Prospek, Strategi, Analisa Usaha Bimbingan Belajar (Bimbel)

Prospek usaha bimbingan belajar kian menjanjikan seiring dengan sulitnya mata pelajaran sekarang. Hal ini karena mayoritas orang tua lebih memilih mendaftarkan anaknya ke bimbel atau les privat agar anaknya memahami mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.

Tak dipungkiri, kurikulum yang diterapkan di era sekarang (tematik) kadang membuat bingung para murid. Sedangkan orang tua sebagai pendamping saat belajar di rumah juga ikut bingung.

Pada masanya, wali murid belum pernah menjalani kurikulum seperti sekarang. Itulah salah satu kendala yang dihadapi para orang tua saat mendampingi putra putri mereka belajar.

Selain itu, kendala lainnya adalah tingkat kesulitan pelajaran yang diajarkan. Bila dulu mapel-nya dapat dibilang mudah, sekarang pembelajarannya makin sulit.

Ibaratnya, materi yang dulunya diajarkan di kelas 3 SD, kini sudah diajarkan sejak kelas 1. Jadi, tingkatan pelajarannya memang sudah beda.

Maka dari itu, ada banyak orang tua yang memerlukan bantuan guru untuk mendampingi putra putri mereka belajar. Dari sinilah lahir peluang usaha bimbel. Peluangnya tak hanya dapat dimaksimalkan di kota, tetapi juga di desa.

Terlebih di desa, di mana profil orang tuanya mayoritas adalah mereka yang sibuk dengan pekerjaan sebagai petani, peternak, dan semacamnya.

Pendidikan mereka juga tak seperti di kota yang kebanyakan lulusan S1. Di desa, Anda dapat dengan mudah menemukan orang tua yang hanya lulus SMP atau bahkan tak lulus sekolah.

Tapi karena mimpinya untuk menyekolahkan anak, mereka mau melakukan apa saja untuk membantu sang anak meraih cita-cita mereka.

Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan pembahasan mengenai usaha bimbingan belajar meliputi prospek atau peluang, kelemahan (tantangan dan risiko), strategi, dan analisa usahanya. Simak ulasan ini jika Anda ingin mengetahuinya secara langsung.

Prospek bisnis bimbel

 Prospek bisnis bimbel

Sebagaimana dijelaskan di atas, prospek bisnis ini sangat menjanjikan. Apa alasannya dan bagaimana peluangnya? Berikut ini beberapa alasan kenapa prospeknya sangat bagus:

  1. Ada banyak orang tua yang mencari guru pendamping untuk anak mereka. Baik di desa maupun di kota. Artinya, pangsa pasarnya sangat luas.
  2. Modal yang dikeluarkan cenderung kecil. Tak seperti usaha sewa tenda dan sound system yang membutuhkan banyak perlengkapan. Bisnis ini hanya membutuhkan sedikit alat dan perlengkapan. Harganya pun murah-murah.
  3. Bisa dikerjakan di rumah.
  4. Mengandalkan keahlian (skill).
  5. Profit margin-nya besar.
  6. Dapat dilakukan sebagai pekerjaan sampingan.

Poin di atas dapat dimaksimalkan baik untuk usaha yang dijalankan di desa maupun di kota. Namun, pembahasan kami akan lebih fokus pada bimbel yang dibuka di pedesaan.

Kelemahan, risiko, dan tantangan usaha bimbingan belajar

Kelemahan, risiko, dan tantangan usaha bimbingan belajar

Jika Anda belum pernah sama sekali menjalankan bisnis ini, maka tentu tak akan tahu apa saja yang menjadi kendala, kelemahan, atau tantangannya.

Perlu diketahui bahwa bisnis ini memiliki beberapa kendala yang harus disiapkan solusinya sejak awal. Berikut ini poin-poin yang perlu diwaspadai:

  1. Perubahan kurikulum yang serba cepat dan kadang memeras keringat.
  2. Perbedaan cara mengajar dan metode pembelajaran kadang membuat orang tua bertanya-tanya dan malah bingung. Jadi, Anda harus menjelaskannya dengan baik.
  3. Menghadapi tingkah murid yang sudah diajak belajar karena merasa bimbel bukan hal penting dan atau mereka memang merasa capek karena semua waktunya dipakai untuk belajar.
  4. Persaingan harga.
  5. Administrasi yang kadang cukup ribet.

Dari sekian banyak kendala dan tantangan yang harus dihadapi saat membuka usaha bimbingan belajar, ada satu benang merah yang dapat diambil.

Yakni mayoritas masalahnya adalah pada manusianya. Yakni berkaitan dengan tata cara mengajar, pembuatan kurikulum, dan komunikasi dengan orang tua.

Untuk itu, lakukan strategi yang sesuai untuk mengatasi masalah tersebut.

Strategi dan rencana bisnis bimbingan belajar

Strategi dan rencana bisnis bimbingan belajar

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan agar dapat sukses di bisnis ini:

Terapkan sebuah konsep bimbel unik dan jelas

Hal pertama yang harus Anda tahu dalam bisnis ini adalah konsepnya. Ada banyak jenis bimbel yang dapat dikembangkan.

