Dua Bayi Pemberani Calon Atlet Paralayang Indonesia

1680
Sky digendong sang ayah, Nicky, di arena latihan. Sumber gambar: Teteh Nina.

Dalam acara-acara yang digelar oleh para atlet paralayang baik dalam bentuk latihan rutin atau pertandingan, para atlet biasa membawa anak-anaknya. Umumnya anak-anak yang sengaja diajak ke lokasi take off paralayang diharapkan bisa tertarik olahraga dirgantara yang bersifat rekreasi itu dan kelak tertarik untuk jadi atlet. Anak-anak dari keluarga-keluarga atlet paralayang rata-rata sudah biasa terbang tandem, bahkan beberapa di antaranya sudah mahir menerbangkan paralayang.

Melibatkan anak di kegiatan paralayang akan menjadi sesuatu yang luar biasa jika anak-anak yang dibawa masih berumur bulanan. Sebagai contoh atlet perempuan paralayang dari Sumatera Barat, Teteh Nina dan suaminya yang juga atlet paralayang, Nicky Afiano. Ketika bayinya yang bernama Reyasa Sky Dellano baru berumur satu bulan, si mungil ternyata  sudah dibawa ke lokasi landing area untuk menunggui papa mamanya latihan paralayang.

Inilah dua bayi calon atlet paralayang. Sumber gambar: Teteh Nina
Inilah dua bayi calon atlet paralayang. Sumber gambar: Teteh Nina

Si mungil Sky terus dibawa orang tuanya ke lokasi latihan. Pada usia 2,5 bulan, Sky sudah diajak ikut serta ke Sumedang, Jawa Barat karena sang papa turut bertanding di PON XIX 2016, Oktober lalu. Pada usia 4,5 bulan, Sky yang dalam kondisi sehat-sehat saja bahkan diajak mamanya ke lokasi terbang paralayang di Padang selama tiga minggu, setiap hari karena mamanya bertanding paralayang tingkat provinsi.

‘’Walaupun mamanya ikut pekan olahraga tingkat provinsi, Sky tetap dapat ASI eksklusif tiap hari. Semunya lancar dan Sky jadi makin kuat karena sering panas-panasan di bawah terik matahari,’’ papar Teteh Nina sambil menjelaskan usia Sky yang saat ini genap 6 bulan.

Teteh Nina dan Sky saat berusia 1 bulan. Sumber gambar: Teteh Nina
Teteh Nina dan Sky saat berusia 1 bulan. Sumber gambar: Teteh Nina

Tidak hanya bayi pasangan Teteh Nina dan Nicky Afiano yang kerap berada di lokasi landing paralayang. Masih ada satu bayi lainnya yang kadang ditaruh berjejer bersama Sky. Yakni, Maryam Abila Mahya (7 bulan), anak pasangan atlet paralayang Buddi Abe dan Marta Widia.

Para orangtua dari kedua bayi tangguh itu memiliki motivasi yang sama dengan mengajak bayinya berlatih. Semoga kelak bisa menjadi atlet paralayang yang berprestasi sampai tingkat dunia.

Author: A. Winardi