Peluang & Cara Mengembangkan Usaha Bengkel Las di Desa

Pembangunan perumahan kini sudah masuk ke pedesaan, itulah sebabnya usaha bengkel las memiliki peluang yang sangat besar dijalankan di sini.

Kini, makin banyak tanah pedesaan yang dijual dengan konsep kavling untuk pembuatan rumah baru. Model rumahnya juga makin modern, mengikuti desain di perkotaan yang minimalis dan rapi.

Bila dulu rumahnya lebih mengarah ke model tradisional yang terbuka, kini rumah-rumah di desa sudah menggunakan teralis, kanopi, pagar, dan yang lainnya.

Inilah yang menjadi salah satu alasan kuat kenapa Anda harus mencoba bisnis bengkel las. Karena selain bisa menunggu las panggilan, Anda juga bisa mengerjakan pesanan kanopi, pagar, atau produk lain.

Nah, bila Anda bingung mau mulai dari mana. Pada kesempatan kali ini kami akan mengulas peluang, resiko / hambatan, strategi memulainya, dan estimasi modal serta BEP-nya. Selamat menyimak.

Peluang usaha bengkel las di pedesaan

Peluang Usaha Bengkel Las

Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa bisnis ini sangat menjanjikan dilakukan di pedesaan. Pasalnya, permintaannya makin tinggi mengikuti perkembangan zaman. Yang membuat peluangnya makin besar adalah kecilnya persaingan.

Agar lebih jelas, berikut ini adalah daftarnya:

  1. Pemintaan tinggi dan merata, dari area kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten semuanya ada.
  2. Persaingan bisnis las di pedesaan masih sangat minim.
  3. Biaya gaji karyawan di desa masih sangat murah.
  4. Tak perlu sewa tempat asal sudah punya rumah yang strategis. Kalau pun harus sewa tempat, harga di pedesaan juga tak begitu mahal.
  5. Media promosinya lebih luas, bisa via offline, bisa juga online.

Selain 5 poin di atas, tentu ada banyak sekali alasan kenapa usaha ini layak untuk dikembangkan.

Kelemahan/hambatan usaha bengkel las

Agar dapat sukses di bisnis ini, Anda harus menyiapkan diri untuk segala kemungkinan resiko yang terjadi. Berikut ini adalah beberapa kemungkinan resiko yang akan dihadapi saat Anda mencoba bisnis ini:

  1. Modalnya cukup besar dengan alat-alat kekinian.
  2. Laris tidaknya atau ramai tidaknya usaha tergantung pada keahlian mengelas.

Dua poin di atas menjadi kelemahan dari bisnis las ini. Meski begitu, sebagai pengusaha sebaiknya Anda tidak menganggap resiko ini sebagai sebuah batu sandungan yang membuat semangat turun.

Justru karena resiko dan kelemahan ini, Anda harusnya lebih mau mengasah kemampuan diri supaya dapat sukses di bidang ini. Mengingat peluangnya besar dan sangat sayang apabila dilewatkan begitu saja.

Nah, bila diperhatikan pada poin-poin di atas, salah satu kunci keberhasilan bisnis ini adalah keahlian. Sayangnya, tidak sama seperti usaha pijat yang tersedia kursusnya secara berkala. Keahlian las ini benar-benar harus dipelajari bila ingin profesional.

Meski begitu, tetap ada solusi yang dapat dilakukan agar strategi bisnis ini dapat menghasilkan keuntungan dalam jumlah besar.

Strategi dan cara mengembangkan usaha bengkel las

Strategi dan Cara Mengembangkan Bisnis Bengkel Las Agar Sukses dan Laris

Berikut ini beberapa strategi dan cara mudah mengembangkan bisnis bengkel les di era sekarang:

Menguasai teknik dan keahlian las

Hal pertama yang menjadi penentu berhasil tidaknya bisnis ini adalah keahlian atau skill untuk melakukan pengelasan. Umumnya, ilmu ini tidak dapat dipelajari di lembaga kursus. Ada banyak sekali orang yang belajar secara otodidak.

Jika Anda merasa tidak memiliki keahlian, namun mau membukanya. Silakan cari karyawan yang ahli atau berpengalaman di bidang ini. Sambil mempekerjakan mereka, Anda juga harus berlatih mengelas sendiri agar dapat mengembangkan usaha dengan baik.

Gunakan informasi dari pegawai, amati cara mereka mengelas, dan cari informasi bermanfaat seperti tutorial mengelas di internet. Setidaknya, informasi-informasi tersebut dapat dikumpulkan dan memberikan pembelajaran tersendiri untuk kemudian dipraktekkan.

Tahu trend terbaru

Kanopi, teralis, jungkat jungkit, pagar, atau item-item lain yang berhubungan dengan dunia las ternyata selalu mengalami perkembangan. Perkembangan ini terlihat pada trend yang ada di pasar.

Contoh yang paling terlihat adalah pagar, di mana ada banyak sekali tampilannya yang unik, elegan, dan yang lainnya. Anda harus menguasai teknik pengelasan sesuai dengan tren yang sedang hits.

