Sehari Bersama Sukhoi Superjet 100

4037

 

Pesawat Rusia seharga kurang lebih 32 juta dolar AS ini mampu bisa memberikan kenyamanan maksimal kepada penumpang, penerbang, dan bahkan teknisinya.

 Rabu sore tanggal 6 November 2014 menjadi hari yang menegangkan bagi beberapa rekan media yang ditugaskan untuk ikut terbang dengan pesawat Sukhoi Superjet (SSJ) 100 dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta ke Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Bagaimana tidak, bayangan akan insiden tahun 2012 lalu masih terngiang di kepala. Apalagi keesokan harinya kami diajak untuk terbang sehari penuh dengan rute Surabaya – Denpasar – Maumere -Kupang dan kembali dengan rute yang sama.

Walau musibah Gunung Salak itu sudah dipastikan akibat human error namun tetap saja para penumpang tak bisa menyembunyikan kecemasan dan ketegangan di wajah mereka. Seorang penumpang terlihat komat-kamit membaca doa saat pesawat berjalan menuju landas pacu. Seorang wartawan lainnya sibuk memotret apapun yang ia lihat, sedangkan kebanyakan penumpang tidur, atau setidaknya pura-pura tidur. Semua dilakukan untuk menghilangkan rasa takut mereka.

Barulah saat pesawat Rusia ini berada di ketinggian jelajah suasana di dalam kabin perlahan mencair. Kesan angker yang timbul saat pertama kali kami masuk pesawat ini langsung hilang dan berubah menjadi rasa kagum. “Take off-nya tadi halus sekali, hampir gak terasa,” ujar salah satu penumpang. Kesan pertama yang kami rasakan adalah suara mesin tak terlalu berisik di kabin sehingga kabin menjadi lebih tenang. Begitu juga saat menembus awan, pesawat cenderung lebih stabil sehingga guncangan tidak terlalu keras.

Nyaman

Penumpang juga merasa lebih nyaman lantaran jarak antar kursi yang lebih lega dan lorong yang lebih lebar. SSJ 100 mampu mengangkut sekitar 95 penumpang dengan konfigurasi tiga kursi di kanan dan dua kursi di kiri sehingga penumpang bisa bergerak lebih leluasa. Jarak antar kursi sekitar 40 sentimeter sehingga penumpang di pinggir lorong tak perlu beranjak dari kursi saat penumpang di dekat jendela ingin keluar.

Kelebihan SSJ 100 ini tidak hanya dirasakan oleh penumpangnya, tapi juga para penerbangnya. Jika kita melongok ke kokpit SSJ 100 kesan pertama yang timbul adalah tampilan dashboard yang amat simpel. Tak seperti pesawat sekelasnya yang punya banyak instrumen di ruang kemudi. Kokpit SSJ 100 tampil dengan sangat minimalis. Hanya ada tujuh layar besar dan dua layar kecil di dashboard utama dan satu layar di bagian belakang kokpit.

Baca Juga:

Ini Sebab Jet Tempur Sukhoi Lebih Enak Untuk Lakukan Manuver

Tidak Dibeli, Jet Tempur Sukhoi Tiba di Makassar

– Artikel selengkapnya bisa dibaca di Maj. Angkasa edisi Desember 2013 –

Author: Remigius Septian