Ini Modifikasi Olahraga Berparasut di Dunia

3982
olahraga berparasut
Sumber gambar: flightgear.org

Sebelumnya telah dibahas mengenai perbedaan static jump atau static line dengan freefall. Disebutkan pula beda metode melompat HAHO dengan HALO. Kali ini akan dibahas mengenai apa saja modifikasi olahraga berparasut yang ada di dunia.

Skydiving

Olahraga skydiving juga termasuk dalam olahraga free fall. Olahraga yang memacu adrenalin ini termasuk olahraga yang sangat digemari di dunia. Pada saat terjun bebas, penerjun tidak langsung menarik tuas parasutnya, namun terlebih dahulu penerjun menikmati tubuhnya melayang-layang sambil melakukan gerakan-gerakan akrobatik sampai berada di ketinggian yang mengharuskan membuka parasut untuk mendarat.

skydive
Skydiving

Awalnya olahraga ini dilakukan oleh pasukan militer saat melakukan pendaratan darurat atau dalam situasi genting. Namun hal tersebut malah dikembangkan sehingga pada tahun 1951 menjadi salah satu olahraga yang dikompetisikan secara internasional. Olahraga ini umumnya dilakukan secara beregu, agar pada saat terjun dapat membentuk formasi-formasi mengagumkan di atas langit.

Base Jumping

Olahraga yang satu ini terbilang olahraga paling berbahaya dari varian freefall lainnya. Sebenarnya olahraga ini hampir mirip dengan skydiving. Hal yang membedakan adalah waktu pendaratan yang jauh lebih singkat sehingga meningkatkan resiko kegagalan dalam mengembangkan parasut saat mendarat. Pada olahraga base jumping, sang penerjun atau jumper melemparkan diri dari salah satu struktur base.

olahraga berparasut
Base jumping

Kata ‘base’ sering diartikan sebagai ‘Building (gedung), Antena (antena), Span(Jembatan) dan Earth (Bumi) yang mengacu pada tebing’. Sebelum mendarat, parasut harus membentang dengan sempurna agar pendaratannya bisa mulus dan aman. Jika parasut tidak membentang dengan sempurna atau gagal, maka resikonya adalah kematian bagi sang penerjun.

Author: Fery Setiawan