Usaha Jasa Sewa Kasur dengan Omset Puluhan Juta/Bulan

Peluang usaha jasa sewa kasur sangat menggiurkan. Dengan modal <10 juta saja, Anda bisa mendapatkan omset sampai puluhan juta per bulan.

Dari total omset tersebut, pendapatan dan laba bersihnya juga sangat tinggi karena merupakan bisnis jasa yang profit marginnya besar. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa bisnis persewaan ini sangat direkomendasikan.

Pada kesempatan ini, kami akan membahas mengenai peluang atau prospek, tantangan atau risiko, hingga analisa lengkap bisnis sewa kasur. Silakan simak sampai selesai untuk mengetahuinya secara detail.

Peluang usaha jasa sewa kasur yang prospeknya menjanjikan

Bagi sebagian orang, bisnis sewa kasur masih cukup asing. Maksudnya, hanya sedikit orang yang tahu bahwa bisnis semacam ini ada. Padahal, apabila ditekuni, usaha ini bisa membuat Anda kaya.

Peluang usaha jasa sewa kasur yang prospeknya menjanjikan

Sumber foto: Freepik.com

Berikut ini adalah beberapa poin yang membuat bisnisnya sangat prospek:

  1. Modal awalnya tidak terlalu besar. Bahkan, Anda bisa mulai dari 1 kasur saja.
  2. Pelanggannya datang dari corporate dan perorangan.
  3. Khusus untuk pelanggan corporate, Anda akan langsung mendapatkan penghasilan banyak. Biasanya datang dari perhotelan yang hendak menyediakan extra bed untuk para customer.
  4. Harga sewanya lumayan tinggi dan perhitungannya jelas (berdasarkan jam).
  5. Tarif jasanya cenderung stabil sehingga perhitungan analisa bisnisnya juga jauh lebih mudah.
  6. Persaingan bisnis ini masih sangat kecil. Terbukti masih banyak yang belum tahu kalau bisnis semacam ini ada.
  7. Persewaan ini menawarkan efisiensi. Di mana biasanya kebutuhan extra bed yang besar terjadi pada masa high season (contoh: musim liburan). Sementara di masa low season permintaannya rendah. Pihak perhotelan jelas membutuhkan vendor pada saat high season untuk mengurangi biaya perawatan kasur saat low season.
  8. Jam kerjanya fleksibel dan dapat dikombinasikan dengan bisnis lainnya. Misalnya, membuka usaha jasa setrika untuk hotel.

Dengan menjalankan usaha jasa sewa kasur berarti Anda ikut menopang bisnis pariwisata yang semakin lama semakin menjamur.

Tantangan dan risiko bisnis jasa sewa kasur

Agar makin siap menjalankan usahanya, berikut ini adalah beberapa hal yang harus diwaspadai:

  1. Banyak yang meremehkan usaha ini. Jadi untuk memulainya, kemungkinan Anda akan menghadapi keraguan dari banyak orang. Jangan sampai keraguan ini membuat Anda makin tidak percaya diri.
  2. Karena masih cukup asing, Anda perlu melakukan pemasaran terbaik agar bisnisnya lancar.
  3. Banyak konsumen yang merasa kurang yakin dengan kasur sewaan.
  4. Potensi besarnya tidak bisa dilakukan di mana saja. Ada beberapa lokasi yang membuat bisnisnya tidak akan berjalan dengan baik.

Selain beberapa poin di atas, Anda mungkin akan menemukan tantangan lain saat menjalankannya. Oleh karena itu, sebaiknya persiapkan diri dari sekarang dan jangan mudah menyerah untuk menyelesaikan setiap masalah yang ada.

Cara menjalankan usaha jasa sewa kasur agar sukses

Jika Anda merasa ragu untuk memulai bisnisnya, maka salah satu cara agar sukses adalah dengan banyak membaca buku pemasaran atau tips-tips di internet.

Cara menjalankan usaha jasa sewa kasur agar sukses

Sumber foto: Freepik.com

Kami telah merangkum beberapa tips untuk menjalankan bisnis ini sampai sukses. Silakan simak di bawah ini.

Lakukan riset

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan riset pasar. Hal ini karena setiap daerah memiliki kondisi pasar yang berbeda. Ada yang ramai, ada pula yang sepi.

Kondisi yang ramai dengan potensi tinggi umumnya berada di perkotaan, khususnya kota-kota pariwisata seperti Malang, Yogyakarta, Bandung, dan yang lainnya.

Kota-kota pariwisata biasanya sangat ramai di akhir pekan karena banyak yang liburan. Pada masa ini, umumnya permintaan sewa kasur juga meningkat.

Sebaliknya, di kota yang tingkat pariwisatanya rendah, permintaannya juga akan sepi. Baik saat high season maupun low season. Anda harus mengenali pasarnya sebelum memulai bisnis ini.

Buatlah rencana yang matang

Rencanakan dengan matang konsep bisninya. Mulai dari jenis kasurnya hingga sistem persewaannya.

