Peluang Usaha Ternak Bebek, Modal 5 Jutaan BEP 3 Bulan

Pilih peluang usaha ternak bebek dengan tepat! Mau petelur atau pedaging, keduanya menguntungkan. Agar yakin, cek analisa modal dan keuntungannya di sini.

Jika saat ini Anda tertarik untuk beternak bebek, maka ketahuilah bahwa ada dua kategori bebek yang bisa dikembangkan. Yakni petelur dan pedaging.

Sesuai dengan namanya, bebek petelur mengandalkan telur sebagai penghasilan bulanan. Sementara bebek pedaging langsung dijual bebeknya karena yang dimanfaatkan adalah dagingnya.

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, sebelum memulai usahanya. Ada baiknya Anda tahu dulu dengan pasti bagaimana risiko, peluang, dan analisa bisnisnya dengan jelas.

Simak ulasan ini sampai selesai untuk mengetahuinya.

Peluang usaha ternak bebek

Peluang usaha ternak bebek

Sumber foto: pexels.com

Apa pun bebek yang Anda pilih untuk diternak, pada dasarnya keduanya berpeluang besar menghasilkan uang. Sebab saat ini, permintaan bebek semakin meningkat dan bervariasi. Berikut ini penjelasan detailnya:

Bebek petelur

Untuk jenis petelur, peluangnya terbuka lebar karena:

  1. Yang dijual adalah telurnya. Jadi selama belum afkir, bebek masih menjadi milik Anda.
  2. Telurnya bisa dibuat telur asin kemudian dijual di swalayan, warung-warung, atau yang lainnya.
  3. Telur mentahnya dibutuhkan oleh para penjual martabak.
  4. Di waktu-waktu tertentu, ada orang yang mencari telur bebek untuk acara khusus.
  5. Bisnisnya bisa dilakukan di sekitar rumah. Tidak perlu sewa tempat usaha yang mahal.

Dengan melihat peluang di atas, kans untuk menghasilkan banyak uang dari ternak bebek jenis ini jadi jelas terbuka lebar.

Bebek pedaging

Khusus untuk kategori daging, Anda perlu memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

  1. Yang dijual langsung adalah bebeknya. Jadi, ketika sudah dijual, jumlah bebeknya akan langsung berkurang.
  2. Peminatnya banyak, mulai dari warung hingga restoran-restoran yang butuh daging. Selain itu, saat ada perayaan kadang ada orang yang lebih senang mengolah daging bebek dibanding ayam.
  3. Masa panennya cepat.
  4. Tidak boros pakan tapi perkembangannya cepat.
  5. Dapat dijalankan sebagai usaha rumahan.
  6. Bisa dimulai dari lahan yang sempit.

Peluang di atas memberikan penggambaran bahwa ternak bebek tidak seribet yang dibayangkan. Lebih mudah dan menghasilkan.

Risiko usaha ternak bebek

Risiko usaha ternak bebek

Sumber foto: pexels.com

Berikut ini adalah risiko umum yang dialami oleh peternak bebek:

  1. Potensi adanya penyakit sehingga perlu diberi vaksin.
  2. Saat terkena penyakit, ada kemungkinan dapat menyebar ke seluruh penghuni kandang. Artinya, terserang satu bisa terserang semua.

Terlepas dari risiko yang mungkin sebagaimana dipaparkan di atas, perlu diketahui bahwa bebek merupakan unggas yang sangat tahan terhadap virus atau penyakit dibanding unggas lainnya.

Oleh karena itu, jangan ragu dan khawatir memulai usaha peternakan unggas satu ini.

Modal dan analisa usaha ternak bebek

Jika Anda tertarik dengan peluang usaha ternak bebek, maka selain uang Anda juga harus menyiapkan skill budidaya yang baik.

Modal dan analisa usaha ternak bebek

Sumber foto: pixabay.com

Ilmunya bisa didapatkan dari banyak sumber, mulai dari internet, buku, hingga majalah-majalah. Anda pun bisa bertanya kepada para peternak yang sudah berpengalaman.

Nah, apabila sudah siap, silakan cek modal dan analisa usaha di bawah ini sebagai gambaran:

Modal dan analisa bisnis ternak bebek petelur

Untuk memulai bisnis petelur, ada dua pilihan yang bisa diambil. Pertama, membeli bibit yang belum siap bertelur. Kedua, membeli bibit yang siap bertelur, yakni usia 5-6 bulan.

Kalau memilih bibit yang belum siap bertelur, maka Anda akan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk membudidayakannya sampai bisa bertelur.

Sedangkan jika memilih yang sudah siap bertelur, maka Anda bisa menikmati hasilnya langsung di bulan berikutnya.

