Sekoci Pendarat Amfibi eks KRI Teluk Semangka, Jadi Koleksi Museum Angkut

3737
Letkol Yudo Ponco berpose di depan LCVP yang sudah menghuni Museum. Sumber gambar: Letkol Laut (P) Yudo Ponco Ari

Sekoci Pendarat Amfibi atau biasa disebut dengan LCVP (Landing Craft Vehicle and Personnel), adalah sebuah alat transportasi air yang digunakan dalam operasi amfibi. Sebuah operasi militer yang digelar oleh angkatan laut yang bertujuan untuk memproyeksikan kekuatan militer berupa pasukan berikut material dan persenjataannya guna merebut suatu daerah melalui laut.

Kondisi Sekoci Pendarat Amfibi sebelum rekondisi. Sumber gambar: Letkol Laut (P) Yudo Ponco Ari
Kondisi Sekoci Pendarat Amfibi sebelum rekondisi. Sumber gambar: Letkol Laut (P) Yudo Ponco Ari

Sekoci Pendarat Amfibi ini juga merupakan kelengkapan dari kapal perang yang memiliki fungsi dan tugas sebagai kapal pendarat. Sekoci Pendarat Amfibi memiliki bentuk yang unik. Lunas bagian bawahnya didesain rata supaya mampu melakukan kegiatan beaching (pendaratan pantai) yaitu menumbukkan bagian haluan kapal ke pantai sasaran.

Sekoci Pendarat Amfibi dilengkapi rampa haluan yang dapat terbuka sesaat setelah beaching guna mengeluarkan pasukan pendarat secara cepat dan taktis ataupun mengeluarkan peralatan dan material pada saat pendaratan administrasi berlangsung.

Pekerjaan rekondisi. Sumber gambar: Letkol Laut (P) Yudo Ponco Ari
Pekerjaan rekondisi. Sumber gambar: Letkol Laut (P) Yudo Ponco Ari

Kemampuan angkut pasukan sebuah LCVP adalah 30 personel, dengan asumsi dalam sebuah pendaratan pasukan 2/3 prajurit dianggap gugur dalam merebut pantai pendaratan lawan. Dalam film Saving Private Ryan dan The Pacific diperlihatkan bagaimana ketegangan prajurit US Ranger dan US Marine Corps saat menunggu detik-detik pendaratan.

Beberapa di antara mereka ada yang berdoa hingga mabuk laut, sementara kru LCVP tetap berusaha mengendalikan arah Sekoci menuju pantai dengan dihujani tembakan meriam pantai lawan.

Dengan sukarela anggota Sekolah Pasukan Katak TNI AL membantu rekondisi. Sumber gambar: Letkol Laut (P) Yudo Ponco Ari
Dengan sukarela anggota Sekolah Komando Pasukan Katak TNI AL membantu rekondisi. Sumber gambar: Letkol Laut (P) Yudo Ponco Ari

LCVP 512-1 ini adalah Sekoci Pendarat Amfibi milik eks KRI Teluk Semangka 512. KRI Teluk Semangka dibeli langsung dari Korea Selatan pada 1982. Bertugas selama 30 tahun di TNI AL, akhirnya pada 2003 kapal ini resmi dihentikan masa pakainya. Begitu pula dengan Sekoci Pendarat Amfibi kelengkapannya yang berjumlah dua unit.

Banyak jasa yang sudah ditorehkan, di antaranya mendukung Angkutan Laut (Duk Angla) Kontingen Garuda, bantuan bencana alam, mendukung Latihan Armada Jaya, Latihan Gabungan TNI, Operasi Surya Bhaskara Jaya, pergeseran pasukan TNI mapun Polri, Operasi Trisula, Operasi Pengamanan Laut hingga Pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

Sekoci Pendarat Amfibi eks KRI Teluk Semangka 512, sebelum meninggalkan Sekopaska. Sumber gambar: Letkol Laut (P) Yudo Ponco Ari
Sekoci Pendarat Amfibi eks KRI Teluk Semangka 512, sebelum meninggalkan Sekopaska. Sumber gambar: Letkol Laut (P) Yudo Ponco Ari

Paling mencolok adalah perannya saat mendukung operasi militer Aceh. LCVP 512-1 KRI Teluk Semangka 512 punya peran penting dalam melaksanakan pendaratan amfibi saat itu.

Bekerja sama dengan Museum Angkut Kota Batu, Malang, Jawa Timur, LCVP 512-1 eks KRI Teluk Semangka 512 ini akhirnya bisa ditampilkan sebagai koleksi pertama kendaraan angkut militer perairan di antara ratusan koleksi kendaraan di Museum Angkut Kota Batu.

LCVP eks KRI Teluk Semangka berangkat menuju Malang. Sumber gambar: Letkol Laut (P) Yudo Ponco Ari
LCVP eks KRI Teluk Semangka berangkat menuju Malang. Sumber gambar: Letkol Laut (P) Yudo Ponco Ari

Guna menghormati semua jasa yang sudah didarmabaktikan, LCVP 512-1 ditempatkan pada gerbang utama Museum Angkut. Hal ini sebagai wujud penghormatan terhadap LCVP 512-1 atas semua jasa-jasanya dan sebagai sarana edukasi kepada generasi saat ini tentang bagaimana perjuangan prajurit pemberani TNI AL dalam mengabdikan diri menerjang gelombang samudera untuk mendaratkan pasukan Korps Marinir TNI AL dalam operasi amfibi.

Author: Letnan Kolonel Laut (P) Yudo Ponco Ari, Ketua Tim Rekondisi LCVP 512-1 eks KRI Teluk Semangka 512