Peluang Bisnis Sayuran, Modal 3 Juta Panen Laba Harian

Menekuni bisnis sayuran jadi pilihan pas buat para pemula. Modalnya kecil dan pasti laku karena dibutuhkan oleh semua orang setiap hari.

Salah satu bukti peluang besar bisnis ini adalah kisah tentang seorang mahasiswa yang memulainya dengan modal 1 juta rupiah. Empat tahun berjalan, bisnisnya kini sudah beromzet 6 juta rupiah per hari. Artinya, dalam sebulan sudah ada omset Rp 180 jutaan.

Bila Anda mau mencobanya juga, perlu diketahui bahwa tak ada bisnis yang instan. Semua butuh perjuangan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.

Selain itu, seorang pebisnis juga harus memiliki skill untuk menjual dan modal untuk kulakan barang.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahasnya dengan cukup rinci. Mulai dari peluang, tantangan, strategi, hingga analisa modalnya. Simak sampai selesai sebelum memulai langkah pertama Anda.

Peluang bisnis sayuran yang menguntungkan

Sayuran merupakan salah satu kebutuhan pokok yang dibutuhkan setiap hari. Tak hanya ibu rumah tangga, pelanggan sayur juga bisa datang dari para pedagang. Misalnya, pedagang mi ayam, warung makan, hingga restoran dan hotel-hotel.

Peluang Bisnis Sayuran

Dari penggambaran ini saja sudah terlihat jelas bahwa pangsa pasar usaha ini sangat luas. Dari partai kecil hingga partai besar.

Berikut ini beberapa hal yang membuat bisnis ini makin menguntungkan dan menjanjikan:

  1. Sayur merupakan kebutuhan setiap hari. Dapat dijual di sore dan pagi hari.
  2. Dapat dijual untuk partai kecil dan besar dengan sistem kerja sama atau penjualan langsung.
  3. Metode penjualannya sangat banyak, mulai dari berjualan keliling, di rumah, menyewa tempat strategis, atau berjualan secara online.
  4. Sangat cocok dijalankan di desa dan kota.
  5. Bisa dimulai dari skala kecil atau besar. Modalnya tinggal menyesuaikan. Apabila modalnya kecil, skala bisnisnya tentu kecil dulu.
  6. Tak perlu keahlian khusus untuk memulai usahanya.
  7. Laba dihitung berdasarkan selisih harga beli dengan harga jual. Jadi, lebih fleksibel namun tetap pada batasan jelas agar produk dapat laku karena tidak kemahalan.
  8. Pasti laku karena dibutuhkan, jadi bisa mengurangi kemungkinan rugi atau bahkan gulung tikar.

Dengan poin-poin yang disebutkan di atas terlihat sekali bahwa kans bisnis ini berkembang sangat besar. Oleh karena itulah bisnis sayuran sangat direkomendasikan buat para pemula.

Kendala dan resiko jualan sayuran

Meski peluangnya besar, sama dengan bisnis lain yang punya kendala, jualan sayuran juga demikian. Berikut ini beberapa hal yang menjadi tantangan dan risiko usaha ini:

  1. Pelanggan biasanya hanya suka sayuran segar saja.
  2. Beberapa jenis sayuran mudah sekali basi, jadi benar-benar harus tahu perawatannya saat ada produk yang tidak habis terjual.
  3. Pembeli kadang menawar atau meminta potongan harga. Jadi, Anda harus siap.
  4. Ada banyak item yang dijual. Sehingga kadang pedagang sayur lupa untuk membeli beberapa item. Sehingga produk yang dijual ada yang lengkap, ada yang tidak.
  5. Persaingannya cukup tinggi.

Persiapkan diri Anda untuk menghadapi seluruh kendala di atas dengan strategi terbaik.

Strategi bisnis sayuran agar berhasil

Strategi bisnis sayuran

Berikut ini adalah panduan dalam berjualan sayuran agar bisa menghadapi seluruh kendalanya sekaligus memaksimalkan peluangnya dengan baik:

Pilih supplier terpercaya dan selektif dalam memilih sayuran

Produk adalah hal terpenting dalam bisnis ini. Karena mayoritas pembeli suka dengan sayuran segar, maka Anda harus pandai memilih supplier yang hanya menyediakan sayuran-sayuran segar.

Di samping itu, saat ada sayuran yang tidak habis, segera pisahkan jenis sayuran yang mudah busuk dan tidak. Rawatlah sayuran sesuai dengan cara perawatan yang tepat.

Misalnya:

  1. Untuk bawang merah dan bawang putih bisa diangin-anginkan.
  2. Tomat busuk dapat dibuang. Kemudian yang masih bagus dan matang dapat disimpan di kulkas. Sementara yang masih hijau bisa diangin-anginkan saja. Tak ada masalah apabila cuma 1-2 hari.

Dengan perawatan yang tepat sesuai dengan jenis produknya, maka akan lebih mudah dalam penjualan di hari berikutnya.

