Letkol Pnb Sigit Gatotprasetyo Kini Resmi Pimpin Skadron Udara 8

1105
skadron udara 8
Letkol Pnb Antonius Adi Nur Wahyono (kiri), Komandan Lanud Atang Sendjaja Marsma TNI Hari Budianto (tengah) dan Komandan Skadron 8 Letkol Pnb Sigit Gatotprasetyo (kanan). Sumber gambar: JR Nugroho

Hari ini (Rabu, 11/1/2017) telah dilaksanakan serah-terima jabatan Komandan Skadron Udara 8 Wing 4 Lanud Atang Sendjaja. Letkol Pnb Sigit Gatotprasetyo kini resmi pimpin Skadron Udara 8 yang sebelumnya dipercayakan kepada Letkol Pnb Antonius Adi Nur Wahyono. Acara tersebut serah-terima tersebut dilangsungkan di apron Skadron Udara 8, Lanud Atang Sendjaja, Bogor.

Dalam amanatnya, Komandan Lanud Atang Sendjaja, Marsma TNI Hari Budianto, yang menjadi Inspertur Upacara mengatakan, pergantian jabatan yang baru saja kita laksanakan ini, di samping sebagai sarana tour of area maupun tour of duty dalam suatu proses mata rantai pimpinan personel, juga dapat dijadikan sebagai sarana penyegaran.

“Tidak hanya untuk personel itu sendiri, melainkan bagi satuan kerja. Sehingga terjadi suatu perubahan yang mengarah kepada peningkatan prestasi kerja,” tutur Hari.

Baca Juga: 

Mayor Atang Gugur Di Hari Pertama Pertempuran

Kisah Skadron Udara 8 Evakuasi Korban OPM yang Mendebarkan

Dengan demikian, lanjut Hari, pergantian jabatan ini bukanlah sekadar pergantian personel semata, tetapi mengandung makna kelanjutan proses dinamisasi untuk memelihara dan meningkatkan peran organisasi sesuai dengan tuntutan perkambangan yang kita hadapi saat ini.

“Serah terima jabatan merupakan regenerasi kepemimpinan, sudah waktunya memang. Sudah satu tahun satu bulan. Harus diganti, supaya adik-adik juga dapat melanjutkan apa yang sudah kita laksanakan sesuai dengan misi dan tugas yang diberikan TNI Angkatan Udara,” ungkap Adi kepada Angkasa seusai upacara.

Di era kepemimpinannya, Skadron Udara 8 ikut terjun dalam berbagai penanggulangan bencana, serta berpartisipasi dalam mensukseskan latihan puncak TNI AU, Angkasa Yudha yang dilangsungkan di Kepulauan Natuna pada Oktober 2016.

Baca Juga:

Ini Dia EC725 Cougar, Heli Sarpur Baru TNI AU

Tertunda Lama, PTDI Akhirnya Serahkan Heli Sarpur Cougar

“Baik itu bencana alam, tanah longsor, kecelakaan dan segala macam baik yang ada di laut juga di udara. Pada saat terjadi kecelakaan pesawat Helikopter Bell-412 EP milik Puspenerbad di Kalimantan Utara (akhir November 2016),” ujarnya.

Terkait dengan penggantinya, Adi tak ragu untuk mengatakan bahwa Sigit merupakan sosok Perwira Menengah yang terbaik.

“Kalau beliau sudah the best-lah. Karena kan kita sama-sama hidup di sini, dari mulai saya masuk di sini tahun 2000, beliau tahun 2001. Sudah berjalan bareng sampai sekarang, dia tahu saya, saya tahu dia,” tandasnya.

Baca Juga:

Komandan Baru Skadron Helikopter VVIP

Lulus Kaptensi, Dua Penerbang Skadron Udara 5 Dapat Wing Intai Strategis

“Saya ucapkan syukur kepada Allah S.W.T, karena amanah yang diberikan kepada saya dari negara. Dalam amanah ini ada tanggung jawab yang tidak ringan. Di sini kami mendapat kepercayaan dari negara untuk mengawaki pesawat-pesawat yng bernilai ratusan milyar rupiah,” ungkap Sigit pada kesempatan yang sama.

Pesawat-pesawat ini, kata Sigit, merupakan alutsista (alat utama sistem senjata) yang sangat efesien dan efektif dalam rangka mendukung tugas-tugas TNI Angkatan Udara, khususnya Lanud Atang Sendjaja dan Skadron Udara 8.

Tentunya amanah itu, lanjut Sigit, membawa suatu konsekuensi tanggung jawab yang besar. Sehingga kami di sini sudah berkomitmen akan memberikan yang terbaik kepada satuan ini, Skadron Udara 8, sehingga bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Begitu pula dengan seluruh keluarga besar Skadron Udara 8, kami berkomitmen besar untuk memberikan yang terbaik kepada TNI Angkatan Udara dengan melaksanakan tugas secara aman dan berhasil,” pungkasnya.

Author: Fery Setiawan