Misteri Iklan Menjelang Serangan Pearl Harbor yang Hingga Kini Tak terjawab

7636

Rakyat Amerika Serikat memperingati tanggal 7 Desember, yang menurut Presiden Franklin D. Roosevelt, sebagai hari ketika AS dipermalukan (the Day of Infamy).

Ya, tanggal ini dipilih oleh Kekaisaran Jepang pada tahun 1941 untuk melancarkan serangan mendadak ke pangkalan AL AS di Pearl Harbor, Hawaii. Serangan Pearl Harbor yang menjadi pembuka Perang Pasifik itu sukses menimbulkan kerusakan hebat, dua kapal kelas battleship ditenggelamkan, puluhan rusak, 188 pesawat dihancurkan, dan 2.043 jiwa meregang nyawa.

Serangan Jepang tersebut berlangsung sukses karena intelijen militer AS gagal menangkap tanda-tanda bahwa Jepang akan menyerang. Secara diplomatik Jepang pun tidak menunjukkan niatan agresi sampai detik-detik terakhir serangan. Sama sekali tidak aada peringatan, tetapi ada satu keanehan yang sempat dicatat FBI sesudah selesainya perang.

Pada tanggal 22 November 1941, majalah New Yorker menerbitkan dua iklan cetak yang misterius. Iklan tersebut mengiklankan suatu produk yang tidak pernah ada.

Iklan pertama di halaman depan bertuliskan “Achtung, Warning, Alerte!” yang bertujuan untuk menarik perhatian, dengan gambar dua dadu yang masing-masing berwarna hitam dan putih. Dadu putih tertera angka 12, 22, dan XX. Sementara dadu hitam tertera angka 0, 5, dan 7. Ada juga tulisan “Lihat iklan di halaman 86” dengan pemasang iklan disebutkan sebagai “Monarch Publishing Co.”

iklan serangan pearl harbor

Ketika iklan di halaman 86 dibuka, ada gambar aneh yang menggambarkan orang-orang bermain dadu di dalam shelter antibom, sementara lampu sorot menyinari langit dengan ledakan peluru senjata antipesawat menghiasi langit yang kelam.

“Kami harap Anda tidak pernah menghabiskan malam musim dingin yang panjang di dalam shelter anti serangan udara, namun kami berpikir… masuk akal kalau kita bersiap. Jika anda tidak sibuk pada saat ini sampai Natal nanti, kenapa tidak berhenti sejenak dan merencanakan untuk membeli barang yang akan berguna nantinya… makanan kalengan, lilin, Sterno, air minum kemasan, gula, kopi atau the, brandy, dan banyak rokok, buku, majalah, vitamin, dan walaupun sebenarnya tidak ada waktu memikirkan apa yang sedang trendy, kami bertaruh bahwa teman anda pasti ingat untuk memasukkan permainan dadu dan keping yang menjadi permainan favorit di Chicago, THE DEADLY DOUBLE.” Demikian kira-kira bunyi iklan itu.

Yang mencurigakan adalah paduan angka-angka di dadu yang bila disusun akan merujuk ke tanggal 7 bulan 12, tanggal terjadinya serangan Pearl Harbor. FBI pun memutuskan untuk menyelidiki iklan aneh ini setelah perang, namun justru menemukan lebih banyak pertanyaan.

Pertama, tidak pernah ada produk permainan dadu bernama The Deadly Double. Yang lebih mencurigakan lagi, setelah ditelusuri, tidak pernah ada nama Monarch Publishing Co sebagai perusahaan yang memasang iklan. Orang yang dicurigai sebagai pemasangnya pun ternyata ditemukan sudah meninggal karena sebab tidak jelas.

Pemasang iklan datang langsung ke kantor majalah New Yorker, menyerahkan pelat cetakan iklan, dan membayar kontan, sehingga tentu tidak ada pertanyaan. Kenapa ada pemasang iklan yang repot memasang iklan palsu, terlebih lagi mengiklankan suasana perang yang muram, sementara rakyat AS pada saat iklan itu terbit percaya penuh dengan kebijakan isolasionisme yang dianut pemerintahnya.

Apakah iklan ini dipasang sebagai petunjuk rahasia mengenai tanggal serangan kepada (mungkin) mata-mata Jepang atau Nazi Jerman di Amerika Serikat? Misteri itu sampai sekarang tidak pernah terjawab.

Author: Aryo Nugroho