Kumpulkan modal

Anda juga harus menyiapkan modal sesuai dengan kemampuan. Bila memang kecil, maka bukalah dagangan berskala kecil.

Pilih metode penjualan

Ada banyak metode yang dapat dilakukan, di antaranya adalah:

  1. Jualan di rumah (lokasinya strategis dan ukuran yang cukup untuk berjualan sayur).
  2. Bisnis sayuran keliling (bisa pakai motor atau mobil).
  3. Berjualan online.
  4. Berjualan langsung di pasar dengan menyewa lapak.

Itulah 4 metode besar yang dapat dijalankan para pedagang sayur. Silakan pilih mana yang paling cocok.

Yang jelas, masing-masing metode memiliki kelebihan masing-masing. Sebagai contoh, dengan berbisnis keliling, Anda dapat langsung menjemput bola. Jadi, tidak hanya menunggu pembeli datang.

Tapi dengan berkeliling biaya operasional akan bertambah, yakni menyiapkan uang untuk membeli bensin.

Pengemasan dan penataan sayuran yang baik

Mau apa pun metode penjualan yang Anda pilih. Pastikan tata letak sayur dan pengemasannya dilakukan dengan baik. Ini akan jauh lebih membuat para pembeli merasa nyaman dan aman membeli produk kepada Anda.

Selain itu, kebersihan juga harus menjadi salah satu hal yang diutamakan. Misalnya, untuk ikan-ikan, baiknya ditaruh dalam wadah tertutup karena rentan dikerubuti lalat.

Harga bersaing jadi kunci

Sayuran merupakan kebutuhan pokok yang harganya berlaku secara umum. Jadi, begitu ada harga yang berbeda sedikit saja, pembeli akan langsung merasakannya. Jadi, pastikan Anda menetapkan harga secara bersaing.

Jika ada yang menawar, Anda juga siap dengan harga terendah yang dapat diberikan kepada pelanggan.

Buatlah catatan saat hendak kulakan agar produk lengkap

Agar tidak ada yang terlupa, baiknya buat catatan dulu sebelum berangkat kulakan. Juga saat ada pembeli yang tiba-tiba memesan produk tertentu. Misalnya sedang mau menggelar acara besar.

Teknik pemasarani

Pemasaran dapat dilakukan dengan penjualan langsung dalam partai kecil dan besar. Untuk partai kecil, biasanya penjualannya secara langsung ke end-user. Sementara partai besar bisa dilakukan dengan sistem kerja sama dengan restoran, warung makan, atau hotel-hotel.

Layanan dan manajemen bisnis sayuran

Pelayanan merupakan hal terpenting untuk menjaga kepercayaan pembeli. Selain itu, Anda harus mengatur manajemen waktu dengan sangat baik.

Sebagaimana diketahui, bisnis ini cocok dibuka di pagi dan sore hari. Jika Anda memilih berdagang sayur keliling, maka datanglah tepat waktu di titik-titik pemberhentian. Karena ibu-ibu atau pembeli sudah menunggu di jam-jam Anda biasanya lewat.

Analisa usaha jual sayur: modal, keuntungan, dan BEP

Analisa usaha jual sayur

Berikut ini beberapa ulasan mengenai modal, keuntungan yang diambil, dan BEP-nya:

Modal yang dibutuhkan

Jumlah modal awal bisa ditentukan berdasarkan kemampuan Anda. Misalnya, modal awal yang disiapkan adalah Rp 3.000.000,-.

Dengan uang ini, cobalah lengkapi item produk penjualan sayuran. Mulai dari ikan, tempe, tahu, sayur mayur, buah, dll.

Pilihlah item-item yang paling sering dicari orang. Untuk sayuran, kangkung, wortel, kubis, kentang, bawang merah, bawang putih, dll. Pastikan kebutuhan pokok untuk memasak sudah dicukupi.

Keuntungan yang diambil

Biasanya keuntungan yang diambil adalah Rp 500,- sampai Rp 1.000,- per item. Tapi tergantung juga pada produknya.

Anggap saja, secara keseluruhan ada profit margin sebesar 5 % – 15 % yang dapat diambil.

Artinya, dalam modal Rp 3.000.000,-, dapat diperoleh laba sebesar Rp 300.000,- (dengan profit margin 10 % diambil rata-rata dari 5 % dan 15 %.

Dianggap perputaran Rp 3.000.000,- ini untuk sehari. Maka dalam sebulan akan didapatkan laba sebesar Rp 9.000.000,- (tanpa libur).

Ingat, keuntungan di atas belum bersih. Karena masih disesuaikan dengan metode jualan yang dipilih. Kalau keliling, Anda harus membeli bensin. Kalau di rumah, ada biaya air dan listrik.

BEP

Meski belum dikurangi biaya-biaya yang mungkin, bisnis ini tetap menjanjikan sebab dapat BEP di bulan pertama.

Apalagi jika dalam bisnis sayuran ini Anda dapat bekerja sama dengan pemilik bisnis pengepul hasil pertanian di mana harga belinya biasanya murah karena langsung dari petani.