Get Adobe Flash player

English Section

Pemerintah Beralih Lirik Super Cobra dan Blackhawk

 

    Minat Pemerintah membeli helikopter serang Boeing AH-64/D Apache sedikit terganjal menyusul kenaikan harga yang disodorkan pihak AS. Untuk mengantisipasinya, Kementerian Pertahanan coba melirik Bell AH-1 Super Cobra dan Sikorsky UH-60 Blackhawk. Demikian hasil akhir rapat terbatas yang dilakukan Pemerintah dan Komisi I DPR di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (1/10) malam.


     Rapat terkait rencana anggaran belanja 2013 ini dilakukan setelah Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq meminta penjelasan mengenai rencana pembelian delapan helikopter Apache, menyusul tawaran yang disampaikan Menlu AS Hillary Clinton kepada sejawatnya Menlu Marty Natalegawa di Washington sepekan lalu.


Dalam perkembangannya, harga yang ditawarkan berulang-kali naik. Dari yang semula 25 juta dollar AS per unit, selanjutnya menjadi 30 juta dollar. Pemerintah yang masih harus memikirkan soal kesejahteraan dan krisis finansial pun berupaya mencari alternatif lain yang lebih terjangkau. Alternatif yang disasar adalah Super Cobra dan Blackhawk. Super Cobra, kabarnya, hanya dibandrol 15 juta dollar.


    Selain Menhan Purnomo Yusgiantoro, hadir juga dalam rapat semalam, adalah Panglima TNI Agus Suhartono, KSAD Jenderal TNI Edhie Wibowo, KSAL Laksamana TNI Soeparmo, dan KSAU Marsekal TNI Imam Sufaat.


    Seperti diberitakan Angkasa, helikopter tersebut akan digunakan untuk memperkuat Skadron Serbu Pusat Penerbangan TNI AD. Penerbad selanjutnya akan menggunakannya untuk keperluan perlindungan serangan darat. Sejauh ini untuk tugas-tugas seperti ini, mereka telah mengoperasikan NBO-105, Mi-35P, dan NBell-412. (adr)

 

Share