Berapa Ya Anggaran Ditjen Perhubungan Udara Tahun 2017?

769
ditjen perhubungan udara
Sumber gambar: Reni Rohmawati

Kementerian Perhubungan menganggarkan Rp8,91 triliun pada tahun 2017 untuk Ditjen Perhubungan Udara. Anggaran tersebut lebih sedikit dari pagu anggaran tahun 2016, yakni Rp9,49 triliun. Namun tahun lalu, penyerapannya memang 92 persennya atau sekitar Rp8,73 triliun, masih lebih kecil dari angka pagu anggaran tahun ini.

Menurut Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara Pramintohadi, alokasi anggaran  tahun lalu paling banyak untuk belanja modal, yakni Rp6,45 triliun, sisanya untuk belanja barang Rp2,33 triliun dan belanja pegawai Rp715 miliar.

“Belanja modal itu, antara lain, untuk pembangunan bandara, perpanjangan landasan, subsidi penerbangan perintis,” ujarnya di Jakarta tadi (10/1/2017) siang.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo memaparkan tentang pagu anggaran untuk seluruh Kemenhub dan rata-rata penyerapannya.

Baca Juga:

Tekan dan Lenyapkan Pungli, Kemenhub Bentuk Satgas OPP

Fasilitas Airline di Bandara Tak Penuhi Prosedur

Tahun ini, Kemenhub memperoleh anggaran Rp45,98triliun. Anggaran paling besar untuk Ditjen Perkeretaapian Rp16 trilium, disusul Ditjen Perhubungan Laut  Rp11 triliun, Ditjen Perhubungan Udara Rp8,91 triliun, Ditjen Perhubungan Darat Rp4,3 triliun, dan BPSDM Rp4,3 triliun.

“Penyerapan anggaran tersebut kami targetkan 95 persen,” ucap Sugihardjo.

Tahun lalu, penyerapan anggaran Kemenhub hanya 82,68 persen atau Rp31,7 triliun dari nilai anggaran Rp38,4 triliun. Persenyasenya masih lebih besar dibandingkan dengan penyerapan tahun 2015 yang hanya 75 persen.

Sugihardjo menanbahkan, penyerapan anggaran seluruh unit eselon I rata-rata di atas 90 persen, kecuali Ditjen Perkeretaapian yang hanya 60,6 persen. Dari anggaran Rp9,6 trilun, Rp3,8 triliun tidak terserap.

Baca Juga:

Inilah Anggaran Pertahanan Indonesia Hingga 2019

Dirjen Perhubungan Udara Keluarkan SP1 Untuk Citilink

“Angka itu sedikit di atas 10 persen dari seluruh anggaran Kemenhub yang Rp38,4 triliun,” ungkap Sugihardjo.

Sampai saat ini, angka-angka penyerapan anggaran tersebut masih belum yang sebenar-benarnya. “Yang fixed nanti setelah audit keseluruhan. Namun lebih kurangnya itu hanya sedikit, paling 1-2 persen,”  jelasnya.

Author: Reni Rohmawati