Sebagai informasi, biasanya ada beberapa jenis kasur yang ditawarkan oleh penyewa. Mulai dari kasur busa, springbed, hingga satu set.

Jika Anda baru memulainya, sebaiknya pilih kasur yang sederhana agar modalnya tidak terlalu besar. Misalnya busa dan springbed. Dua jenis ini umum dipakai sebagai ekstra bed.

Persiapkan modal

Jika rencananya sudah matang, maka selanjutnya adalah menyiapkan modalnya. Modal ini bisa disesuaikan dengan budget yang ada, bisa juga menyesuaikan dengan rencananya.

Yang terpenting, Anda perlu menghitung modalnya terlebih dulu. Silakan hitung secara detail mulai dari kebutuhan kasurnya, biaya promosi, gaji karyawan, alat transportasi untuk pengiriman, dll.

Tentukan lokasi bisnisnya

Seperti yang disampaikan di atas, lokasi bisnis ini sangat berpengaruh pada sukses tidaknya usaha jasa sewa kasur. Maka dari itu, tentukan lokasi terbaik yang potensi pasarnya besar.

Selain itu, pilihlah lokasi yang aksesnya mudah sehingga pengiriman produknya juga jadi lebih mudah. Ukuran ruangan yang digunakan sebagai gudang juga patut menjadi pertimbangan penting. Pilihlah yang ruangannya aman dan jauh dari banjir.

Lakukan promosi dengan gencar

Terakhir, agar makin banyak orang yang mengenal usaha yang Anda jalankan, silakan lakukan promosi secara gencar.

Karena bisnis ini nantinya menyasar pasar corporate, siapkan biaya promosi yang cukup untuk membuat website, memasang spanduk, dan menyiapkan SOP sesuai dengan standar profesional.

Jangan pernah menyerah meskipun ada yang memandang sebelah mata. Teruslah bergerak sampai bisnisnya memberikan hasil maksimal.

Analisa perhitungan modal bisnis persewaan kasur dan pendapatannya

Untuk membantu Anda menghitung rencana modalnya, berikut ini kami sampaikan beberapa perhitungannya:

Analisa perhitungan modal bisnis persewaan kasur dan pendapatannya

Sumber foto: Freepik.com

Modal

Di bawah ini beberapa komponen penting yang harus Anda siapkan untuk memulai bisnis ini:

  1. Kasur busa 3 @ Rp 800.000,- Rp 2.400.000,-.
  2. Kasur springbed 3 @ 1.700.000,- Rp 5.100.000,-.
  3. Pembersih kasur dianggarkan Rp 1.000.000,-.
  4. Biaya lain-lain Rp 500.000,-.

Dengan demikian, Anda perlu berinvestasi sebesar Rp 9.000.000,- untuk memulai bisnis ini. Perhitungan ini menggunakan asumsi bahwa jenis kasur yang digunakan adalah busa dan springbed. Anda bisa menambahkan jenis kasurnya setelah bisnisnya berkembang.

Biaya operasional per bulan

Selain investasi awal, Anda juga harus menyiapkan biaya untuk keperluan operasional. Berikut ini komponen yang perlu disiapkan:

  1. Sewa tempat Rp 500.000,-
  2. Biaya transportasi senilai Rp 500.000,-.
  3. Biaya perawatan Rp 500.000,-.
  4. Gaji karyawan 2 @ Rp 750.000,- = Rp 1.500.000,-.
  5. Pulsa dan listrik senilai Rp 400.000,-.
  6. Promosi Rp 100.000,-.
  7. Lain-lain Rp 300.000,-.

Dalam sebulan, biaya yang diperlukan adalah senilai Rp 3.800.000,-.

Estimasi pendapatan

Anda harus menerapkan tarif yang kompetitif tapi tidak merugikan. Secara umum, persewaan kasur ini dihargai dengan tarif Rp 20.000,- sampai Rp 100.000,- per 24 jam. Harga dipengaruhi oleh jenis kasur dan ukurannya.

Misalnya, untuk kasur busa, Anda memasang tarif rata-rata 40.000,- per jam. Sementara kasur springbed rata-rata Rp 80.000,-. Dengan tarif ini, pendapatan bulanannya adalah:

3 x Rp 40.000,- x 30 = Rp 3.600.000,-.

3 x Rp 80.000,- x 30 = Rp 7.200.000,-.

Perhitungan di atas menggunakan asumsi kasurnya laku semua setiap hari dalam 1 bulan. Dengan begitu, omset bulanannya adalah Rp 10.800.000,-.

Laba bersih

Dengan demikian, dalam satu bulan Anda akan memperoleh laba bersih sebesar Rp 7.000.000,-.

BEP

Dengan laba 7 jutaan, investasi awal akan kembali di bulan kedua.

Demikian analisa usaha jasa sewa kasur yang dapat kami sampaikan. Perhitungan di atas bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar.