik. Silakan patok harga yang lebih tinggi, tapi tetap dalam koridor “pantas”.

Promosi online dan offline

Jangan hanya berpikir untuk memasarkan produk secara offline atau ke tetangga. Cobalah manfaatkan facebook, instagram, atau media sosial lain untuk memberitahu orang bahwa Anda adalah seorang penjahit.

Kita tidak pernah tahu dari mana saja pelanggan berasal, kapan mereka akan tertarik atau membutuhkan jasa kita.

Contoh bisnis jahit online yang sukses

Bila dulu banyak yang beranggapan bahwa bisnis ini hanya dapat dilakukan di sekitar rumah karena harus face to face dengan orangnya, sekarang hal tersebut tampaknya tidak berlaku. Faktanya, ada bisnis jahit online yang sudah sukses dan meraup omzet sangat banyak per bulannya.

Adalah @kostoom yang membuka usaha jasa jahit secara online. Salah satu platform yang digunakan adalah instagram.

Selain bekerja sama secara langsung dengan klien-klien corporate yang membutuh seragam partai besar, mereka juga membuka jasa untuk end-user dengan ketentuan minimal jahitan.

Tentu saja, jasa mereka mendapatkan perhatian dari warganet dan warga-warga sekitar sehingga bisnisnya dapat berjalan dengan lancar.

Perhitungan modal usaha menjahit dan estimasi BEP

Perhitungan modal usaha menjahit dan estimasi BEP

Berikut disajikan beberapa perhitungan modal, pendapatan, keuntungan dan estimasi balik modal usaha jahit ini:

Investasi dan modal bisnis menjahit

Yang pertama, Anda perlu menyiapkan:

  • Mesin jahit seharga Rp 2.250.000,-.
  • Mesin obras seharga Rp 1.000.000,-.
  • Gunting kain, benang, kertas seharga Rp 125.000,-.
  • Benang jahit berbagai warna dasar seharga Rp 70.000,-.
  • Benang obras berbagai warna nasar seharga Rp 50.000,-.
  • 1 set jarum, pendedel, kapur, penggaris, dll. seharga Rp 100.000,-.

Investasi di awalnya adalah Rp 3.595.000,-.

Dengan investasi ini, Anda sudah bisa mulai buka usaha jasa menjahit.

Namun sebelum itu, jangan lupa hitung biaya operasional bulanannya berupa listrik, misalnya sebesar Rp 150.000,-. Sehingga total awalnya adalah Rp 3.745.000,-.

Modal awal 3 jutaan ini hampir sama dengan modal usaha ternak kroto yang merupakan salah satu bisnis non jasa dengan omzet puluhan juta.

Pendapatan per bulan

Misalnya, sehari Anda bisa mengerjakan 3 potong baju dengan upah per baju rata-rata Rp 60.000,-. Maka sehari, Anda akan mengumpulkan uang 3 x Rp 60.000,- = Rp 180.000,-.

Artinya, dalam sebulan dengan asumsi libur di hari minggu (4 hari) adalah Rp 180.000,- x 26 = Rp 4.680.000,-.

BEP (break event point)

Dengan pendapatan di bulan pertama ini, berarti modal dan investasi yang dikeluarkan sudah langsung BEP. Bahkan, Anda masih punya sisa dana sebesar:

Rp 4.680.000,- – Rp 3.745.000,- = Rp 935.000,-

Uang ini sudah lebih dari cukup untuk membeli benang atau barang-barang keperluan lainnya seperti kancing, resleting, dll.

Di bulan-bulan berikutnya, pendapatan usaha menjahit Anda bersih 4 jutaan. Bisa meningkat lagi jika Anda menaikkan harga jasanya atau menambah jumlah pesanan.