Kerjasama Dengan BNN, AP I Akan Sediakan K-9 Di Bandara

606
foto: portofsandiego.org

Narkotika di Indonesia sudah menjadi masalah nasional. Tiap hari ratusan kilogram narkotika berbagai jenis dari luar negeri coba dimasukkan ke Indonesia melalui berbagai pintu. Termasuk salah satunya lewat bandara internasional di Indonesia. Sebagian dari narkoba itu memang bisa ditangkal masuk di bandara Indonesia. Namun sebagian yang lain diperkirakan masih bisa masuk.

“Permasalahannya adalah jenis narkoba yang banyak dan semakin hari semakin bertambah. Para bandar dan pengedarnya juga semakin pintar mengemas dan mengelabui  peralatan penangkal yang kita punyai.   Dan personil kita di bandara juga kurang memahami perkembangan narkotika ini secara internasional,” ujar Direktur Utama PT. Angkasa Pura I Danang S Baskoro dalam acara penandatanganan kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional  (BNN) hari ini (17/2/2017) di Jakarta.

Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Kepala BNN Komjen Budi Waseso. Menurut Budi, saat ini ada sekitar 655 jenis narkotika yang beredar di dunia. “Yang sudah masuk ke Indonesia itu 53 jenis. Dan yang diakui resmi sebagai narkoba di Indonesia baru 46 jenis. Jadi jenisnya memang sangat banyak. Kalau kita tidak tahu, ya lolos saja barang itu masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Atas dasar itulah AP I dan BNN melakukan kerjasama dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika. Serta  peningkatan kinerja petugas Aviation Security (Avsec) di lingkungan bandara.

AP I - BNN 1Ruang lingkup kerja sama selama dua tahun tersebut adalah penyebarluasan informasi P4GN dan Prekursor Narkotika. Publisitas dan kampanye Anti Narkoba di lingkungan kerja dan lingkungan bandar udara di bawah pengelolaan AP I. Peningkatan peran aktif AP I sebagai Pegiat Anti Narkoba. Deteksi dini atas penyalahgunaan Narkotika melalui tes atau uji narkoba. Pertukaran data dan informasi P4GN & Prekursor Narkotika. Serta pemberian akses kepada BNN untuk melakukan tindakan yang berkaitan dengan penyelidikan & penyidikan terkait Tindak Pidana Narkotika dan Prekursor Narkotika.

Menurut Danang, petugas Avsec di bandara-bandara AP I nanti akan dikirim ke BNN untuk mendapat pelatihan penangkalan dan pengetahuan tentang narkoba, terutama untuk jenis-jenis yang baru.

Bahkan Danang akan menyediakan K-9 (kesatuan anjing pelacak) di tiap bandara untuk bisa melacak keberadaan narkoba. Baik yang dibawa penumpang maupun di kargo.

Budi Waseso menyambut baik hal tersebut. Menurutnya, kemampuan anjing pelacak dalam mengendus narkoba lebih baik daripada manusia. Sehingga kemungkinan lolosnya narkoba masuk ke bandara akan lebih kecil.

 

Author: Gara