USCG HITRON, Skadron Heli Penjaga Pantai AS

1063
Helikopter MH-65 Dolphin yang dioperasikan oleh skadron HITRON. Sumber gambar: USCG/Lt. Daniel Lavinder

Perilaku para penyelundup narkoba ke daratan AS sudah bukan perkara kecil. Selain merugikan masyarakat, nilai uang yang beredar dari penjualan barang haram tersebut sangat mencengangkan.

Melihat data itu, sejak tahun 1998 AS membentuk satuan helikopter pemukul yang merupakan bagian dari pengawas pantai (United States Coast Guard/USCG). Lembaga ini punya kewenangan untuk mengawasi aksi penyelundup narkoba yang melalui perairan. Satuan ini kemudian dikenal dengan nama Helicopter Interdiction Tactical Squadron (HITRON).

Penggunaan helikopter untuk kesatuan ini terbilang tepat karena sifatnya yang mobile dan dapat mendarat di berbagai medan dan permukaan. Sehingga tidak ada kesulitan untuk ditempatkan di bawah USCG yang keseluruhan peralatannya berupa kapal.

Adalah Admiral James Loy yang saat itu memimpin USCG punya pemikiran untuk mendukung operasi patroli kapal cepatnya harus mendapat dukungan udara agar operasi bisa berjalan lebih cepat dan efektif.

USCG menunjuk Mark ”Roscoe” Torres sebagai komandan pertama dari skadron pencegat ini. Kesatuan ini memang bukan satuan tempur, tapi kemampuanya harus setara dengan pasukan khusus. Untuk itu ia merekrut sekira sepuluh orang dari berbagai kesatuan sebagai relawan untuk bergabung bersamanya.

Helikopter pertama yang digunakan adalah MD900 dan MD902 Enforcer. Di awal pembentukannya sang komandan HITRON banyak melakukan pelatihan untuk prosedur dan taktik.

Ini penting dilakukan karena anggota yang bergabung di HITRON berasal dari berbagai kesatuan. Gunanya adalah untuk menyamakan sudut padang, apalagi nantinya mereka beroperasi tidak mengenal waktu siang dan malam.

H1

Pada saat pembentukan, persenjataan yang digunakan HITRON masih dirahasiahkan mengingat konsep yang digunakan belum benar-benar disetujui (masih harus bongkar pasang).

Keandalan para awak Skadron HITRON, sudah terbukti sejak awal operasinya dimana mereka dapat mengamankan 1.197 kg kokain dan 3.175 kg daun ganja dengan nilai sekira USD100 juta dari 17 penyelundup. Dengan hasil ini, Skadron HITRON kemudian secara resmi ditempatkan secara permanen di USCG.

Operasi gabungan

Dalam melaksanakan operasinya, Skadron HITRON tidak bergerak sendiri. Mereka bergabung dengan kekuatan kesatuan lain di bawah naungan USCG seperti misalnya pesawat MPA (Maritim Patrol Aircraft) dan kapal patroli cepat.

Prosedur operasi gabungan ini sengaja dirancang karena para penyelundup narkoba selalu mencari celah untuk mencapai daratan AS dengan berbagai cara yang tidak terpikirkan. Misalnya bergerak saat cuaca dan waktu yang tidak bersahabat.

Pola operasi gabungan dapat dilihat ketika USCG mengindentifikasi sasaran yang diduga para penyelundup. Data ini bisa didapat dari satelit atau pesawat MPA yang dapat bergerak ke sasaran lebih cepat dibanding helikopter.

Sementara itu awak HITRON dan kapal patroli cepat membuntuti dari belakang. Saat sampai di lokasi, helikopter melakukan manuver di atas sasaran sambil menanyakan status para terduga penyelundup mengunakan pengeras suara dari helikopter.

Awak helikopter selalu menggunakan dua bahasa, Inggris dan Spanyol, sambil diiringi suara sirine.

Jika terjadi pembangkangan maka personel HITRON akan memberikan tembakan ke sekitar kapal tersangka dengan menggunakan senapan mesin M240. Lalu  penyergapan dilakukan oleh awak kapal patroli cepat. Saat dilakukan penyergapan, helikopter tetap melakukan pengintaian dari udara untuk berjaga-jaga seandainya para tersangka melakukan perlawanan.

Prosedur seperti ini terlihat mudah dan peraktis, tapi perlu diingait bahwa wilayah operasinya sangatlah luas. Mereka harus menjaga perairan sekitar AS sampai ke perairan di sekitar  negara-negara Amerika Selatan yang  notabene adalah Samudera Pasifik.

Di waktu-waktu tertentu cuaca di kawasan itu sangat kurang bersahabat. Luasnya cakupan operasi mereka karena sebagian besar produsen narkoba berada di negara-negara Amerika Selatan.

Saat ini skadron yang bermarkas di Cecil Fiel, Jacksonville, Florida sudah dilengkapi dengan beragam heli, seperti Agusta MH-68A Stingray dan MH-65C Dolphin yang merupakan versi upgrade dari  HH-65B.

Senjata yang digunakan adalah M16A2 yang dilengkapi peluncur granat M240G, senapan mesin kaliber 50mm Robar RC-50, dan Barrett M107. Keduanya sudah dilapisi cat antikarat. Selain itu digunakan juga kamera pengindera malam untuk operasi malam hari.

Author: Harzan DJ/Remigius S.