  1. Bimbel umum dengan jumlah murid dalam satu kelas adalah puluhan.
  2. Bimbel khusus di mana jumlah muridnya maksimal 5 dalam satu kelas.
  3. Privat.

Dari sekian banyak konsep tersebut, semuanya memang dapat diterapkan di pedesaan. Akan tetapi yang paling banyak dicari oleh orang desa tentu adalah yang murah. Harga murah biasanya dibebankan pada kelas yang jumlah muridnya banyak, yakni poin 1.

Meski begitu, kami sarankan Anda tetap membuka beberapa opsi kelas. Supaya orang tua yang ingin memberikan kelas terbaik kepada anak mereka tetap bisa memilih opsi tersebut.

Setelah memilih kelasnya, pastikan Anda membuat ruang kelas yang konsepnya kuat dan unik. Jangan buat ruangan monoton karena akan mempengaruhi semangat belajar mereka.

Urus administrasi bimbel dengan baik

Administrasi bimbel itu penting. Ini dimulai sejak persiapan kelas seperti papan tulis, spidol dan ATK lain, tes cara belajar anak saat mendaftar, absensi, hingga rapor (laporan akhir perkembangan siswa). Semuanya harus dipikirkan dengan saksama.

Pahami cara membuat kurikulum bimbel

Anda harus tahu bahwa mereka yang mendaftar bimbel bukanlah murid yang berasal dari satu sekolah. Artinya, mereka tidak sampai di bab yang sama dengan metode pengajaran di sekolah yang sudah pasti beda.

Untuk itu, Anda perlu menyiapkan kurikulum dan buku pegangan sendiri. Untuk membuatnya, silakan pahami materi-materi penting di masing-masing tingkatan. Coba googling silabus mata pelajaran dan buatlah skema pembelajaran yang baik.

Siapkan jadwal dan ruang kelas yang nyaman

Usaha bimbingan belajar ini memang dapat dijalankan di rumah. Akan tetapi akan makin nyaman bila ada satu ruangan khusus yang disediakan untuk belajar. Buatlah ruangan ini nyaman dan tidak membosankan.

Jangan lupa isi dengan alat peraga belajar yang akan membantu proses pembelajaran dengan baik.

Bila suhu di daerah Anda panas, jangan lupa tambahkan kipas angin atau pendingin udara.

Skill itu penting

Ini adalah sebuah usaha yang mengedepankan pengetahuan, kepintaran, dan kepiawaian dalam mengajar. Keahlian mengajar dengan metode yang asyik dan penyampaian materi yang tepat sangat mempengaruhi sukses tidaknya bisnis bimbel.

Jadi dan carilah “teman belajar” yang baik

Pada awal dibuka, Anda mungkin dapat menjalankan semuanya sendiri. Tapi kalau sudah banyak muridnya, Anda tidak bisa menjalankannya sendirian.

Butuh partner yang sevisi dan memiliki kemampuan baik untuk mengajar. Jadilah teman belajar buat para siswa dan carilah partner yang memiliki visi sama.

Analisa usaha bimbel: modal, pendapatan, dan estimasi BEP

Untuk memulai bisnis ini, silakan cek ulasan analisa modal, pendapatan, dan estimasi BEP bisnis ini bila dijalankan di pedesaan.

Modal yang diperlukan untuk bisnis bimbel

Untuk memulai usaha bimbel, Anda hanya membutuhkan:

  • Papan tulis Rp 500.000,-.
  • Meja Rp 400.000,-.
  • Karpet Rp 200.000,-.
  • ATK Rp 350.000,-.
  • Alat peraga Rp 500.000,-.

Biaya bulanan yang perlu disiapkan:

  • Listrik dan air Rp 200.000,-.
  • Lain-lain Rp 200.000,-.

Total modal investasinya adalah Rp 1.950.000,-, sedangkan biaya bulanannya adalah Rp 400.000,-.

Pendapatan

Misalnya Anda memperoleh 60 siswa dengan pembayaran per bulan Rp 50.000,-. Maka dalam sebulan, Anda bisa memperoleh pendapatan:

Rp 50.000,- x 60 = Rp 3.000.000,-.

Perhitungan estimasi di atas bisa dipakai untuk 2 kelas. Harga bimbelnya juga bisa dinaikkan. Namun karena ini perhitungan bimbel di desa, maka harganya memang diambil yang murah.

Harga ini juga tergantung dari paket yang diambil wali murid. Kalau ambil bimbel khusus, tentu harganya lebih mahal.

Laba dan estimasi BEP

Dengan perhitungan di atas, laba yang diperoleh adalah:

Rp 3.000.000,- – Rp 400.000,- = Rp 2.600.000,-.

Dengan laba bersih minimal ini, BEP bisa terjadi langsung di bulan pertama. Jadi, pendapatan di bulan berikutnya adalah murni untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

Demikian ulasan mengenai usaha bimbingan belajar. Perhitungan di atas masih bisa berubah menyesuaikan harga-harga barang dan biaya les yang Anda bebankan kepada wali murid.