Olahraga Gantole yang Masih Dianggap Aneh

965
Sumber gambar: Winardi

Para atlet olahraga dirgantara (ordirga) gantole kerap menjadi perhatian para penumpang pesawat komersial, atau bahkan ketika mereka menumpang pesawat transpor C-130 Hercules TNI AU karena dianggap aneh. Yang kerap menarik perhatian adalah barang bawaannya.

Rijalul Fathani. atlet gantole dari salah satu propinsi Sumatera  Barat (Sumbar), misalnya. Banyak penumpang memaku pandangan mereka ke arahnya dan sebuah benda asing yang terbungkus kain parasut dengan panjang sekitar 8 m.

Umumnya para penumpang atau petugas bandara selalu bertanya, “Apa itu kok sampai digotong dua orang dan bentuknya panjang?”.

Rijalul yang sebenarnya sudah bosan dengan pertanyaan rutin itu pun selalu menjawab, barang itu adalah pesawat gantole. Biasanya, ada dua respon yang akan menyabutnya. Jika si penanya tahu apa itu pesawat gantole dia langsung diam atau bertanya mau bertanding dimana.

Tapi jika penanya belum tahu, maka Rijalul harus menjelaskan apa itu pesawat gantole dengan susah payah. Kadang sambil membuka pembungkus kain parasut sambil memperlihatkan batang-batang alumunium dan tali baja serta kain parasut yang merupakan komponen utama bagi penerbangan gantole.

“Kalau naik pesawat pesawat komersial memang harus siap ditanya orang. Tapi kalau naik Hercules TNI AU sudah banyak yang tahu jadi tidak begitu repot,” papar Rijalul.

gantole 2

Tidak hanya di pesawat, saat dibawa menggunakan mobil bak terbuka pun pesawat gantole yang ditaruh dalam bungkusan kain parasut selalu mengundang perhatian. Tim-tim gantole dari berbagai daerah yang membawa gantole di atas mobil bak terbuka menuju lokasi pertandingan, misalnya dari Yogyakarta dan Jakarta menuju Sumedang, Jawa Barat, selalu mengundang para polisi lalu lintas untuk menyetop mereka.

Ketika mereka bertanya tentang barang apa yang dibawa dan dijawab pesawat gantole, para polisi itu pun pasti kebingungan. Hanya tulisan FASI di kaca depan mobil yang cukup untuk menjelaskan apa pesawat gantole itu dan para polisi itu pun tidak bertanya lebih lanjut.

Sewaktu tiba di tempat perlombaan, para atlet kembali menggotong pesawat gantole ke atas bukit dan kemudian dirakit agar siap diterbangkan. Atlet gantole yang melompat dari tebing gunung yang curam lalu menerbangkan gantole selalu menjadi tontonan ribuan warga karena gantole masih di anggap aneh.

Suatu kali para atlet gantole yang sedang bertanding di Sumedang tidak berhasil mendarat tepat di landing site yang telah ditentukan panitia.  Salah satu atlet gantole Dadang Kardus,  malah mendarat di persawahan yang sedang dicangkul oleh seorang petani. Melihat orang bisa mendarat di sawah menggunakan gantole, petani itu heran sekaligus ketakutan lalu bersujud.

“Ketika saya tanya dia mengaku takut dan malah mengira ada dewa turun dari langit menggunakan benda yang menurutnya sangat aneh. Ha-ha-ha… Ada-ada saja,” ujarnya.

Author: Agustinus Winardi