Berikut ini estimasi modal dan biaya yang dibutuhkan khusus untuk budidaya unggas yang siap bertelur:

  1. Harga bebek siap bertelur sekitar Rp 50.000 sampai Rp 55.000,- per ekor. Jika membeli 100 ekor, maka modalnya adalah sekitar Rp 5.500.000,-.
  2. Biaya pembuatan kandang adalah sebesar Rp 1.000.000,-.
  3. Perawatan, vaksin, dan pakan dianggarkan Rp 1.500.000,- per bulan.
  4. Perawatan kandang dan biaya lain-lain dianggarkan Rp 1.000.000,- per bulan.

Selanjutnya, perlu diketahui bahwa dalam kondisi baik, satu ekor bebek bisa menghasilkan 200 sampai 250 butir telur per tahun. Oleh karena itu, berikut ini estimasi pendapatannya:

  1. Dalam setahun, 100 bebek akan menghasilkan sekitar 250 x 100 = 25.000 butir telur.
  2. Sementara bebek dapat bertelur sampai usia 2 tahun. Artinya, 24 bulan – 6 bulan = 18 bulan (1,5 tahun).
  3. Artinya, 1,5 tahun x 25.000 butir = 37.500 butir.
  4. Jika satu butir telur dihargai Rp 1.900,-, maka pendapatannya adalah Rp 71.250.000,- selama 1,5 tahun.
  5. Bebek afkir bisa dijual seharga Rp 40.000,-. Artinya, setelah 100 ekor bisa dijual dengan harga Rp 4.000.000,-.
  6. Total pendapatan telur dan bebek afkir adalah Rp 75.250.000,-.

Dengan modal dan pengeluaran sebagaimana dituliskan di atas, berikut ini perhitungan laba dan estimasi BEP-nya:

  1. Biaya vaksin dan pakan bulanan selama 1,5 tahun adalah Rp 1.500.000 x 18 bulan = Rp 27.000.000,-.
  2. Biaya pemeliharaan dan lain-lain selama 1,5 tahun adalah Rp 1.000.000 x 18 bulan = Rp 18.000.000,-.
  3. Total modal dan biayanya adalah 5.500.000 + 1.000.000 + 27.000.000 + 18.000.000 = Rp 51.500.000,-.
  4. Laba dalam satu kali pemeliharaan = 75.250.000 – 51.500.000 = Rp 23.750.000,-.

Artinya, dalam satu bulan pendapatan bersih dari 100 ekor bebek petelur adalah Rp 1.319.444,-.

Estimasi modal dan analisa usaha ternak bebek pedaging

Bebek pedaging memiliki pemeliharaan dan perhitungan yang lebih sederhana. Anda hanya perlu menyiapkan modal untuk membeli bibit lalu diberi pakan dan dijual kembali saat sudah waktunya.

Salah satu jenis yang disarankan adalah bebek peking. Unggas jenis ini memiliki masa panen yang cepat. Saat berusia 1 bulan, ukuran tubuhnya sudah seperti ayam broiler. Sementara saat usia 2 bulan, ukurannya bobotnya sudah mencapai 2 kg atau siap dijual.

Agar lebih jelas, simak perhitungan modal di bawah ini:

  1. Harga bibit per ekor Rp 11.000,-. Untuk memelihara 200 ekor, diperlukan uang Rp 2.200.000,- saja.
  2. Biaya pembuatan kandang Rp 1.000.000,-.
  3. Harga pakan dan vitamin per bulan Rp 1.000.000,-. Dalam 2 bulan butuh Rp 2.000.000,-.
  4. Pemeliharaan dan biaya lainnya Rp 300.000,- per bulan. Dalam 2 bulan butuh Rp 600.000,-.

Secara total, modal yang diperlukan adalah 2.200.000 + 1.000.000 + 2.000.000 + 600.000 = Rp 5.800.000,-.

Jika bebek dijual, harga per ekornya mencapai Rp 50.000,-. Dengan begitu, untuk 200 ekor, Anda bisa memperoleh uang senilai Rp 10.000.000,-.

Laba yang didapatkan adalah 10.000.000 – 5.800.000 = Rp 4.200.000 dalam 2 bulan. Per bulan sekitar Rp 2.100.000,-.

Artinya, jika Anda kontinu dan telaten melakukannya, maka modal awal sudah BEP di bulan ketiga.

Itulah estimasi peluang usaha ternak bebek petelur dan pedaging. Agar hasilnya meningkat, cari tahu cara memaksimalkan hasil telur dan daging kemudian jalinlah kerja sama yang baik dengan para pembeli. Bila perlu, lirik juga bisnis penjualan bibit agar pendapatannya makin meningkat.