Belum Genap 2 Bulan, Mantan KSAU Ini Borong 3 Rekor MURI

1437
mantan ksau
Ketua Umum MURI, Jaya Suprana (kiri) dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Chappy Hakim. Sumber gambar: Ery

Belum genap 2 bulan memangku jabatan Presiden Direktur Freeport Indonesia, Mantan KSAU (Kepala Staf Angkatan Udara) Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim borong 3 rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) sekaligus. Penyerahan ketiga piagam rekor dari MURI tersebut diselenggarakan siang tadi (Senin, 9/1/2017), di kantornya, di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan.

Rekor-rekor tersebut adalah ‘Rekor Dunia Masjid dan Gereja di Lokasi Terdalam’ pada kedalaman 1.700 meter di bawah permukaan tanah dan ‘Rekor Dunia Masjid di Elevasi Tertinggi’ di ketinggian 3.730 mdpl (meter di atas permukaan laut) yang dibangun oleh PT Freeport di lokasi area pertambangannya yang berada di Tembagapura, Mimika, Papua.

Terakhir, Freeport yang kini dipimpin alumni AAU 1971 ini juga memboyong ‘Rekor Nasional sebagai Perusahaan Tambang dengan Program pengembangan dan Pelatihan Terlengkap bagi Masyarakat Lokal.

Berita Terkait: Tunnel di Freeport Gunakan Teknologi Seperti Pesawat Terbang

“Yang istimewa adalah, masjid dan gereja yang ada di bawah tanah ini yang menjadi fasilitas bagi para pekerja, maka dibangunlah berdampingan yang dipisahkan oleh sebuah ruang yang digunakan untuk berwudhu (Islam) atau mensucikan diri (nasrani) sebelum mereka beribadah,” kata mantan KSAU ke-14  (periode 2002-2005) dalam sambutannya.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum MURI, Jaya Suprana kepada Chappy, yang sebelumnya menjabat sebagai Penasihat Senior perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) ini pada Agustus 2016 lalu.

“Sekarang kita sudah lebih dari 600 kilometer, nanti akan menjadi 1.000 kilometer. Sehinga pekerja di dalam itu bagi yang mau beribadah tidak sempat untuk keluar lagi, masuk lagi. Itu sebabnya kita fasilitasi, dibangunlah di dalam terowongan itu masjid dan gereja,” terang Chappy.

Baca Juga:

Apa Kata Chappy Hakim Soal Operasional Maskapai di Lanud?

Chappy Hakim: Kembalikan Halim sebagai Prasarana Hankamneg

Jadi idenya adalah, lanjut Chappy, pekerjaan tambang itu 24 jam -pekerja itu dibagi 3, pada masa tertentu dibagi menjadi 4- jadi mereka harus tetap bekerja. “Dalam kontinuitas bekerja itulah maka mereka memerlukan waktu yang harus difasilitasi, yaitu menjalankan ibadah. Untuk efesiensi para pekerja tambang menjalankan ibadah itu dibikinlah berdampingan,” .

Masjid yang diberi nama ‘Baabul Munawwar’ dan gereja dengan nama ‘Oikumene Soteria’ berada di area deep mile level zone. Masjid dan gereja terdalam ini bangun pada 2014 lalu selesai dan digunakan mulai tahun 2015. Sementara masjid yang berada di ketinggian hampir 4.000 mdpl itu dinamai dengan nama ‘al A’raaf.

“Saya jadi semakin heran, kok bisa anda yang ahli terbang malah ngurusin yang di dalam tanah?,” tanya Ketua Umum MURI, Jaya Suprana sebelum memulai sambutannya.

“Tadi beliau mengatakan bahwa MURI hadir ke sini adalah kehormatan untuk Freeport, itu terbalik. MURI hadir di sini merupakan kehormatan untuk MURI,” tutur Jaya.

Baca Juga:

Danlanud Ngurah Rai Ikut Terbang Paralayang Pecahkan Rekor MURI

Wow!!! Paralayang Berhasil Pecahkan Rekor Terbang 110 Parasut di Udara

Saya tidak akan terkesan, kata Jaya, andai kata yang berbicara ini adalah orang Freeport yang sudah lama bekerja di Freeport. Pasti orang yang berbicara itu sudah memiliki subyektifitas yang terpengaruh karena dia sudah lama kerja di Freeport.

“Saya menjadi terkesan bahkan yakin terhadap apa yang diutarakan ini, bukan karena dia adalah seorang Chappy Hakim, tetapi karena beliau itu sebetulnya bukan karena suatu kebanggaan bahwa ini adalah karya beliau. Tapi beliau melihat kenyataan bahwa ini memang suatu yang layak dihargai dan dihormati. Dan memang tugas MURI untuk menghormati dan menghargai apa yang layak dihormati dan dihargai,” tegas Jaya.

Menurut Jaya, jasa seorang Chappy Hakim menjadi penting sekali, bukan untuk Freeport, tetapi untuk bangsa Indonesia ini bahkan untuk seluruh dunia supaya kita selalu tabayyun dalam menempuh kemelut perjalanan hidup.

Baca Juga:

110 Paralayang, 50 Paramotor, dan 30 Gantole Siap Pecahkan Rekor di Bali

Kopassus Pecahkan Rekor Terjun dengan Bendera Raksasa

Sebanyak lebih dari 95% dari 32.000 karyawan PT Freeport merupakan putera-puteri bangsa yang berasal dari berbagai daerah di seluruh penjuru nusantara.

Author: Fery Setiawan