Cara mendapatkan modal

Modalnya memang agak besar, di atas 10 juta rupiah. Namun, mayoritas uang ini digunakan untuk investasi. Yakni untuk pembelian alat dan perlengkapan las.

Maka dari itu, Anda perlu mengumpulkan uangnya dengan cara-cara di bawah ini:

  1. Coba tabung uang dulu.
  2. Andalkan angel investor.
  3. Pinjam ke bank.
  4. Menjual aset atau ternak, dll.

Asalkan dapat memperoleh modal dan Anda punya keahlian, maka langkah untuk membuat bisnis sukses adalah dengan mengikuti strateginya.

Memenuhi perlengkapan dengan kualitas terbaik

Saat mencari perlengkapan, pastikan untuk membeli yang kualitasnya bagus. Hal ini karena alat ini selalu bersinggungan dengan besi dan aliran listrik. Jangan sampai salah memilih barang dengan kualitas rendah sampai-sampai mengorbankan keamanan.

Di samping itu, produk dengan kualitas baik juga jauh lebih menguntungkan karena awet. Perawatannya juga tidak menghabiskan banyak biaya.

Menjaga kualitas hasil las

Untuk membuat para pelanggan loyal, Anda harus memberikan layanan dan hasil akhir yang berkualitas.

Jagalah kualitas hasil pembuatan kanopi, pagar, atau pesanan pelanggan lainnya. Sebab dari sini biasanya akan muncul pelanggan baru yang lahir dari testimoni pelanggan lama.

Membuat sebuah hasil karya yang berkualitas menunjukkan kredibilitas Anda sehingga ke depannya akan banyak orang yang datang untuk menggunakan jasa dan keahlian Anda untuk mengelas produk-produk yang mereka inginkan.

Memberikan garansi

Selain kualitas, garansi juga dapat menjadi penarik perhatian calon pelanggan. Dengan garansi, berarti Anda yakin dengan skill, kemampuan, dan hasil yang diberikan. Artinya, para pelanggan tak perlu ragu untuk menggunakan jasa Anda.

Promosi dengan gencar

Di dunia digital seperti sekarang promosi dan pemasaran lewat online adalah pilihan yang tepat. Cobalah unggah video proses pengelasan di Youtube.

Tunjukkan kepada para calon pembeli bahwa Anda benar-benar menjaga kualitas dan melakukan semua pekerjaan dengan penuh ketelitian demi kepuasan pelanggan.

Estimasi modal dan pendapatan usaha bengkel las

Analisis Usaha Bengkel Las Cepat Balik Modal

Berikut ini disajikan data perhitungan perkiraan modal untuk membuka usaha bengkel las.

Perhitungan modal

Berikut perlengkapan las berikut harga normalnya di pasaran:

  • Genset Rp 6.000.000,-.
  • Mesin las dan kompresor Rp 4.500.000,-.
  • Alat pembengkok pipa Rp 1.500.000,-.
  • mesin cut off Rp 1.500.000,-.
  • Bor listrik duduk dan gerinda Rp 1.500.000,-.
  • Bor listrik tangan Rp 750.000,-.
  • Lain-lain Rp 500.000,-

Biaya di atas untuk investasi pertama kali. Secara total jumlahnya adalah Rp 16.250.000,-.

Selanjutnya, biaya operasional bulanannya adalah:

  • Listrik Rp 500.000,-.
  • Gaji karyawan 2 orang Rp 3.000.000,-.
  • Pengeluaran bulanan lain-lain Rp 1.000.000,-.
  • Sewa tempat per bulan Rp 500.000,-.

Secara total, modal bulanannya adalah Rp 5.000.000,-.

Bila dijumlahkan dari awal (investasi dan biaya operasional), maka totalnya adalah Rp 21.250.000,-.

Pendapatan

Dengan estimasi dalam satu bulan Anda mengerjakan 6 pelanggan dengan harga per meter Rp 400.000,-. Sementara masing-masing pelanggan rata-rata membutuhkan pengerjaan 5 meter. Maka perhitungannya adalah:

  • Perhitungan 1 pelanggan = 400.000 x 5 = Rp 2.000.000,-.
  • 6 pelanggan = Rp 12.000.000,-.

Bila dikurangi dengan biaya operasionalnya, maka pendapatan bulanan secara bersih adalah Rp 7.000.000,-.

BEP

Jika setiap bulan pendapatannya stabil, maka dalam waktu 3 bulan, uang yang dikeluarkan untuk investasi sudah kembali. Perhitungannya adalah:

Rp 16.250.000 : Rp 7.000.000,- = 2,32.

Artinya BEP terjadi di bulan ketiga.

Demikian analisa modal usaha bengkel las. Perhitungannya memang masih umum dan perlu dibuat lebih detail lagi. Namun begitu, perhitungan di atas sudah cukup bisa dijadikan gambaran untuk mengumpulkan modal sebelum memulai usaha.