Semua Kru Pesawat Wajib Diperiksa Sebelum Terbang

1059

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa semua kru pesawat, baik itu pilot, pramugari maupun teknisi yang akan terbang harus diperiksa kesehatannya. Pemeriksaan dilakukan di flops masing- masing maskapai di bandara, setelah atau sebelum dilakukan briefing oleh flight operation officer (FOO). Pemeriksaan juga harus dilakukan oleh tim medis.

Penegasan tersebut dilakukan Menhub hari ini, Rabu (4/1/2016) usai melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan prosedur pemeriksaan awak pesawat oleh maskapai penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.

“Semua kru harus diperiksa. Tidak boleh hanya tebang pilih (random). Dan pemeriksaan harus oleh tim medis yang kompeten,” ujarnya. Menurut Budi Karya, hal ini untuk meningkatkan keselamatan penerbangan.

Dari hasil pemeriksaan oleh tim dari Ditjen Perhubungan Udara pada Selasa (3/1/2016) terhadap 4 maskapai di Bandara Soekarno Hatta, ada dua maskapai yang tidak memenuhi hal tersebut. Sedangkan dua maskapai lainnya sudah memenuhi syarat.

Maskapai yang tidak memenuhi syarat yaitu Lion Air yang melakukan pemeriksaan secara random. Dan Citilink yang pemeriksaannya tidak dilakukan oleh tim medis tetapi oleh sesama kru. Sedangkan maskapai yang sudah memenuhi syarat adalah Sriwijaya  dan Batik Air.

Namun demikian, menurut Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo, pada evaluasi hari ini, dua maskapai tersebut sudah melakukan perbaikan.

“Pengawasan akan dilakukan terus menerus oleh inspektur kami. Bila ada yang melanggar, akan diberi teguran dan waktu satu bulan untuk perbaikan. Bila tidak, akan ditegur tiga kali hingga dicabut izin operasional penerbangannya,” ujar Suprasetyo.

Menurut Suprasetyo, sudah ada aturan resmi terkait  pemeriksaan kru tersebut dan pelaksanaan briefing di flops. Yaitu Civil Aviation Safety Regukation (CASR) RI 121 part 535 point a dan b serta CASR 121 part 601.

Agar pengawasaan pelaksanaan hal tersebut bisa efektif, Ditjen Perhubungan Udara selaku regulator akan bekerjasama dengan internal maskapai dan pengelola bandara. Di flops juga harus dipasangi  CCTV yang bisa diakses oleh pengelola bandara dan regulator.

Author: Gara