Berapa Jumlah Bom yang Dijatuhkan AS Selama 2016?

2511
Sumber gambar: mirror.co.uk

Amunisi yang digunakan oleh suatu negara untuk operasi militer semuanya tercatat dengan baik, mulai dari penggunaan peluru kaliber ringan, bom, hingga rudal.

Salah satu alasannya adalah untuk menghitung untung dan rugi akibat peperangan yang telah dijalani, apakah penggunaan sebuah amunisi efeknya sebanding dengan harganya. Jika amunisi yang digunakan daya hancurnya terbukti berhasil maka amunisi tersebut akan terus dipakai. Sedangkan amunisi yang belum memuaskan akan dihentikan penggunannya atau akan dikembangkan lebih lanjut.

Sumber gambar: blog.cfr.org
Sumber gambar: blog.cfr.org

Salah satu yang dicatat dengan baik militer AS selama tahun 2016 adalah penggunaan bom oleh pesawat tempur untuk operasi militer. Meskipun Presdien Barrack Obama mengambil kebijakan untuk mengurangi pasukan tempur AS di luar negeri, penggunaan bom untuk operasi militer tetap tinggi.

Selama tahun 2016, jumlah bom yang digunakan oleh militer AS sebanyak 26.171 dan dijatuhkan di tujuh negara. Penggunaan bom paling banyak yang dilakukan militer AS dan koalisinya adalah di Suriah (12.192) dan Irak (12.095). Penggunaan bom di Suriah mencapai jumlah paling besar ketika pasukan AS dan koalisinya melancarkan operasi militer untuk memerangi militan ISIS. Operasi militer itu bertajuk Operation Inherent Resolve.

Penggunaan bom terbanyak di urutan ketiga adalah di Afganistan sebanyak 1.337 bom. Dari besarnya jumlah bom yang dijatuhkan oleh pesawat-pesawat tempur AS itu menunjukkan situasi di Afganistan masih genting.

Sementara untuk penggunaan bom terbanyak keempat ada di Libia sebanyak 496 unit bom, urutan kelima penggunaan bom di Yaman (34), keenam Somalia (14), dan urutan ketujuh bom yang dijatuhkan di Pakistan sebanyak 3 bom.

Author: